Pahami Penyakit Tetelo atau ND pada Ayam, Cara Mencegah dan Menanggulanginya

  • Bagikan
ILUSTRASI. Virus ND/IST

Mediatani – Penyakit Newcastle, disadur Sabtu (20/2/2021) dari Wikipedia.org, sering disingkat ND adalah penyakit pada  unggas  yang fatal (mematikan).

Di Indonesia sendiri penyakit ini juga populer dengan nama tetelo, diambil dari nama dalam bahasa Jawa, thèthèlo.

Penyebabnya yakni serangan virus NDV, suatu virus RNA berkas tunggal dengan sekuens antisens negatif. Pertama kali virus ini diisolasi dari Newcastle upon Tyne, Inggris, tahun 1926 oleh Doyle. Pada tahun yang sama, Kraneveld berhasil mengisolasi virus pada unggas dari Bogor.

Serangan pada ayam yang paling dikenal, dengan gejala klinis seperti terkena pilek (hidung berair dan tersumbat), mengorok, sayap turun lemas (terkulai), kaki terseret, sampai kepala terkulai atau melipat.

Pada unggas muda, serangan ini dapat segera berakhir dengan kematian, sedangkan pada unggas dewasa, kematian biasanya terjadi dua sampai tiga hari setelah gejala pertama kali terlihat.

Mengenai gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini disadur Sabtu (20/2/2021) dari situs sinauternak.com, ialah sebagai berikut;

Gejala yang ditimbulkan ketika ayam terkena penyakit tetelo adalah sebagai berikut :

  • Excessive mocus di bagian trakea
  • Mengalami gangguan pernapasan pada ayam yang mengakibatkan ayam mengalami batuk, bersin-bersin, ngorok, dan juga nafasnya ngap-ngapan
  • Pada tubuh ayam akan terlihat lesu, lemas dan lunglai
  • Nafsu makan ayam menurun dibanding pada hari – hari biasanya.
  • Bila penyakit ini menyerang pada ayam betina, akan mengakibatkan produktifitas telur menurun
  • Kotoran ayam akan terlihat lebih encer dan berwarna hijau
  • Pada kornea mata ayam terlihat keruh.
  • Jenggernya berwarna biru, sayam akan menjadi menurun.
  • ketika kondisi parah maka terjadi kelumpuhan saraf yang akan mengakibatkan kejang-kejang dan leher terpuntir ke arah bawah

Pengendalian Penyakit Newcastle Disease / Tetelo

Pencegahan ND

Beberapa hal yang bisa kamu praktekkan untuk pencegahan penyakit ND menutut CEVA antara lain:

  1. Mempertahankan kenyamanan ayam di umur 2-3 minggu Memaksimalkan pencapaian performa pada 2 minggu pertama. Hal itu menjadi faktor penting untuk mendapatkan sistem immunitas yang optimal. Selain periode itu, pada ayam broiler umur 2-3 minggu juga merupakan titik kritis karena merupakan masa peralihan dari periode brooding ke masa dimana sistem pengaturan suhu ayam sudah berfungsi.

Pada Fase umur 2-3 minggu ini pula terjadi perubahan sistem kekebalan dari kekebalan pasif atau kekebalan dari induk ke kekebalan aktif atau kekebalan dari vaksin baik IBD ataupun ND. Untuk itu meminimalkan stres eksternal pada masa itu, perlakuan-perlakuan berikut sangat membantu:

  • Menjaga kualitas litter untuk meminimalkan konsentrasi amonia dikandang. Kondisi amonia yang tinggi dapat menyebabkan saluran pernafasan yang berfungsi sebagai kekebalan mekanis sangat peka terhadap rangsangan tantangan penyakit.
  • Mempercepat pelebaran kandang untuk meminimalkan stress akibat kepadatan yang sudah mulai meningkat
  • Proses penurunan sekam dengan bertahap dan lebih terkontrol akan dapat membantu penurunan stress eksternal
  • Pemberian bahan supportive lewat air minum seperti sorbitol dapat membantu supplai kebutuhan energi ayam yang meningkat akibat terjadinya peningkatan Basal Metabolisme Rate dan hormon ACTH.
  • Pola pergantian pakan yang optimal dan bertahap di masa ini sangat diperlukan. Selain itu juga pemilihan pakan yang berkualitas dan dibarengi pola pemberian pakan yang sesuai akan memberikan support terhadap sistem immunitas atau kekebalan tubuh ayam.

2. Program vaksinasi yang ketat dan tepat

Vaksinasi akan menggertak kekebalan yang optimal dan memberikan proteksi terhadap tantangan ND di dilapangan. Ada yang perlu diperhatikan juga dalam hal program vaksinasi:

  • Program ND live di awal kehidupan ayam sangat dibutuhkan mengingat Ig A yang bertanggung jawab terhadap immunitas lokal sangat sedikit sekali persentasinya yang diturunkan dari induk ke anak. Sangat disarankan menggunakan ND live diawal dengan spray karena metode ini dapat memberikan gertakan terhadap immunitas lokal lebih baik dan lebih cepat dibandingkan metode yang lain.
  • Penggunaan ND Kill diawal dengan full dose dan yang mempunyai konsentrasi virus sangat tinggi sangat dianjurkan untuk membantu tingkat proteksi mengingat masih adanya kekebalan dari induk yang kemudian menyebabkan munculnya interferensi dengan virus vaksin.
  • Kesalahan vaksinasi ND Kill yang paling banyak pada DOC biasanya vaksin kill hanya menggunakan ½ dosis. Mengurangi dosis vaksin ND kill sangat tak dianjurkan karena virus dari vaksin kill tak akan bereplikasi di jaringan dan masih adanya pengaruh maternal antibody .
  • Penggunaan booster ND live dengan strain lasota sangat disarankan lebih maju pada umur 14-16 hari karena tantangan ND sekarang juga lebih awal. Program ini yang jarang digunakan dan salah satu alasan utama peternak tidak menggunakan booster ND dengan strain tersebut karena ketakutan terhadap munculnya postvaksin reaksi.
  • Penggunaan ND lasota untuk booster kedua sangat disarankan karena kemampuan spreading dan kemampuan menggertak kekebalan strain ini sangat optimal. Dari berbagai penelitian akhir-akhir ini dan pengalaman lapangan menunjukkan penggunaan ND Live + ND Kill dikombinasikan dengan booster ND Live lasota lebih bagus dibandingkan ND Live + ND kill di awal ataupun ND live diawal + booster ND live Lasota dapat memberikan proteksi terhadap tantangan ND Genotipe VII. Selain itu yang perlu di garis bawahi bahwa virus ND hanya SATU SEROTIPE sehingga semua jenis vaksin bisa memberikan proteksi sama terhadap tantangan virus ND Genotipe VII.
  1. sistem sanitasi dan biosecurity

Terakhir yang juga penting ialah pola perilaku sistem sanitasi dan biosecurity pada saat kandang masih ada ayam ataupun pada saat kosong kandang melalui:

  • Penyemprotan dengan desinfektan setiap pagi dan sore pada masa ada ayam produksi akan cukup membantu menurunkan konsentrasi virus ND di sekitar kandang.
  • Meningkatkan pola kebersihan pada peralatan, kotoran dan vektor penyakit terutama kutu dan tikus saat kosong kandang akan sangat membantu menurunkan keganasan virus ND di sekitar kandang.
  1. Pengobatan

Belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan ND. Usaha yang dapat dilakukan antara lain membuat kondisi badan ayam cepat membaik dan merangsang nafsu makannya. Ayam dapat diberikan tambahan vitamin dan mineral, serta mencegah infeksi sekunder dengan pemberian antibiotik. Dapat pula diberikan pemanasan tambahan pada kandang. (*)

  • Bagikan