Maksimalkan Ekspor Pertanian, Cara Plt Gubernur Sulsel Kendalikan Inflasi

  • Bagikan
Sumber foto: sulselsatu.com

Mediatani – Acara Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2021 berlangsung di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Acara peresmian ini di hadiri oleh Andi Sudirman Sulaiman selaku Plt Gubernur Sulawesi Selatan.

Baca Juga :   Mengenal Hari Krida Pertanian 21 Juni dan Perayaannya

Dilansir dari laman sulselsatu.com, acara peresmian yang berlangsung pada hari Rabu (25/8/2021) ini mengusung tema “Mendorong Peningkatan Peran UMKM Pangan Melalui Optimalisasi Digitalisasi untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Stabilitas Harga Pangan”.

Selain Plt Gubernur Sulawesi Selatan, kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Fadjar Majardi selaku Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam Lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel.

Dalam kesempatan ini, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman menyampaikan bahwa dirinya mendukung langkah Presiden Jokowi dalam upaya peningkatan perekonomian dari komoditas pertanian. Terlebih lagi, Sulawesi Selatan merupakan daerah yang dikenal kaya dengan hasil pertanian.

“Bapak Presiden meminta tim TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) agar bukan fokus masalah inflasi, juga fokus memacu produk dalam negeri untuk komoditas unggulan. Dalam rangka memperbaiki struktur ekonomi kita, seperti tanaman porang,” ungkap Plt Gubernur Sulsel.

Sudirman Sulaiman juga mengaku bahwa Pemprov Sulsel akan terus memaksimalkan optimalisasi kegiatan ekspor, terutama terhadap komoditas pertanian. Hal ini sebagai upaya agar terjaganya stabilitas terhadap harga bahan pokok.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, Fadjar Majardi mengatakan bahwa inflasi yang terjadi tidak boleh terlalu rendah. Menurutnya, ditinjau dari sisi perkembangan harga masih aman, tetapi diketahui ada indikasi terhadap permintaan yang melemah.

“Untuk Inflasi di Sulsel, fluktuatif lebih tinggi sedikit, itu juga terkait dengan pertumbuhan di sini lebih besar daripada nasional. Jadi tingkat permintaannya juga lebih tinggi dan kita jauh melihat aktivitas masyarakatnya/mobilitasnya masih lebih tinggi,” jelas Fadjar.

Sementara itu, Presiden RI, Joko Widodo mengakui bahwa perekonomian negara semakin membaik. Meski demikan, menurutnya, semua tetap harus menjaga kewaspadaan. Saat ini diperlukan keseimbangan antara ekonomi dan kesehatan.

“Perlu mengatur keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi. Bagaimana mengatur rem dan gas, penyebaran Covid-19 harus dikendalikan, masyarakat yang tentan harus dilindungi, serta daya beli masyarakat harus ditingkatkan,” jelas Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga menekankan beberapa hal, salah satunya adalah perlunya menjaga ketersediaan stok dan juga stabilitas harga. Sektor ekonomi perlu didorong secara pro-aktif agar terus tumbuh produktif melalui produktivitas petani dan nelayan serta memperkuat UMKM.

Menurutnya, masih banyak potensi komoditas ekspor yang perlu dikembangkan, seperti porang dan sarang burung walet. Karena itu, hal ini harus digarap serius, bukan hanya untuk meningkatkan nilai tukar petani, tetapi juga harus disiapkan dari hulu ke hilir.

“Kami juga mendorong percepatan penyaluran KUR kepada masyarakat, khususnya bagi petani serta mempermudah akses pemasaran bagi UMKM,” pungkas Presiden Joko Widodo.

  • Bagikan