Langkah-langkah dan Strategi Bisnis Budidaya Ikan Kerapu

Mheela Nisty - Mediatani.co
  • Bagikan
Ikan kerapu hasil budidaya

Mediatani – Ikan kerapu dikenal memiliki rasa daging yang terbilang gurih. Selain itu, ikan ini juga memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi. Berbagai kelebihan itu membuat ikan kerapu menjadi sebuah produk komoditas perikanan yang memiliki harga jual yang cukup mahal.

Maka wajar saja jika potensi tersebut banyak dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis pemula untuk menjadikan usaha kerapu sebagai usaha baru yang sangat menjanjikan keuntungan yang cukup besar.

Jika Anda berniat untuk memulai bisnis ini, maka Anda perlu memahami beberapa langkah apa saja yang harus diperhatikan sebelum memulai bisnis budidaya ikan kerapu. Berikut Langkah-langkah bisnis budidaya ikan kerapu yang Mediatani rangkum dari berbagai sumber.

Cari tahu jenis ikan dan sasaran konsumen

Sebaiknya Anda terlebih dahulu melakukan survey jenis ikan kerapu yang paling banyak diminati oleh masyarakat di daerah Anda. Beberapa jenis ikan kerapu yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat adalah jenis kerapu lumpur, kerapu macan dan kerapu bebek.

Ikan kerapu memang merupakan jenis ikan konsumsi yang permintaannya cukup tinggi di pasar domestik. Berbagai kalangan yang dapat menjadi sasaran konsumen yaitu, mulai dari ibu rumah tangga, para pelaku usaha kuliner, pada pedagang ikan di pasar dan para pengepul serta eksportir.

Bisnis budidaya ikan kerapu

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum menjalankan usaha budidaya ikan kerapu, diantaranya yaitu:

  • Memilih benih yang bagus. Beberapa ciri benih kerapu yang berkualitas adalah mempunyai berat 2 – 3 ons per ekornya, tidak terkena penyakit, sisik ikan memiliki warna yang cerah dan ikan tidak cacat.
  • Sebelum melakukan penebaran, sebaiknya lakukan aklimatisasi pada benih kerapu terlebih dahulu. Hal ini untuk menghindari benih mengalami stres dan tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya.
  • Idealnya, waktu penebaran itu disaat cuaca sedang sejuk, yaitu di waktu pagi dan sore hari. Biasanya suhu air pada saat itu berkisar antara 24 – 30 derajat celcius. Kolam dengan ukuran 1,5 x 3 x 3 meter, dapat diisi kurang lebih 500 benih ikan kerapu. Namun, hindari kepadatan berlebih karena ikan kerapu mempunyai sifat kanibal.
  • Benih ikan kerapu dapat diberi pakan pelet. Setelah 3 – 4 hari setelah penebaran, pakan pelet dapat dikombinasikan dengan potongan – potongan ikan atau ikan rucah. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi dan sore hari.
  • Anda dapat memanen ikan kerapu sesuai dengan ukuran ikan yang dibutuhkan oleh pasar. Namun, berat ikan kerapu yang ideal untuk dipanen, yaitu sekitar 500 – 1.000 gram. Agar ikan tidak stres sebaiknya ikan dipanen pada waktu pagi dan sore hari.
  • Anda juga harus memperhatikan proses distribusi dari lokasi budidaya ikan kerapu ke tangan konsumen. Pastikan ikan kerapu tetap dalam keadaan segar atau tidak mengalami penurunan kualitas. Untuk mengangkutnya, Anda bisa menggunakan drum plastik.
Baca Juga :   Wilayah Pesisir Berau Lebih Potensial untuk Budidaya Perikanan

Kelebihan bisnis budidaya ikan kerapu

Ikan kerapu termasuk jenis ikan konsumsi yang selalu dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Keuntungan usaha ini cukup bagus karena ikan kerapu memiliki tingkat pertumbuhannya yang cukup cepat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun pasar ekspor.

Selain itu, ikan kerapu mempunyai kebiasaan hidup di dalam dasar perairan. Sehingga, jika terjadi banjir atau air sampai meluap, ikan tidak akan ikut hanyut terbawa air luapan.

Kekurangan bisnis ikan kerapu

Bisnis ini juga sering menemui beberapa kendala. Salah satunya yaitu keterbatasan benih. Selama ini jika pembudidaya kekurangan benih kerapu, maka jalan yang ditempuh adalah mengandalkan benih hasil dari tangkapan nelayan. Sementara benih yang berasal di balai pembenihan ukurannya masih terlalu kecil dan harganya cukup mahal.

Baca Juga :   Ikan Nila yang Sering Ditebar Pemerintah di Perairan Umum Dianggap Mengganggu Populasi Ikan Lokal

Selain kendala itu, kendala lain yang tak jarang dialami pembudidaya adalah kegagalan panen. Faktor yang mempengaruhi kegagalan panen, antara lain yaitu serangan hama dan penyakit, bencana alam dan ancaman pencurian ikan yang marak terjadi.

Strategi usaha budidaya kerapu

Pemilihan lokasi sangat berperan penting dalam bisnis budidaya ikan kerapu. Pastikan lokasi tersebut memiliki kualitas air yang terjaga atau tidak tercemar bahan – bahan kimia. Jika ikan kerapu yang Anda budidayakan terserang hama dan penyakit, maka segera pisahkan ikan sehat dan sakit serta lakukan pengobatan sesuai dengan prosedur pemakaian.

Selain itu, pastikan sarana dan prasarana yang digunakan dalam budidaya kerapu dapat menunjang dan terjaga dengan baik. Jika hal ini dapat Anda perhatikan, maka hasil panen yang akan diperoleh juga akan lebih berkualitas.

Untuk proses pemasarannya, sebaiknya ikan yang dijual dalam keadaan hidup. Karena ikan yang masih hidup dapat memiliki harga yang mencapai dua kali lipat dari ikan kerapu yang dijual dalam keadaan mati.

Ikan kerapu yang Anda panen dapat langsung dipasarkan ke pedagang – pedagang ikan segar yang ada di pasar tradisional. Anda juga dapat menawarkannya ke berbagai macam restoran atau rumah makan yang menyediakan menu – menu seafood sebagai masakan utamanya.

Sedangkan untuk pasar ekspor, Anda dapat menawarkannya kepada agen atau perusahaan pengepul yang sering mendistribusikan ikan kerapu ke pasar mancanegara.

  • Bagikan