Mentan Hadiri Kegiatan Pra Penas, 5.000 Insan Siap Wujudkan Kemandirian Pangan Nasional

  • Bagikan
Syahrul Yasin Limpo (Mentan) Mengahdiri Kegiatan Pra Penas 2020, di Maros, Sulawesi Selatan.

Mediatani – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan berbagai stakeholder lainnya memberikan sebuah motivasi kepada para petani, petani hutan, nelayan, dan pelaku bisnis pertanian di acara Pra Penas 2022 di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/6/2022).

Baca Juga :   DKP Aceh Tingkatkan Pengawasan Sumber Daya Laut

Kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun sistem dan usaha agribisnis yang memiliki daya saing, berkerakyatan dan berkelanjutan melalui kerja sama yang saling menguntungkan satu sama lain.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menyampaikan bahwa dirinya berkomitmen untuk mengawal penguatan komoditi lokal demi mewujudkan kemandirian pangan nasional.

“Serta demi meningkatkan kesejahteraan petani serta mengantisipasi krisis pangan global yang saat ini sedang melanda dunia,” ucap Mentan SYL saat pembukaan Pra Penas 2022, di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/6/2022).

Acara ini, tambah Mentan, merupakan bagian dari konsolidasi dalam menyatukan hubungan emosional para pelaku pertanian. Oleh karena itu, ia berharap para pelaku usaha tidak merasah khawatir karena ada KTNA yang akan selalu membersamai.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu realisasi program kerja Kementan dalam membuat sebuah konsolidasi konsep. Hal ini penting mengingat kondisi pangan dalam skala global saat ini mengalami krisis. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang begitu banyak harus selalu siap dalam menjaga stabilitas pangannya.

“Dunia sedang tidak baik-baik. Dunia sedang krisis pangan. Indonesia negara ke empat terbesar sekitar 273 orang. Biarkan badai gelombang dunia menghajar pangan, tapi Indonesia karena ada KTNA siap menjadi negara yang damai, aman dan tentram,” ucap Mentan SYL.

Krisis pangan yang melanda dunia saat ini membuat berbagai negara mengalami inflasi. Bahkan, Amerika yang tidak pernah mengalami inflasi di atas satu persen, saat ini mengalami inflasi sampai pada angka 8,1 persen. Sementara Indonesia hanya di bawah tiga persen, itu karena adanya sektor pertanian sebagai penopang ekonomi bangsa.

“Ekspor kita naik pada 2020 naik sebebsar 15 persen, 2021 sebesar 36,68 persen itu semua berkat pertanian kita banyak yang menyumbang. Hanya pertanian yang naik lainnya semua turun,” ungkapnya.

Oleh karena itu, tambah Mentan, melalui pertemuan Pra Penas yang dihadiri oleh seluruh gubernur, bupati dan walikota ini, semua pihak bisa bersinergi memperbaiki lumbung pangan tanpa menunggu daerah lain yang memulai.

“Menghadapi krisis itu yang pertama ketahanan pangan nasional harus terjaga baik,” jelasnya.

Dalam menghadapi krisis pangan yang melanda dunia saat ini, masyarakat Indonesia diharapkan dapat mengambil langkah yang cepat dan tepat, seperti melakukan penanam tanaman pangan guna menjaga ketahanan pangannya dan membantu pemerintah dalam menaikkan perekonomian nasional.

“Saya harus satukan barisan karena kita mau ekspor besar-besaran, jadi kita penuhi kebutuhan nasional sekaligus buat peluang untuk eskpor kedepan. Yakinlah kita ini adalah pejuang untuk negeri dan bangsa ini. Dan besok akan ada sesuatu yang besar yang kita wujudkan lebih banyak,” ucap Mentan

  • Bagikan