Lagi Stres? Coba Peluk Sapi, Cara yang Satu Ini Sedang Tren Di Belanda

Koe Knuffelen.jpeg

Mediatani – Pandemi Covid-19 tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik dan kondisi ekonomi masyarakat. Diberlakukannya social distancing memaksa kita untuk lebih banyak belajar dan bekerja di rumah. Hal tersebut membuat banyak orang mengalami masalah kesehatan mental, seperti stres misalnya.

Berbagai upaya relaksasi pun dilakukan untuk menghindari gangguan kesehatan mental tersebut, mulai dari berkebun, beternak, dan berbagai hobi lainnya yang menurut mereka menyenangkan atau menenangkan pikiran.

Secara ilmiah, orang-orang mencari ketenangan dengan bermain di ladang atau memelihara tanaman untuk memulihkan kadar kortisol. Hormon kortisol adalah hormon yang berkaitan dengan respons tubuh terhadap stres dan dihasilkan oleh kelenjar adrenal.

Namun, lain halnya yang dilakukan oleh warga di negeri kincir angin ini. Orang-orang di Belanda saat ini sedang tren menenangkan diri dengan cara memeluk sapi. Mereka menyebutnya “Koe Knuffelen” yang artinya memang berpelukan dengan sapi.

Bagi sebagian orang, hal ini mungkin terdengar kurang menarik bahkan menggelikan. Namun percaya atau tidak, orang-orang yang merasa stres ramai-ramai mengunjungi peternakan untuk menghabiskan waktu hingga berjam-jam memeluk hewan mamalia tersebut.

Baca Juga  Hari Pangan Sedunia 2020: Kondisi Pangan di Tengah Pandemi

Dilansir dari BBC, praktik memeluk sapi ini bisa membawa ketenangan. Dikatakan jika memeluk, mengelus, bersandar pada sapi sangat menenangkan karena suhu tubuh tak kurang dari 39 derajat Celsius dengan detak jantung yang terbilang lambat.

Memeluk sapi dipercaya dapat turunkan stres

Memeluk sapi merupakan bentuk self-care yang mendatangkan kedamaian dan mengurangi stres dengan mendorong oksitosin dalam diri manusia, yaitu hormon yang meningkatkan ikatan sosial.

Sapi dipilih karena efek menenangkan dari memeluk binatang peliharaan menjadi lebih tinggi ketika dilakukan dengan mamalia besar. Memeluk sapi pun tampaknya bisa dijadikan alternatif bagi mereka yang jomblo atau tidak punya pasangan.

Selain itu, berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasi di jurnal Applied Animal Behaviour Science, kegiatan ini bisa bermanfaat untuk sapi. Tidak merasa terganggu dengan kehadiran manusia, para sapi juga bisa merasa relaks karena merasa dipijat.

“Ini menunjukkan bahwa sapi mungkin merasakan bagian tubuh manusia yang sering dibelai mirip dengan penjilatan sosial,” tulis para peneliti dalam penelitian mereka.

Baca Juga  Warga Israel Menghalangi Petani Palestina Panen Zaitun Hasil Kebunnya

Namun, jika Anda tidak bisa melakukannya di peternakan sapu, membelai hewan peliharaan yang lebih kecil juga terbukti menurunkan tekanan darah pada manusia dan memberikan efek relaksasi.

Sebenarnya, aktivitas memeluk sapi tersebut sudah dilakukan di pedesaan Belanda sejak sepuluh tahun lalu. Kegiatan itu menjadi semakin populer belakangan setelah banyak orang berusaha untuk lebih dekat dengan alam dan kehidupan desa.

Kini ramai bermunculan peternakan yang menawarkan koe knuffelen. Peternakan di Amerika Serikat dan Swiss juga telah mengadopsi mode kesehatan itu. Salah satunya di Voorst dan kini warga New York pun sudah mengenalnya. Tepatnya di Mountain Horse Farm di Naples.

Meski kuda menjadi hewan utama, sapi pun dapat ditemui di sini. Dengan biaya $75 per jam pengunjung dapat memeluk sapi yang detak jantungnya disebut memiliki efek menenangkan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Artikel Terbaru