Mau Punya Media Tanam Subur? Kamu Bisa Buat dengan 3 Cara Ini

  • Bagikan
Mediatanam/IST

Mediatani – Untuk kamu yang memiliki minat dalam dunia berkebun, ada baiknya harus paham bahwa media tanam menentukan pertumbuhan tanaman.

Sayangnya, banyak pekebun yang masih terlalu fokus pada tata cara perawatan tanaman yang dimilikinya sehingga lupa atau mengabaikan media tanam yang diperlukan.

Sumber nutrisi sebuah tumbuhan atau tanaman berasal dari tanah maupun media tanamnya. Maka dari itu, kamu perlu tahu ciri-ciri media tanam yang baik dan memahami cara membuatnya.

Dilansir dari Kompas.com, Kamis (6/5/2021), berikut adalah tiga langkah membuat media tanam subur.

  1. Kenali Aneka Jenis Media Tanam

Ada empat jenis media tanam yang mudah sekali untuk kamu dapat, yakni tanah liat atau tanah merah, sekam mentah, sekam bakar, dan kokopit atau sabut kelapa.

Keempat media tanam tersebut memiliki karakteristik masing-masing. Misalnya, tanah liat atau tanah merah itu lengket, jadi mudah mengikat air juga unsur hara.

Sekam mentah atau kulit padi itu berporos sehingga memberikan rongga udara yang baik dan bagus dalam mengikat air.

Sementara sekam bakar atau sekam mentah yang diasap lebih steril dari sekam mentah, jadi tidak akan ada padi yang tumbuh liar.

Kandungan karbon sekam bakar juga lebih tinggi, jadi sangat baik dalam mengikat unsur hara atau nutrisi dan air.

Baca Juga :   Jokowi Minta Produksi Pangan ditingkatkan, Mentan: Kami Siap di Lapangan

Terakhir, sabut kelapa atau kokopit dia adalah ekstrak serat alami dari kulit luar kelapa yang sering kali dijadikan substitusi untuk pekebun yang tidak memiliki tanah liat atau tanah merah.

  1. Campur Media Tanam

Kamu pasti ingin media tanam yang berongga, berporos, dan gembur. Kamu bisa mencampur keempat jenis media tanam yang disebutkan sebelumnya.

Rasio atau perbandingan media tanam yang bisa digunakan adalah dua tanah liat, satu sekam mentah, dan satu sekam bakar.

Jika tidak memiliki tanah liat, bisa menggunakan sabut kelapa. Namun, jika memiliki tanah liat dan sabut kelapa, bisa menggunakan keduanya.

Jadi, satu tanah liat dan satu sabut kelapa. Dengan begitu, teksturnya akan semakin kaya.

Untuk mencampur rasio tersebut, kamu tinggal menyatukannya, yakni satu tanah liat, satu sekam mentah, satu sekam bakar, dan satu sabut kelapa.

Campurkan semuanya sampai merata. Saat keempat media tanam sudah tercampur dengan baik, kamu akan dapat menghasilkan tekstur yang gembur, yaitu seperti masih ada lengketnya, tapi mudah terurai.

Tekstur media tanam gembur sangat berbeda dengan tekstur tanah liat yang sangat lengket dan akan membentuk bola ketika ditekan.

Baca Juga :   Kamu Bisa Coba di Rumah, Ini 9 Jenis Media Tanam Hidroponik

Sedangkan, tekstur media tanam gembur tidak akan membentuk bola ketika ditekan, hanya sedikit lengket dan bisa hancur.

Kombinasi satu tanah liat, satu sekam mentah, satu sekam bakar, dan satu sabut kelapa bisa mengikat unsur hara dan masih bisa mengikat air.

Dengan begitu, kamu sudah memiliki tekstur media tanam yang gembur dan berporos.

  1. Tambahkan Pupuk atau Kompos

Langkah terakhir, memastikan bahwa media tanam yang telah dibuat ditambahkan pupuk maupun kompos untuk memberikan media tanam unsur hara dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tanaman.

Pada Media Tanam Kompos berfungsi menyuburkan media tanam yang kamu gunakan. Jadi, kamu harus mencampur kompos dalam media tanam yang telah kamu buat.

Rasio komposnya minimal sepertiga dari volume media tanam atau maksimal setengah agar unsur haranya tidak terlalu banyak.

Perlu diingat, kebanyakan unsur hara sama buruknya dengan kekurangan unsur hara untuk tanaman.

Kompos atau pupuk juga akan berfungsi semakin meningkatkan kualitas serta tekstur media tanam.

Jadi, tidak hanya memberi unsur hara, tetapi memperbaiki tekstur. Ketika media tanam dari satu tanah liat, satu sekam mentah, satu sekam bakar, dan satu sabut kelapa, ditambah pupuk atau kompos, maka media tanam siap dipakai. (*)

  • Bagikan