Kisah Sukses Heri Purnomo, Dirikan Startup Penggemukan Sapi dan RPH

  • Bagikan
Heri Purnomo (Sebelah Kiri) Founder dan Chief Executive Officer Lemooin.
Heri Purnomo (Sebelah Kiri) Founder dan Chief Executive Officer Lemooin.

Mediatani – Heri Purnomo, pria kelahiran Tuban Jawa Timur memutuskan untuk mendirikan startup bernama Lemooin yang bergerak di bidang peternakan. Startup tersebut didirikannya setelah resah melihat peternak di sekitarnya yang sering menjual rugi sapinya.

Berkat ide cemerlangnya, Heri sukses membangun startup Lemooin yang dapat membantu masyarakat di sekitarnya, khususnya para peternak dalam membangun potensi yang ada di kota kelahirannya tersebut.

Menurut Heri, startup Lemooin dirancang bukan hanya sekadar bisnis dan juga membantu optimalisasi potensi yang ada di daerahnya, tetapi juga untuk membuat produk di bidang peternakan agar terserap dengan baik.

”Saya melihat potensi bisnis yang cukup besar di Kota Tuban khususnya di daerah saya. Terlebih lahan yang tersedia mendukung keinginan saya untuk mengembangkan bisnis di bidang peternakan,” ujar Heri dikutip dari tempo.co, Selasa (2/11).

Optimisme dan kepiawaian Heri patut diacungi jempol. Dengan didirikannya Lemooin sebagai sentra penggemukkan sapi dan Rumah Potong Hewan (RPH) halal, Ia telah membuka lapangan pekerjaan dan memberdayakan banyak perempuan di sekitar sentra produksi Lemooin tersebut.

Tak hanya itu, Heri juga berhasil menjadikan peternak lokal sebagai mitra dan mengedukasi para peternak tentang bagaimana mengoptimasi hewan ternak.

“Sebagai seseorang yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi, saya merasa perlu berbagi informasi utamanya kepada peternak lokal. Salah satunya dengan memberi edukasi tentang cara mengelola ternak yang baik, sehingga dapat menghasilkan sapi-sapi berkualitas tanpa mengeluarkan banyak biaya,” tuturnya.

Hasil survei Heri menunjukkan bahwa masih banyak peternak yang belum teredukasi sempurna tentang cara beternak yang baik dan optimum. Hal itu kemudian membuatnya miris, ditambah lagi peternak yang sering jual rugi tenaknya ke pedagang lokal.

Baca Juga :   Ini Sederet Tanaman yang Dapat Dimanfaatkan Sebagai Pestisida Nabati

Hal tersebut membuat demand peternak tak pasti dan secara tidak langsung akan berimbas pada pendapatan mereka. Heri pun berharap keberadaan startup ini bisa bermanfaat bagi sesama.

Goals besar dari inovasi Heri itu, yakni membantu pemerintah dalam memutar perekonomian di daerah serta mewujudkan swasembada pangan nasional.

Heri juga sangat memahami betul mengenai apa yang diinginkannya itu, serta dampak berdirinya Lemooin di tengah masyarakat konvensional yang belum teredukasi sempurna dengan peternakan modern.

Menurutnya, Lemooin bukan sekadar perusahaan dan pioneer daging sapi sehat, namun merupakan wadah untuk memberdayakan warga sekitar, salah satunya melalui program pro peternak yang ada di Lemooin.

Jatuh Bangun dalam Membangun Bisnis hingga Menginspirasi Semua Orang

Semua yang diraih Heri dalam membangun startup Lemooin adalah bentuk kegigihannya dalam mengawali bisnisnya. Sebelumnya Ia menghadapi banyak tantangan dan jatuh bangun.

“Sebelumnya saya berbisnis di bidang furniture serta food and beverage. Namun, manajemen yang kurang baik, akses dan terbatasnya pasar. Sehingga kedua bisnis ini terpaksa saya tutup,” jelasnya.

Heri sempat berhenti setahun, rasanya ia ingin menyerah dan tidak berniat lagu melanjutkan bisnisnya. Meski gagal dalam awal membangun bisnis hingga mengalami kerugian dengan jumlah cukup besar, ia tak menyurutkan langkahnya untuk menjadi pengusaha.

“Namun, ketika ada niat untuk berhenti, orang-orang di sekitar saya berhasil memotivasi untuk bangkit dari kegagalan. Alhamdulillah, tahun 2017 menjadi titik balik saya dan mencoba peruntungan lagi dengan membangun Lemooin, tentunya dengan konsep yang jauh lebih matang dari sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga :   Tiga Kelompok Ternak di Gunungkidul Peroleh Bantuan Pengolahan Pupuk Organik

Berkat kerja kerasnya, Heri berhasil mendirikan perusahaan berbasis CV (Commanditaire Vennootschap) pada tahun 2019. Pendirian CV merupakan langkah awal legalitas usaha untuk menjaring network yang lebih luas.

Terbentuknya CV ini, menurut Heri adalah bentuk komitmennya dalam berbisnis dan menjadi pengusaha, bukan sekadar legalitas semata.

Selain itu, Heri juga melakukan beragam sertifikasi untuk Lemooin serta melakukan diversifikasi produk ke produk daging olahan, Dendeng Sapi, dan Marinated Steak sebagai bentuk percepatan pengembangan usahanya.

Sejak awal berdiri Lemooin committed hingga pandemi Covid-19, penjualannya terus mengalami peningkatan. Karena saat ini semakin banyak konsumen yang sadar mengenai pentingnya makanan sehat dan higienis.

“Dan memang sudah menjadi targetnya untuk dikenal sebagai pioneer daging lokal sehat, berkualitas dan higienis. Salah satu upaya kami untuk go-nasional dan internasional misalnya Dendeng Sapi kemasan yang sudah bersertifikat HACCP,” terangnya.

Untuk mendapatkan produk yang dibuatnya saat ini, tambah Heri, bisa didapatkan di reseller Lemooin terdekat atau melalui media sosial instagram Lemooin dan e-commerce lainnya.

Heri Purnomo adalah sosok yang benar-benar menginspirasi semua orang khususnya bagi milenial yang ingin memulai usaha. Heri pun berpesan untuk para generasi milenial yang ingin berkarir sebagai pengusaha untuk tidak mudah menyerah begitu saja.

“Saya tidak menafikkan, di sepanjang perjalanan akan menemukan kerikil-kerikil yang membuat kita berpikir ulang dan mempertanyakan langkah yang telah kita buat. Namun percayalah, dengan kesulitan itu ada kemudahan didapatkan. Jangan sampai kerikil-kerikil tersebut menjadi alasan kita berhenti mencoba dan berjalan,” kata Heri.

  • Bagikan