Banner Iklan @a2tani.id

Manfaatkan Lahan Potensial, Warga Lumajang Budidaya Ikan Konsumsi dan Ikan Hias

  • Bagikan
Kolam ikan di Kecamatan Rowokangkung.

Mediatani – Sektor perikanan budidaya di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terus menggeliat. Hal itu terjadi karena masyarakat, khususnya di Kecamatan Rowokangkung menyadari bagusnya potensi lahan di daerah tersebut.

“Terbukti beberapa tahun ini banyak masyarakat yang membuat kolam untuk ikan konsumsi seperti ikan lele dan gurami,” ungkap Camat Rowokangkung Aziz Fachrurrozi di Lumajang, dilansir dari Genpi.co, Jumat (18/6) kemarin.

Banner Iklan @a2tani.id

Aziz mengatakan selain ikan konsumsi, masyarakat yang membudidayakan ikan di Rowokangkung juga merambah ke budidaya ikan hias khususnya ikan koi.

Bahkan, tambah Aziz, pembudidaya ikan koi di Rowokangkung kini mulai kewalahan untuk memenuhi permintaan luar kota karena terbatasnya lahan. Ia menilai, banyaknya peminat ikan koi Lumajang ini karena kualitas ikan koi dari daerahnya itu memang bagus, bahkan berhasil menjuarai beberapa kontes nasional.

Ia mengungkapkan, di daerahnya terdapat 10 pembudidaya ikan koi yang selama ini belum bisa memenuhi besarnya permintaan pasar karena tidak memiliki luas lahan yang memadai. Namun, ke depan Pemerintah akan melakukan pengembangan.

“Potensi perikanan di Rowokangkung bagus karena mudahnya sumber air dan cocok dengan perikanan, serta ditunjang dengan keberadaan Balai Benih Ikan milik Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang yang berada di Desa Sidorejo,” jelasnya.

Baca Juga :   Kenaf, Solusi Budidaya Ramah Lahan Gambut

Pengelola Balai Benih Ikan Dinas Perikanan Lumajang Supriyadi menjelaskan bahwa 40 kolam yang terdapat pada lahan seluas 2 hektare mampu menghasilkan ikan lele sebanyak 3 hingga 5 kuintal setiap harinya.

“Biasanya mulai jam 2 siang sudah ramai orang datang ke sini yang mengambil ikan untuk dijual di pasar-pasar yang ada di Lumajang,” tambahnya.

Disamping itu, Pemkab Lumajang juga berusaha memanfaatkan sungai untuk budidaya ikan air tawar dan tambak ikan air payau di pesisir pantai selatan Lumajang.

Selain di sungai, nantinya juga akan diterapkan pembuatan karamba atau jaring apung di beberapa danau yang berada di kawasan objek wisata di Lumajang seperti Ranu Pakis, Ranu Klakah dan Ranu Bedali.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perikanan Pemkab Lumajang Ir. Agus Widarto, MM meyakini budidaya ikan hias sangat prospektif untuk dikembangkan di Lumajang. Menurutnya, pengembangan yang dilakukan pihaknya itu adalah langkah untuk memberikan diversifikasi dalam berbudidaya ikan tidak saja ikan nila tapi juga koi.

“Selain ikan nila, koi juga mempunyai nilai jual yang cukup tinggi sehingga kami berharap agar para pembudidaya ikan akan dapat hasil lumayan tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :   Mulai 2022, Pengembangan Kerapu dan Kakap di NTB-NTT Jadi Andalan Budidaya Nasional

Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa pembudidaya ikan seharusnya tidak hanya menjadikan budidaya ikan konsumsi sebagai sumber penghasilan, melainkan juga bisa membudidayan ikan hias untuk mendapatkan penghasilan.

Dengan adanya upaya pengembangan di Keramba Jaring Apung Ranu Klakah, diharapkan masyarakat melakukan kerjasama pembudidaya di lokasi pengembangan tersebut dengan para breeder koi yang ada di Jogja.

Meskipun masih dalam taraf melakukan pembesaran, namun pihaknya yakin nantinya akan semakin berkembang pembenihan koi melalui breeder breeder lokal yang ada di Kabupaten Lumajang.

Selain itu, Dinas Perikanan Lumajang juga sudah mengadakan pelatihan olahan hasil perikanan, dengan tujuan untuk dapat membuat perekonomian keluarga pembudidaya menjadi lebih baik.

Pengembangan sektor perikanan budidaya ini tentu meliputi peningkatan produksi benih, indukan, penyediaan lahan, hingga inovasi pakan mandiri. Komitmen untuk mengembangkan perikanan di Kabupaten Lumajang, salah satunya termasuk menjaga sektor budidaya tetap produktif sebagai upaya menanggulangi dampak Covid 19.

“Kebutuhan pangan protein hewani akan terus meningkat dan ikan merupakan salah satu sumber makanan yang memiliki gizi dan protein untuk meningkatkan sistem imun tubuh,” tuturnya.

Banner Iklan Mediatani
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani