Ketahui Penyebab Penyakit Kuning pada Tanaman Lada dan Cara Mengendalikannya

  • Bagikan
Penyakit pada tanaman lada

Mediatani – Merica atau dikenal juga dengan lada termasuk salah satu hasil pertanian yang punya nilai ekonomis tinggi, karenanya sangat menggiurkan untuk dibudidayakan. Tapi agar hasil panen melimpah dan bagus, Sobat Mediatani harus tahu nih bagaimana cara mengobati penyakit kuning pada tanaman lada.

Tak perlu bingung mengenai cara-caranya karena artikel berikut akan membahasnya secara jelas dan lengkap. Jadi nantinya, kualitas dan kuantitas dari hasil panen lada bisa maksimal. Pastikan untuk membaca artikelnya secara keseluruhan ya.

Penyebab dan Gejala Penyakit Kuning pada Tanaman Lada

Penyakit kuning termasuk penyakit utama pada tanaman lada yang bisa disebabkan oleh nematoda seperti Meloidogyne incognita dan Radopholus similis, atau karena jamur patogen seperti Fusarium oxysporum dan Fusarium solani.

Tapi, penyakit ini juga bisa karena kadar air dalam tanah, kelembaban, serta unsur hara yang rendah pada tanah. Seperti namanya, gejala penyakit ini adalah bercak kuning yang biasanya dimulai dari pangkah dan perlahan ke atas. Jika sudah parah, daun-daun tanaman akan gundul, akar mulai rapuh, dan akhirnya mati.

Baca Juga :   Pentingnya Menerapkan Pertanian Berkelanjutan

Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Kuning Pada Tanaman Lada

Tindakan pencegahan dan cara mengobati tanaman lada yang terserang penyakit kuning adalah sebagai berikut:

1. Pilih Bibit Unggul

Bibit berkualitas tinggi dari varietas yang unggul memiliki sifat yang lebih tahan terhadap parasit dan hama, sehingga tanaman lada juga bisa toleran terhadap penyakit kuning. Beberapa jenis varietas ini termasuk LDL dan Kuching.

2. Olah Lahan dengan Baik

Bibit terbaik tidak bisa tumbuh maksimal jika lahannya tidak subur, jadi sebelum menabur benih, pastikan lahan sudah diolah dengan baik, dengan PH tanah yang ideal, lokasi lahannya tepat, dan lahan bersih dari sisa-sisa gulma, sampah, akar mati, dan sebagainya.

3. Taburkan Nematisida

Setelah lahannya bersih, taburkan nematisida sebelum menabur benih, agar kualitas lahan bisa lebih baik lagi. Bubuk kimia ini berfungsi untuk meminimalkan pertumbuhan parasit.

4. Taburkan Pupuk

Selain nematisida, lahan yang sudah digemburkan juga perlu diberi pupuk ya, agar unsur hara pada tanah bisa lebih maksimal, bisa berupa kompos atau pupuk buatan. Pemberian pupuk juga harus dilakukan secara rutin pada tanaman lada yang sudah tumbuh dengan jenis dan takaran yang sesuai usia tanaman.

Baca Juga :   Ramai Ditanam Petani, Ini Fakta Untung-Buntung Bisnis Porang

5. Gunakan Mulsa dan Pestisida (Jika Perlu)

Jika setelah tanaman lada tumbuh tampak ada penyakit kuning yang muncul, maka segera gunakan mulsa plastik agar pertumbuhan nematoda bisa ditekan dan selain itu juga kelembaban tanah bisa tetap stabil. Jika perlu, tambahkan juga pestisida agar populasi nematoda bisa terhenti dengan cepat. Caranya dengan menyemprotkan nematoda ke pangkal batang dan tanah di sekitar tanaman.

6. Cabut Tanaman

Jika nematoda sudah sangat parah, dan setelah pemberian pestisida tetap tidak ada perubahan, maka solusi terbaik adalah cabut tanaman hingga ke akarnya lalu bakar tanaman agar nematoda tidak menular ke tanaman di sekitar yang masih sehat.

**

Berdasarkan penjelasan di atas, penyakit kuning pada lada sebenarnya bisa dicegah, mulai dari pemilihan bibit, pengolahan lahan, dan pemberian pupuk. Tapi jika sudah parah, maka cara mengobati penyakit kuning pada tanaman lada yang paling tepat adalah memberikan pestisida atau mencabut tanaman.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani