Kiat Sukses Ternak Merpati Skala Kecil

  • Bagikan
Ternak burung merpati

Mediatani – Merpati adalah salah satu jenis burung yang memiliki kecerdasan dan daya ingat yang kuat, sehingga memungkinkannya untuk kembali meski terbang sejauh manapun. Di beberapa pasar tertentu, hewan ini dijual untuk dijadikan sajian menu di beberapa rumah makan atau restoran.

Daging merpati mengandung protein dan mineral yang baik untuk kesehatan. Selain dijadikan bahan konsumsi, para pehobi juga memelihara burung merpati ini sebagai merpati hias dan merpati balap.

Membudidaya burung merpati tidak ada bedanya dengan ternak burung lainnya. Beternak merpati dapat dilakukan di halaman rumah dan tidaklah membutuhkan biaya tinggi. Jika Anda ingin budidayakan burung merpati. Simak uraian berikut!

Jenis merpati

Hal pertama yang perlu dipastikan yaitu tujuan dalam budidaya merpati. Apakah hanya sekedar hobi atau usaha. Jika sebagai usaha, perhatikan jenis burung merpati yang laku dipasaran.

Menurut jenisnya, burung merpati terbagi atas beberapa ukuran badan yaitu:

  1. Merpati carrier atau pembawa memiliki tinggi 45 hingga 48 cm, berat 500 sampai 600 gram.
  2. Merpati carneau dengan berat mencapai 1 kilogram.
  3. Merpati strasser dengan banyak warna dibalik tubuh yang putih.
  4. Merpati mondaine jenis merpati dari Perancis dan Italia.

Sedangkan, jenis merpati yang berdasarkan bentuk badannya yaitu:

  1. Merpati kipas dengan ekor seperti kipas,
  2. Merpati jabobin dengan bulu di sekitar kepala yang terlihat seperti topi,
  3. Merpati frillback dengan bulu mirip sirip ikan di bagian badan dan sayap serta
  4. Merpati stropper memiliki tembolok dengan ukuran besar.

Namun, perlu diketahui bahwa merpati yang unggul yaitu merpati yang memiliki bulu bagus, bagian ujung sayap tidak turun, lincah dan memberikan perlawanan kuat ketika ditangkap.

Baca Juga :   Melantai di BEI, Perusahaan Peternakan Ini Tawarkan Saham Rp 142-200 per Lembar

Persiapan kandang

Sebelum membangun kandang, tentukan desain kandang yang akan dibuat. Burung merpati pada dasarnya suka hidup secara berkelompok, sehingga diperlukan kandang yang cukup luas. Desain kandang bisa mengikuti model kandang ayam dengan tinggi 35 cm, panjang 50 cm dan lebar 40 cm.

Untuk material kandang burung merpati, bisa menggunakan kayu atau baja ringan dan pada setiap sisi menggunakan jaring besi atau papan. Kandang yang baik yaitu kandang yang mendapatkan sinar matahari pagi, sehingga disarankan menghadap ke timur.

Pembibitan

Pilihlah bibit unggul dengan indukan jantan dan betina yang berkualitas, produktif dan mampu menghasilkan anakan. Bibit unggul yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Indukan merpati harus lincah, sehat dan berukuran besar.
  2. Berusia 7 bulan ke atas.
  3. Indukan harus memiliki bulu bagus dan mengkilap,
  4. Ujung sayapnya tidak melorot dan
  5. Kuat

Sebaiknya, jangan membeli indukan merpati yang terlalu tua seperti dengan ciri paru yang terlihat tebal, lubang hidung terlihat kerutan, daging tebal serta bulu tidak mengkilat lagi. Burung merpati yang dominan suka berada dalam kandang juga baik untuk dijadikan indukan.

Sanitasi kandang

Kandang harus dijaga kebersihannya serta sanitasi lingkungan kandang dan sekitarnya. Kandang yang bersih tentunya baik bagi indukan burung merpati agar dapat menghasilkan anakan yang bagus pula.

Sebaliknya, kandang yang dalam keadaan kotor dapat mendatangkan berbagai penyakit. Sehingga, perlu menyediakan alas untuk kotoran, agar kandang bisa dibersihkan dengan mudah. Sinar matahari juga dibutuhkan agar kandang tetap kering dan terjaga kelembabannya.

Perkawinan dan perjodohan

Perjodohan dan perkawinan pada burung merpati dapat dilakukan dengan menempatkan kedua merpati betina dan jantan di dalam satu kandang. Perkawinan terjadi jika terlihat ada kedekatan antara keduanya.

Baca Juga :   Aksi Solidaritas, Peternak Donasikan 1 Ton Telur untuk Nakes

Biasanya, burung merpati melakukan proses perkawinan pada malam hari.  Selanjutnya, pada siang hari merpati jantan dan betina dijemur dan dimasukan kembali ke dalam kandang. Ini dilakukan agar ketika malam harinya mereka bisa kawin kembali.

Kegiatan perkawinan ini dilakukan selama 2-3 hari. Dan jika perkawinan berhasil, merpati betina akan memberikan tanda-tanda akan bertelur. Tingkat keberhasilannya dapat dilihat dari kesuburan induk betina.

Penetasan    

Perhatikan suhu dan kelembaban kandang dalam melakukan proses penetasan. Anda juga perlu memperhatikan tanda-tanda merpati akan bertelur. Sebelum ayam bertelur, sebaiknya siapkan jerami kering di dalam kandang agar telur bisa aman.

Merpati akan menghasilkan sebanyak 2 butir telur yang nantinya akan dierami burung dan membutuhkan waktu menetas selama 19-22 hari.

Pemberian pakan

Indukan dan anak merpati yang sudah menetas diberikan pakan berupa pelet sebanyak 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Selain itu juga bisa diberikan pakan berupa kacang tanah atau kacang hijau serta miller.

Grit juga bisa diberikan sebagai asupan kalsium dan mineral dengan campuran bata merah, arang dan grit putih yang dihaluskan.

Pemeliharaan piyik (anakan merpati)

Selama sebulan, anak merpati atau piyik dibiarkan dulu bersama induknya. Setelah itu baru dipisahkan. Namun, jika tetap ingin digabungkan, sebaiknya piyik bersama induk betina saja.

Setelah Umur 7-9 bulan burung merpati sudah bisa dijual atau dikonsumsi. Budidaya burung merpati potong hanya butuh waktu 3 bulan untuk siap konsumsi.

Bagi Anda yang tertarik menjalankan usaha budidaya burung merpati, Anda bisa terapkan di rumah sebagai usaha sampingan yang menguntungkan.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani