Mengenal Jenis Probiotik untuk Budidaya Ikan, Bisa Dibuat Sendiri

  • Bagikan
Kolam lele bundar buatan Trimono.

Mediatani – Probiotik merupakan jenis bakteri yang sengaja diberikan pada ikan atau air kolam karena memiliki keuntungan tertentu. Berbagai jenis bakteri yang menguntungkan ini biasanya diperoleh dan hidup dalam usus mamalia.

Saat ini ada banyak jenis produk probiotik yang beredar di pasaran. Selain menawarkan berbagai macam merek, probiotik tersebut juga mengandung beberapa jenis bakteri yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.

Berikut beberapa jenis bakteri yang paling sering digunakan untuk budidaya ikan yang Mediatani rangkum dari berbagai sumber.

  1. Bakteri Escherichia colli, yaitu bakteri yang dapat menguraikan sisa-sisa mahluk hidup, termasuk kotoran dan keringat (lendir).
  2. Bakteri Nitrosococcus dan Nitrosomonas, yaitu bakteri yang mampu menyuburkan atau menjadi pupuk di tanah dengan mengubah nitrit menjadi nitrat (nitrifikasi).
  3. Bakteri Methanobacterium, yaitu baketeri yang mampu menghancurkan sampah dan kotoran ikan (proses pembusukan).
  4. Bakteri Rhizobium, yaitu bakteri yang berperan dalam mengikat nitrogen (kesuburan air kolam).
  5. Bakteri Lactobacillus bulgaricus, yaitu bakteri yang dapat menghasilkan asam laktat atau menghancurkan laktosa.

Berbagai keuntungan penggunaan probiotik

Dilansir dari laman resmi Dinas Pertanian Dan Pangan Kudus, disebutkan ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari pencampuran probiotik dengan pakan ikan.

Pertama, pakan yang digunakan lebih hemat, namun ukuran pakan menjadi lebih besar. Hal ini terjadi karena setelah pakan dicampur dengan probiotik dan air dengan perbandingan 1:1 dan menjadi memuai, sehingga jumlah pakan menjadi dua kali lipat.

Kedua, dengan cara ini pakan akan langsung dicerna oleh usus ikan karena pellet menjadi lebih lembut dan lebih mudah untuk dicerna. Tekstur pellet tersebut menjadi lembut karena telah direndam saat teksturnya lebih keras.

Ketiga, energi yang digunakan ikan untuk makan menjadi lebih hemat. Sebab, tekstur pakan yang lembut bisa langsung dicerna membuat ikan tidak membutuhkan energi yang banyak untuk menghancurkan pellet ini.

Baca Juga :   12 Tanaman Hias Ini Beri Keajaiban Pada Udara Di Rumah Anda

Keempat, nutrisi pakan menjadi bertambah, karena probiotik yang ditambahkan pada pakan juga mengandung bakteri yang menguntungkan bagi usus ikan. Selain itu, daya tahan tubuh ikan juga bisa meningkat.

Keuntungan lain yang didapatkan pada penggunaan probiotik pada pakan ikan ini, yakni merangsang nafsu makan ikan, pertumbuhan ikan menjadi lebih cepat karena meningkatnya nafsu makan dan penyerapan pakan bisa lebih maksimal, tingkat kematian ikan lebih kecil serta ikan yang dipanen memiliki daging yang lebih padat.

Probiotik ini juga bagus untuk perawatan air kolam, karena bakteri tersebut mampu menguraikan lumpur secara alami sehingga air kolam menjadi tidak gampang bau.

Pembuatan probiotik

Meskipun produk probiotik dalam bentuk kemasan sudah banyak beredar di toko, namun para pembudidaya ikan juga bisa membuat probiotik sendiri dengan menggunakan bahan yang sederhana atau mudah didapatkan.

Berikut beberapa formula untuk membuat probiotik sendiri.

Formula 1

Berbagai jenis bakteri probiotik yang disebutkan diatas bisa didapatkan dengan biaya yang lebih hemat dengan menggunakan rumen sapi, yakni kotoran yang masih terbungkus dalam kantong besar usus sapi.

Selain rumen sapi, beberapa bahan lain yang perlu disiapkan yaitu dedak halus, gula merah dan air bersih. Sedangkan peralatan yang digunakan adalah ember besar beserta tutupnya, timbangan, corong, saringan, botol atau jirigen.

Cara membuatnya:

Siapkan ember besar, kemudian masukan sebanyak 5 kg rumen sapi, 2 kg dedak halus, 9 liter air bersih dan 1 kg gula merah yang telah diencerkan dalam 1 liter air.

Aduk semua bahan yang telah dimasukkan hingga tercampur merata, setelah itu tutup embernya dan biarkan selama seminggu. Ember dibuka setiap harinya untuk diaduk dan ditutup kembali.

Baca Juga :   Pasar Ikan Modern diharap Penuhi Kebutuhan Konsumsi Masyarakat

Setelah seminggu, cairan yang ada di ember disaring menggunakan kain kasa atau saringan santan. Tampung cairan tersebut dan masukkan ke dalam jerigen atau botol plastik. Probiotik siap untuk digunakan atau ditebarkan ke air kolam.

Dosis pemberian probiotik cukup 100 ml untuk 10 m3 air kolam. Sebelum ditebar, probiotik dicampur terlebih dulu dengan 2-3 liter air dalam wadah ember.

Probiotik yang telah diaduk langsung disebar ke kolam secara merata. Probiotik bisa ditebarkan setiap 4-7 hari sekali ke dalam kolam untuk menjaga kualitas air dan ikan terhindar dari serangan penyakit.

Formula 2

Formula yang kedua menggunakan bahan dasar berupa temulawak, kencur, kunyit, asam, tetes/molases, microba (yakult), semua bahan dasar tersebut kemudian digiling dan dicampur.

Cara membuat:

Semua bahan dicampur dalam 1(satu) wadah dan diaduk hingga merata. Sambil diaduk, tambahkan tetes/molases dan air 1(satu) liter ke dalam campuran, lalu campurkan yakult ke dalam larutan tadi dan aduk kembali.

Setelah tercampur merata, masukkan bahan ke dalam jerigen dan tutup rapat, kemudian diamkan selama 10 (sepuluh) hingga mikroba berkembang biak, namun setiap 1-2 kali sehari buka tutupnya agar tidak meledak atau mengeluarkan uap di dalam jerigen. Setelah hari ke-11, jamu (probiotik) sudah dapat digunakan sebagai campuran pakan ikan.

Cara pemakaian:

Campurkan probiotik 100 ml dengan air 500 ml dan aduk hingga merata. Kemudian campurkan 1 (satu) kg pakan ikan dengan larutan tadi sambil diaduk hingga merata, lalu diamkan dan tutup pakan tersebut hingga semalam. Biarkan campuran jamu meresap dan pakan terfermentasi.

Dengan cara ini, secara sederhana biaya yang dikeluarkan hanya Rp 2.500,-/liter, dibanding dengan yang ada di toko (Rp 20.000.- – 50.000,-/liter).

  • Bagikan