Maju dan Berdayakan Peternak Sapi Lokal dengan Konsep Piaraa.id

Busrah Ardan - Mediatani.co
  • Bagikan
Andromeda Sindoro Pengusaha eskrim/via detikcom/IST

Mediatani – Sweet Sundae adalah perusahaan yang memproduksi olahan susu antara lain ice cream, gelato dan yougurt. Perusahaan menyadari betul bahwa produksi susu di Indonesia saat ini belum sepenuhnya mencukupi.

Padahal susu dapat menjadi komoditas unggulan yang dapat berdampak baik bagi perekonomian daerah maupun Indonesia. Indonesia hingga kini masih bergantung dengan pasokan susu dari impor sebesar 82%.

Potensinya, jika Indonesia dapat memaksimalkan para peternak, Indonesia juga mampu memproduksi susu dengan kualitas yang tidak kalah saing.

Demikian dikatakan Andromeda Sindoro Soekarno, Pemilik Sweet Sundae kepada Tribun Jogja, Selasa (14/4/2021), mengutip, Jumat (16/4/2021).

“Berangkat dari keprihatinan itulah Sweet Sundae tidak lagi hanya mengolah susu sebagai produk olahan. Namun mulai bergerak aktif membangun dan mengembangkan inovasi dari hulu ke hilir melalui penguatan pemberdayaan masyarakat di kawasan Sleman,” kata Andromeda.

Dalam perwujudannya, Sweet Sundae akan mengembangkan peternakan sapi perah berkonsep modern dengan Piaraa.id.

Sleman akan menjadi tempat untuk mengembangkan konsep peternakan modern ini. “Di Kabupaten Sleman sudah pernah berdiri Koperasi Warga Mulya yang bergerak dalam produksi susu segar, sehingga kehadiran Sweet Sundae diharapkan dapat menghidupkan kembali para peternak melalui suatu konsep Piaraa.id,” katanya lagi.

Piaraa.id merupakan program yang disusun oleh Sweet Sundae untuk mendukung kesejahteraan
peternak lokal sekaligus untuk memaksimalkan produksi susu.

Baca Juga :   Jelang Bulan Puasa, Harga Telur Justru Anjlok

Konsep Piaraa.id sendiri merupakan sebuah sistem yang ke depannya akan dijadikan sebagai acuan pola investasi sapi pertama di Indonesia.

Konsep ini melibatkan langsung para peternak lokal dan juga masyarakat sekitar untuk mengelola langsung.  Sehingga peternak tidak lagi akan mengalami kerugian.

Apalagi, selama ini peternak cenderung mendapatkan harga susu dibawah harga jual yang ditetapkan. “Kabupaten Sleman akan menjadi wilayah pertama di Indonesia yang dijadikan percontohan penerapan program Piara.id.

Kemudian dalam kurun waktu 2-3 tahun akan mulai diaplikasikan di beberapa wilayah di Indonesia,” terang Andromeda.

Konsep Piaraa.id di tahun 2019 lalu mendapatkan peringkat pertama di tingkat Internasional sebagai sebuah inovasi dalam perlombaan yang diadakan Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) di Filipina serta beberapa penghargaan lainnya di internasional maupun nasional.

Sebagai bentuk bakti pada Indonesia dan khususnya untuk memajukan Yogyakarta, Piara.id akan mulai digarap pertengahan tahun 2021 dan diharapkan di tahun 2022 sudah dapat diaplikasikan di wilayah lainnya.

Di samping menggandeng Koperasi Warga Mulya, Sweet Sundae juga berkolaborasi dengan masyarakat Hargobinagun, Sleman.

Baca Juga :   Gemolong Jadi Pemasok Daging Anjing, Begini Respon Dinas Terkait

Tidak hanya itu saja, bahkan secara untuk menghasilkan susu yang berkualitas, Sweet Sundae tengah melakukan kerjasama dengan pihak Australia untuk memurnikan bibit sapi perah dengan produktifitas tinggi, karena masih banyak sapi dipeternak telah tercampur dengan genetic sapi perah lainnya.

“Dengan adanya kolaborasi diantara tiga stakeholder dengan penguatan di masyarakat, Sweet Sundae optimis tidak hanya akan berdampak positif bagi masyarakat, namun juga membantu pihak pemerintah dalam menciptkan lapangan kerja, meningkatkan jumlah produksi susu dalam negeri dan peningkatan pendapatan daerah,” katanya.

Dalam waktu dekat Sweet Sundae akan melakukan pertemuan ketiga stakeholder untuk mempersiapkan langkah pertama yaitu sosialisasi Piaraa.id.

Alumni Mahasiswa Fapet UGM Jadi Pengusaha Eskrim dan Berhasil Berdayakan 955 Peternak

Bisnis Sweet Sundae Ice Cream, milik pasangan Andromeda Sindoro dan Yuki Rahmayanti telah memasok es krim untuk hotel-hotel di Indonesia.

Andro mengisahkan bisnisnya ini berawal pada 2008 lalu, ketika dirinya masih berkuliah di semester 6 Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Saat itu, lanjutnya, dia menjadi asisten dosen bersama teman-temannya dan diminta membantu proyek dosen membina peternak sapi perah di daerah Cangkringan, Kaliurang…baca selengapnya dengan klik di sini. (*)

  • Bagikan