Mediatani – Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah akan mengizinkan impor langsung garam industri yang akan digunakan sebagai bahan baku dalam industri pangan.

Hal tersebut dilakukan agar pemerintah bisa mengawasi secara ketat garam impor yang masuk dan tidak merembes ke pasar domestik.

“Garam industri hanya diimpor oleh industri yang membutuhkannya. Sehingga nanti tidak ada lagi garam rakyat menjadi harganya seperti sekarang ini,” terang Luhut dilansir dari Detik Finance, Senin (5/10/2020).

Menurutnya, dengan mencegah rembesan dari masuknya garam impor, akan membuat harga garam rakyat kembali pulih. Pasalnya, selama ini harga garam petani terus mengalami penurunan. Bahkan ada kabar harga garam di petani tambak hanya sekitar Rp 150-250 per kg.

Selain itu, kualitas dari garam rakyat yang masih di bawah standar juga akan menjadi perhatian serius pemerintah. Salah satunya dengan mendorong pembangunan infrastruktur pendukung untuk industri garam rakyat.

“Jadi presiden sudah perintahkan Kementerian PUPR untuk membangun infrastruktur jalan dan saluran air ke tempat garam. Mengenai bidang teknologi saya kira pak Bambang bisa tambahkan,” jelasnya.

Jika hal itu dijalankan dengan baik, Luhut yakin harga garam di petani tambak bisa kembali pulih. Dia janji pemerintah akan menjaga harga garam rakyat kembali ke level di atas Rp 1.000 per kg.

Baca Juga  Panen Perdana, Halmahera Timur Kini Mandiri Benih Padi

“Garam rakyat itu harus kita mantain di Rp 1.000 (per kg) sehingga rakyat bisa menikmati garam ini. Mudah-mudahan bisa selesai 2021 akhir,” ucapnya.

Terkait kualitas garam, Menristek Bambang Brodjonegoro menambahkan, pemerintah akan meningkatkan kualitas garam rakyat agar bisa diserap oleh industri. Sebab selama ini garam rakyat kualitas NaCL-nya hanya 88-90%.

“Padahal kebutuhan standar garam industri di atas 97%. Karenanya untuk meningkatkan standar sekaligus harga maka harus ada upaya tingkatkan kadar NaCl tersebut,” ucapnya.

Untuk meningkatkan kualitas NaCL garam rakyat, pemerintah akan menambah washing plant di lahan-lahan petani garam. Diharapkan teknologi itu akan meningkatkan kualitas NaCL garam rakyat dari di bawah 90% menjadi 92%.

Bambang juga menjelaskan bahwa BPPT saat ini sudah mengembangkan teknologi untuk tingkatkan kualitas NaCl dalam bentuk pabrik garam atau biasa disebut instalasi garam industri, di mana kualitas NaCl akan naik lagi dari 92% menjadi 98%.

“Jadi memang jawabannya adalah harus ada konsep garam industri terintegrasi. Terintegrasi dari lahan petaninya sampai kepada pabrik pengolahan peningkatan NaCl-nya,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here