Kenapa Produksi Telur Bebek Menurun Saat Musim Hujan? Ini Jawabannya!

  • Bagikan
Bebek petelur

Mediatani – Pada dasarnya, adanya peralihan musim akan sangat berpengaruh terhadap produksi telur bebek di setiap negara. Lalu, apa sebenarnya jawaban lain dari pertanyaan kenapa produksi telur bebek menurun saat musim hujan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut secara lebih lengkap, disini akan dibagikan informasinya secara jelas. Dengan begitu, Sobat Mediatani dapat memahaminya secara lebih jelas lagi, dan pertanyaan itu bisa segera dihilangkan dari isi kepala.

Kenapa Produksi Telur Bebek Menurun Saat Musim Hujan?

Orang yang mempertanyakan tentang hal ini bukanlah orang awam saja, tapi ada juga beberapa peternak yang mempertanyakan tentang penyebab telur bebek menurun selama masa musim hujan. Pada dasarnya, peristiwa ini akan diikuti dengan beberapa alasan di belakangnya.

Untuk itu, simak dengan baik penjelasan yang ada di bawah ini, yang membahas tentang alasan kenapa produksi telur bebek menurun saat musim hujan dan alasan tersebut adalah:

1. Produksi Telur Berbanding Lurus dengan Biaya Pakan Bebek

Memang ada juga beberapa peternak yang khawatir terjadi penurunan produksi telur bebek selama musim kemarau. Akan tetapi, lebih banyak peternak yang mengkhawatirkan terjadinya penurunan produksi telur bebek selama musim hujan berlangsung.

Baca Juga :   Ingin Beli Peternakan di Belgia, Erick: Bukan Anti Peternak Lokal

Sebab, ketika musim hujan sudah mulai memasuki masanya, maka produksi telur bebek ini akan berbanding lurus dengan biaya pakan bebek yang dibutuhkan. Hal ini terjadi bukan tanpa alasan mengingat ketika musim hujan berlangsung, maka pakan bebek harus segera ditingkatkan jumlahnya.

Meski pakan bebek di musim hujan semakin meningkat, akan tetapi produksi telurnya sendiri akan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Biasanya, 100 bebek dengan jumlah pakan dalam sehari berjumlah 15 kg katul dan jika diuangkan akan menjadi Rp90.000.

Namun, karena selama musim hujan ini terjadi penurunan tingkat produksi telur bebek bagi para peternaknya, jadi peternak hanya bisa mendapatkan keuntungan sebanyak Rp. 80.000 saja.

2. Bebek Mengalami Stres

Terkadang, ada beberapa bebek yang mengalami kondisi stres meski tubuhnya masih terlihat segar dan sehat. Maka dari itu, tak jarang dari para peternak yang tidak terlalu memperhatikan akan hal ini, sehingga bebek akan mengalami produksi telur yang semakin menurun.

Ketika terjadi perubahan musim di beberapa waktu tertentu, sering kali bebek tidak terbiasa dengan perubahan tersebut, sehingga hal ini sering membuatnya bingung berkelanjutan dan menjadi stres.

Dengan kondisi stres yang dialami seekor bebek tersebut, membuat bebek tidak bisa melalui proses produksi telur secara semestinya. Ketika hal ini terjadi, pihak peternak yang akan merugi sehingga semua peternak bebek harus bisa mengakalinya dengan trik-trik tertentu yang tepat.

Baca Juga :   Ternak Bebek Peking Juga Menjanjikan Loh, Ini Panduannya

3. Kandang Bebek Terasa Lembab dan Becek

Alasan lain kenapa produksi telur bebek menurun saat musim hujan adalah karena kandang bebek yang hendak dikawinkan tersebut terasa lebih lembab dan becek ketika musim hujan sudah tiba.

Hujan yang terus-menerus mengguyur kandang bebek dan dapat membuat bebek merasa tidak nyaman. Maka dari itu, penting untuk Sobat Mediatani lakukan membuat kandang bebek yang anti hujan dan bahkan anti becek.

Caranya adalah dengan membangun dinding kandang yang sudah dipasangi dengan plastik terpal. Dengan begitu, bebek tidak akan terguyur hujan atau bahkan terkena tampias hujan. Jadi, bebek akan merasa lebih nyaman untuk tinggal di kandang tersebut.

**

Sekarang, pertanyaan kenapa produksi telur bebek menurun saat musim hujan yang ada di benak Sobat Mediatani sudah memiliki jawaban yang tepat. Jadi, tak perlu memikirkan kendala ini secara lebih jauh lagi dan segera pikirkan solusi terbaik untuk mengatasinya.

  • Bagikan