Kenakan Jas Ramah Lingkungan, BTS Serukan Harapan di Sidang Umum PBB 2021

  • Bagikan
BTS di Sidang Umum PBB 2021
BTS di Sidang Umum PBB 2021. (John Angelillo/Pool Via AP)

MediataniBoyband asal Korea, BTS kembali hadir dalam Sidang Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Senin, 20 September 2021 lalu.

Kehadiran ketujuh anggota grup yang juga dikenal dengan nama Bangtan Sonyeondan tersebut masih hangat diperbincangkan di dunia maya.

BTS menjadi sorotan publik karena jas formal yang mereka kenakan di acara berkelas tersebut. Tak hanya melengkapi penampilan menawan para personil, jas yang dikenakan itu ternyata menyelipkan pesan ramah lingkungan.

RE;CODE adalah perilis stelan jas tersebut. Melalui unggahan di laman instagramnya, mereka menyampaikan hal tersebut ke masyarakat dunia.

“Desain setelan ini bertujuan mendukung fesyen berkelanjutan dan dirancang khusus untuk pidato BTS di (Sidang Umum) PBB,” begitu keterangan foto yang tertulis di akun instagram RE;CODE.

Mereka melanjutkan dengan mendeskripsikan diri sebagai brand ramah lingkungan dengan desain pakaian menggunakan stok Kolon FnC.

Sejak launching pada tahun 2012, brand ini telah mengklaim sebagai brand berkelanjutan dan terkemuka di Korea dengan filosofi slogan “this is not just fashion (ini bukan sekedar fashion)”.

RE;CODE memastikan dirinya sebagai penyedia fesyen yang didesain secara teliti dengan solusi inovatif yang mengacu pada daur ulang limbah deadstock untuk penggunaan baru.

Penggunaan desain setelan jas buatannya di Sidang Umum PBB oleh BTS ini adalah gerakan simbolik dari kampanye mereka.

Baca Juga :   Artani, Toko Ramah Lingkungan Kampanyekan Zero Waste dan Berdayakan Petani

Mereka bermaksud untuk mendorong dunia fesyen agar bergabung dalam gerakan ini demi lingkungan dan masyarakat yang berkelanjutan. Pihaknya juga berharap agar stereotip mode saat ini bisa berubah.

Pidato BTS di Sidang Umum PBB

Dalam sambutan mereka di Sidang Umum PBB 2021, salah seorang personel BTS, J-Hope mengangkat isu perubahan iklim. Dirinya menyebutkan bahwa saat ini isu perubahan iklim seolah tersingkirkan oleh pandemi COVID-19 yang melanda dunia.

“Semua orang setuju bahwa perubahan iklim adalah masalah penting, dan dalam membicarakan apa solusi terbaiknya, itu tidak mudah,” kata main dancer BTS itu dalam siaran langsung di kanal YouTube PBB, awal pekan ini.

Personel lainnya, RM menyambung bahwa kini banyak anak muda yang dengan kerelaannya telah mendedikasikan diri untuk memecahkan masalah lingkungan.

Tak hanya itu, banyak anak muda juga yang telah berupaya membuat bumi menjadi tempat yang lebih baik dan lebih sehat untuk generasi mendatang.

“Masa depan adalah teritori yang belum terjelajah, dan di sana lah kita, lebih dari siapa pun akan menghabiskan waktu,” kata pelantun lagu Moonchild ini.

Dia pun menambahkan “Setiap pilihan yang kita buat adalah awal dari perubahan, bukan akhir.”

Jungkook juga ikut menuturkan hal senada. Dirinya berharap agar di masa pandemi ini, kita tidak menganggap masa depan sebagai kegelapan yang suram.

Baca Juga :   Jenis Buah yang Harus Dihindari Oleh Penderita Diabetes, Apa Saja?

“Kita memiliki orang-orang yang peduli dengan dunia dan mereka sedang mencari jawaban (solusi). Masih ada banyak halaman tersisa dalam cerita tentang kita dan saya merasa kita tidak boleh berbicara seolah akhir ceritanya sudah ditulis.” tutur Jungkook.

Personil BTS lainnya, Jin mengatakan bahwa ada saat-saat tertentu di dalam kurun waktu selama dua tahun terakhir ini dirinya merasa kebingungan. Namun di balik kebingunannya itu dirinya melihat sebuah harapan.

“ketika saya juga merasa bingung, tapi tetap saja, kita memiliki orang-orang yang berteriak ‘ayo hidup, mari manfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya.'” ungkapnya.

Jimin menambahkan bahwa di saat ini, Kita tidak bisa diam ketika berada di waktu yang ideal dalam hidup kita untuk menghadapi tantangan baru.

“Anda juga pasti pernah merasakan frustrasinya. Dunia berubah seperti kita dibawa dalam sekejap ke dunia paralel,” kata Jimin.

Pada penghujung pidato, BTS menentang pemikiran yang menganggap bahwa generasi mereka sebagai “generasi yang hilang akibat covid”. Justru, menurut mereka saat ini adalah masa “peregangan”

Sebuah catatan yang paling penuh harapan datang di akhir pidato. J-Hope memberikan gambaran bahwa vaksin sebagai “tiket untuk bertemu penggemar,”.

Sementara itu, V menutup pidato dengan janji, “Kami pikir hari kita bisa bertemu lagi secara langsung tidak lama lagi”.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani