Home / Nasional

Sabtu, 26 September 2020 - 15:43 WIB

Nilai Jual Capai Rp4 Juta per Kilogram, Salatiga Siap Jadi Sentra Produksi Vanili

Ilustrasi: Pengembangan budidaya vanili di Salatiga

Ilustrasi: Pengembangan budidaya vanili di Salatiga

Mediatani – Di tahun 1980-an, komoditas perkebunan vanili dari Salatiga, Jawa Tengah, pernah mengalami masa kejayaannya. Waktu itu harganya mencapai angka yang fantastis, sehingga vanili mendapat julukan emas hijau karena harga jualnya di pasaran. Namun karena harganya sempat terpuruk, para petani banyak yang membabat habis tanaman vanili di kebunnya.

Seiring adanya kenaikan harga yang tinggi, Pemkot Salatiga mengajak petani kembali membudidayakan tanaman vanili. Harga vanili kering mencapai Rp4 juta per kilogram (kg) sehingga bisa menjadi penghasilan tambahan dan meningkatkan perekonomian anggota kelompok tani di Kota Salatiga.

Maka dari itu, dalam peringatan Hari Tani Kemarin, Wali Kota Salatiga Yuliyanto yang didampingi Wakil Wali Kota Muh Haris menyerahkan bantuan tiga ribu batang bibit vanili dan alat pertanian kepada petani di Kota Salatiga.

“Kami juga akan membantu mencarikan pembelinya sehingga ke depan, Salatiga akan semakin sejahtera dan mandiri,” kata Yuliyanto saat disela acara peringatan Hari Tani ke-60 yang digelar di komplek rumah pemotongan hewan (RPH) Salatiga, Kamis (24/9/2020).

Baca Juga :   Gelar Peringatan Hari Tani Nasional 2020, Mentan Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Majukan Sektor Pertanian

Karena nilai jualnya yang tinggi itu, komoditas ini lantas disebut sebagai emas hijau. Belum lama ini ia juga menerima kunjungan utusan dari Jakarta yang berencana menjadikan Kota Salatiga sebagai pilot project Vanili Nusantara.

“Surat sudah saya terima dan sudah saya disposisikan kepada Kepala Dinas Pertanian bahwasanya, pencanangan Kota Salatiga sebagai pilot project vanili nusantara akan diresmikan oleh Ketua MPR,” ujarnya.

Yuliyanto mengakui, dengan wilayah pertanian yang tidak lebih dari 700 hektare dan jumlah petani yang sangat kecil, bukan berarti sektor pertanian di Kota Salatiga lantas diabaikan begitu saja. Sebab pertanian merupakan bagian dari prioritas yang harus diperhatikan keberadaannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Salatiga Nunuk Dartini menjelaskan, bantuan 3.000 batang bibit vanili diberikan kepada asosiasi petani, Gapoktan Sedyo Makmur Kelurahan Kumpulrejo, Sri Mulih Kelurahan Tingkir Lor, Sumber Rejeki Grogol Kelurahan Dukuh, Al Barokah Kelurahan Blotongan, dan Rejo Mulyo Kelurahan Noborejo.

Baca Juga :   Hari Tani, Kelompok Massa Gelar Aksi Serentak di Berbagai Daerah

“Semoga kegiatan ini berguna dan bisa bermanfaat bagi petani di Salatiga. Sehingga mereka bisa semakin mandiri,” pungkasnya.

Pencanangan program Pemkot ini juga sejalan dengan program Kementan yang menargetkan pertumbuhan ekspor untuk sejumlah komoditas perkebunan seperti kopi, kelapa, lada, pala, dan vanili hingga tiga kali lipat sampai lima tahun ke depan. Hal tersebut dituangkan dalam kebijakan Gerakan Ekspor Tiga Kali Lipat (Gratieks).

Untuk menggenjot peningkatan produksi vanili, Kementan kembali menggalakkan pengembangan komoditas vanili di daerah-daerah yang sebelumnya menjadi sentra produksi. Salah satunya di daerah Salatiga, Jawa Tengah.

“Harus dibantu oleh stakeholder lainnya, eksportir, pengusaha hingga di level paling bawah untuk mengembangkan. Tiga kali lipat ini dalam lima tahun, karena perkebunan paling tidak tanam dua sampai tiga tahun baru bisa tumbuh,” kata Syahrul.

Selain pemberian bantuan bibit dan fasilitas, pada peringatan Hari Tani ke-60 itu juga menggelar beberapa kegiatan lainnya. Diantaranya tebar bibit ikan, peresmian Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan vaksinasi rabies.

Share :

Baca Juga

Berita

IKA Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Sukses Menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram

Nasional

Harga Sapi Anjlok, Pengungsi Lereng Merapi Tetap Jual Hewan Ternaknya

Nasional

Harga Terus Anjlok, Bara JP Lampung Minta Kementerian PUPR Serap Karet Petani
Menteri pertanian, Andi Amran Sulaiman saat mendatangi gudang salah satu importir bawang putih, di Jakarta.

Berita

Tak Pandang Bulu, Kementan Konsisten Tegakkan Aturan Wajib Tanam Bagi Importir Bawang Putih

Nasional

Masjid Kementan Sembelih 17 Hewan Qurban, SYL Sumbang Sapi Silangan Belgian Blue

Nasional

ASN di Kota Tangerang Dilatih Menjadi Influencer Program Ketahanan Pangan

Nasional

Serba Salah, Petani Jagung Gorontalo Bingung Atasi Hama Satwa dilindungi

Berita

Hujan Abu di Desa Balerante Kotori Pakan Hijauan Ternak