Banner Iklan @a2tani.id

Mentan Dorong Industri Porang, Siap Ekspor ke Seluruh Pasar Mancanegara

  • Bagikan
Mentan SYL saat menunjukkan porang/via tempo.co/ist

Mediatani – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tengah mendorong industri pengolahan porang siap ekspor ke seluruh pasar mancanegara. Hal ini lantaran, posisi Indonesia sebagai daerah asal porang memungkinkan budidaya tanaman umbi ini dapat meningkat pesat.

“Saya berharap semua orang di dunia ini tahu bahwa Porang itu asalnya dari Indonesia. Tentu saya juga mendorong semua pihak dengan kekuatan pertanian yang semakin maju, mandiri dan modern ini mampu menghasilkan porang yang berkualitas,” ujar Mentan Syahrul saat melakukan kunjungan kerja di pabrik pengolahan porang di Kabupaten Madiun, Kamis, 17 Juni 2021, mengutip, Jumat (18/6/2021) dari situs tempo.co.

Banner Iklan @a2tani.id

Kata Mentan, perusahaan pengolahan porang ini harus didorong untuk lebih berkembang, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menaruh perhatian terhadap perkembangan komoditas porang dan sarang burung walet.

“Salah satu pesan spesifik Bapak Presiden adalah kembangkan komoditas porang dan walet secara optimal. Nah dalam hal ini, Kementan baru menanganinya tahun 2020. Porang memang sudah ada. Walet juga sudah ada, tapi belum dalam intervensi secara khusus. Dan hari ini kita akan intervensi,” kata dia.

Kementerian Pertanian lanjut dia, terus mendorong budidaya porang dengan melepas varietas unggul Madiun yang memiliki keunggulan cepat panen dan hasil yang berkualitas.

Baca Juga :   Capai Ekspor Seribu Ton, Sektor Pertanian Banyumas Dinilai Berpotensi

Tercatat, luas tanam tahun 2021 untuk Kabupaten Madiun mencapai 752 hektare dan akan ditambah menjadi 800 hektare pada 2022.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Ema Umiyyatul Chusnah mengapresiasi upaya Kementerian Pertanian yang terus mempersiapkan bibit porang unggul untuk kebutuhan industri berkualitas itu.

Ia juga mendorong budidaya tanaman porang di Jawa Timur agar semakin menggeliat.

“Porang sangat luar biasa. Nilainya juga luar biasa. Apalagi porang ini bisa ditanam di segala situasi, baik yang banyak pohon maupun dataran rendah. Jadi memang sangat luar biasa,” ujar Ema.

“Saya juga melihat dari Balitbangtan sudah berupaya menyediakan bibit porang yang lebih cepat panen. Dan ini harus kita apresiasi,” sambung Ema.

Potensi Ekspor Porang ke Tiongkok, Wamendag: Hampir 70 Persen Tiongkok Impor Porang

Pada berita sebelumnya, juga dipaparkan bahwa tanaman Porang asal Indonesia diketahui tengah diincar China. Menurut Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga asosiasi tanaman porang sempat menemui Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Mereka menyampaikan aspirasi terkait peningkatan ekspor Porang. Semenatara, salah satu target negara yang menerima porang dari Indonesia adalah China.

“Kalau tidak salah hampir 70 persen, Tiongkok mengambil porang kita. Saya pikir ini bentuk keberpihakan kita mencari produk-produk yang potensial untuk ekspor,” kata Jerry usai pertemuan dengan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Kamis (10/6/2021), melansir, Jumat (11/6/2021) dari laman Detik.com.

Hanya saja, tutur Jerry, ada hal teknis yang perlu diselaraskan antara Pemerintah China dan Indonesia dalam hal ini Kemendag. Yaitu memastikan Harmonized Commodity Description and Coding System (HS Code) agar tepat sasaran.

Baca Juga :   Pengembangan Udang Vaname di Takalar Akan Jadi Pusat Percontohan Hingga Tingkat Nasional

“Tujuannya merekam berapa banyak produk yang diekspor, lalu sertifikasi yang dilakukan oleh custom dan saat ini sedang on progres. Ketika itu semua sudah rampung, saya yakin Porang semakin banyak diminati di pasar global,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan bahwa Pemprov memberi atensi khusus terhadap komoditas tanaman porang.

Dirinya juga telah menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo bahwa Porang di Jatim memiliki peluang ekspor yang besar.

“Bu Gubernur Jatim juga sudah memberi atensi khusus untuk komoditi Porang. Porang menguntungkan petani kecil. Jadi, mudah-mudahan ada sistem tata niaga yang menguntungkan petani kecil. Jangan sampai terjadi korporitasi berlebihan terhadap pertanian Porang,” ujar Emil di Surabaya, Kamis (10/6/2021), masih dilansir dari situs yang sama…baca selengkapnya dengan klik di sini. (*)

Banner Iklan Mediatani
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani