Home / Nasional

Minggu, 23 Agustus 2020 - 19:58 WIB

Ketua DPO ISPI Akui Ada Kemajuan di Sektor Peternakan

Ilustrasi, Salah satu peternakan di Indonesia

Ilustrasi, Salah satu peternakan di Indonesia

Mediatani – Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Ali Agus mengakui bahwa peternakan indonesia terus mengalami kemajuan yang signifikan. Bahkan, kata dia, kehadiran teknologi dan berbagai bantuan pemerintah lambat laun mampu mewujudkan swasembada daging.

Hal tersebut diungkapkan Ali Agus setelah Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menggelar panen pedet hasil inseminasi buatan (IB) di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB, pada Sabtu (22/8). Panen ini merupakan panen lanjutan dalam mewujudkan peternakan modern dan swasembada daging nasional.

“Saya melihat ke depan peternakan kita akan semakin berkembang dan semakin maju. Karena itu, baik pemerintah maupun pengusaha harus fokus dan konsistensi mengurusi peternakan nasional,” kata Ali Agus, Minggu, 23 Agustus 2020.

Baca Juga :   Mentan Syahrul Yasin Limpo Dukung Modernisasi Rumah Potong Hewan di Tamarunang Gowa

Ali Agus bertutur bahwa saat ini, era pangan portein hewani sudah masuk industrialisasi peternakan yang meliputi daging, telur, dan susu. Maka dari itu, peternakan Indonesia harus mendapat perhatian lebih serius dari semua pihak.

“Jika ingin masyarakat kita mengkonsumsi pangan berprotein khususnya hewani, perlu persiapan yang serius dan matang dalam memproduksi sapi yang berkualitas. Saya kira pengelolaan saat ini sudah maju dan modern,” katanya.

Faktanya, beberapa hari yang lalu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan panen 1.000 pedet hasil inseminasi buatan (IB) di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi bahwa kita harus bisa mencukupi kebutuhan pangan dari produksi sendiri. Kita masih impor 280 ribu ton atau 1,2 juta ekor sapi pertahun. Masa harus beli dari luar, kenapa kita tidak produksi sendiri? Oleh karena itu, kita siapkan program 1.000 desa sapi, 1 desanya 200 ekor sapi. Kita kembangkan sapi limosin dan brahman, tak terkecuali sapi lokal juga,” katanya.

Baca Juga :   Pupuk Palsu Dan Penurunan Produktivitas Pertanian

Untuk diketahui, data per 27 Juli 2020, secara nasional, program Sikomandan telah melakukan IB sebanyak 2.318.136 akseptor, bunting 1.359.094 ekor dan kelahiran sebanyak 1.394.446 ekor. Atas keberhasilan tersebut, terjadi lompatan populasi sapi/kerbau yang cukup signifikan selama 5 tahun terakhir yaitu sebesar 3,37 juta ekor, sehingga populasi saat ini berjumlah 18,82 juta ekor.

Share :

Baca Juga

pemanfaatan tata air (ilustrasi)

Agribisnis

Minimalkan Dampak Perubahan Iklim, Kementan Galakkan Rekayasa Ketersediaan Air
Pengurus Bidang Kastrad BPP PISPI

Berita

Impor Beras Lagi, PISPI: Kasihan Petani

Berita

Petani Jeruk Panen Saat Pandemi, Semanis Apa?
Mentan saat pengecekan lahan rawa (dok. kementan)

Berita

Persiapkan Hari Pangan Se-Dunia, Mentan: Lahan Rawa Sebagai Inovasi Persediaan Pangan
Foto bersama tim kampanye SPF dengan guru dan para siswa SD Aisau Kelas Jauh Sawendui

Nasional

SPF dan Bank Mayapada Ajak Siswa SD AISAU Kelas Jauh Sawendui Menjaga Penyu Sejak Dini

Nasional

HMI Cabang Bogor Selenggarakan Pelatihan Budidaya Tanaman Hortikultura

Nasional

Kementan Gandeng 6 Universitas Untuk Pengembangan Diversifikasi Pangan dan Pekarangan Pangan Lestari

Nasional

Lantik Pengurus HKTI KEPRI, Meoldoko Minta Kenali Potensi Desa