Ketua DPRD Karanganyar Minta Petani Mengontrol Penggunaan Pupuk Bersubsidi

Petani Karanganyar menebar pupuk

Mediatani – Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Karanganyar mendapatkan tambahan pupuk 5000 ton. Penambahan kuota tersebut dilakukan karena jatah pupuk sebelumnya belum memenuhi kebutuhan total yang hanya 60 persen saja atau 13.500 ton.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo, meminta para petani mengontrol penggunaan pupuk bersubsidi. Menurutnya, persoalan ketersediaan pupuk bersubsidi akan selalu jadi masalah jika tidak dikontrol.

Meski tahun ini ada penambahan kuota 5.000 ton, petani akan terus merasa kekurangan pupuk bersubsidi jika tidak mengontrol penggunaan pupuknya. Oleh karena itu, ia meminta instansi terkait mengingatan petani agar mematuhi anjuran pemerintah untuk menggunakan pupuk bersubsidi sesuai proporsinya.

“Petani harus bisa mengontrol penggunaan pupuk mereka. Apalagi di kondisi saat ini yang hanya dipenuhi 60 persen saja dari kebutuhan total,” kata Bagus dalam rapat paripurna DPRD Karanganyar, dilansir dari Solopos, Selasa (17/11/2020).

Selain itu, ia meminta agar penyuluh petani untuk lebih menggalakkan pemberian edukasi kepada para petani, khususnya dalam penggunaan pupuk organik. Menurutnya, hal itu juga penting dilakukan untuk menjaga kualitas tanah.

Baca Juga  RUU Omnibus Law Bawa Angin Segar Bagi Petani

“Kalau saat ini sudah gencar, ya harus digencarkan lagi. Penggunaan pupuk organik juga bagus untuk menjaga kualitas tanah agar tidak terlalu banyak tercemar bahan kimia,” beber dia.

Dalam rapat paripurna itu, DPRD Karanganyar juga meminta adanya solusi terkait permasalahan kuota kebutuhan pupuk bersubsidi di Karanganyar yang hanya dipenuhi sebesar 60 persen.

Menangapi pandangan tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, membeberkan strateginya yakni menggalakkan penggunaan pupuk organik. Selain itu, petani juga diharapkan bisa menggunakan pupuk dengan bijak sesuai dosis yang ditentukan.

“Kalau mendesak kebutuhannya, baru dianjurkan untuk membeli pupuk non subsidi yang disediakan oleh produsen pupuk,” jelas dia.

Perlu diketahui, Kabupaten Karanganyar mendapatkan tambahan 5.000 ton pupuk dari Kementerian Pertanian. Penambahan kuota tersebut merupakan tindak lanjut dari permintaan Bupati Juliyatmono kepada Menteri Pertanian ke Karanganyar, Syahrul Yasin Limpo, saat berkunjung ke Karanganyar beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Tingkat Kesejahteraan Rendah Jadi Pemicu Krisis Regenerasi Petani

Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, Siti Maisyaroh menjelaskan, jumlah tambahan pupuk yang diberikan oleh Kementan kepada Karanganyar dianggap sudah mencukupi untuk kebutuhan para petani pada musim tanam (MT) III. Menurutnya, stok pupuk tersebut bisa mencukupi hingga Desember 2020 nanti.

“Untuk kebutuhan MT III musim hujan saat ini kami rasa sudah cukup untuk para petani. Stoknya bisa sampai Desember nanti,” imbuh dia.

Dalam kunjungan Kementan ke Karanganyar itu, Syahrul mengingatkan penggunaan pupuk harus disesuaikan dengan kebutuhan petani dan tidak diperbolehkan untuk lainnya seperti perkebunan.

“Selama sesuai SOP dan tidak korupsi tidak apa-apa. Kalau kebutuhan untuk sawah tapi malah dialihkan ke perkebunan itu salah. Itu sudah korupsi. Bisa ditangkap Kajari,” beber dia.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Artikel Terbaru