Home / Berita / Nasional

Selasa, 7 Juli 2020 - 14:40 WIB

Panen Perdana, Halmahera Timur Kini Mandiri Benih Padi

Panen perdana korporasi benih padi varietas Mekonggo

Panen perdana korporasi benih padi varietas Mekonggo

Mediatani – Kabupaten Halmahera Timur berhasil melakukan panen perdana korporasi benih padi varietas Mekonggo. Pelaksanaan program Kementerian Pertanian (Kementan) yaitu Pengembangan Benih Padi Berbasis Korporasi Petani ini dilakukan di Kelompok Tani Suka Maju (Paito), Desa Akedaga, Kecamatan Wasile Timur seluas 25 ha. 

Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara, Rijal mengatakan panen perdana benih padi ini sangat memuaskan sebab produksi yang dicapai sebesar 7,2 ton gabah kering panen per hektar. Gabah hasil panen ini segera mungkin diambil sampel calon benihnya untuk diujikan ke Laboratorium Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih dan selanjutkan diterbitkan label hasil sertifikasi mutu benihnya.

“Dan kami dari Dinas Pertanian Maluku Utara siap mendukung program Kementan. Kita bisa mandiri benih, tidak lagi mendatangkan benih padi dari luar,” demikian kata Rijal di kantornya, Selasa (7/7/2020).

Sementara itu, Paito, salah seorang petani yang mengembangkan korporasi benih padi mengungkapkan hasil panen benih sangat menguntungkan bagi petani. Sebab benih padi semulanya harus didatangkan dari pulau Jawa, namun saat ini diproduksi sendiri sehingga tidak kesulitan mencari benih berlabel, unggul, bermutu dan yang jelas menambah kesejahteraan ekonomi masyarakat tani di wilayahnya.  

Baca Juga :   Benih Terbatas, Petani Aceh Terancam Gagal Tanam

“Ini menjadikan kami terus semangat. Yang menarik buat kami, hasil panennya langsung dibeli oleh mitra dalam hal ini oleh PT.Pertani dan kami tidak perlu memikirkan pasarnya,” katanya.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Suwandi menjelaskan sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, bahwa Kementan terus mendorong Pengembangan Petani Produsen Benih Padi Berbasis Korporasi untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern serta meningkatkan mensejahterakan petani itu sendiri.

“Untuk memperluas pengembangan korporasi benih padi, petani juga bisa mengakses permodalan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan. Kementerian Pertanian mendukung penuh agar petani atau pemerintah daerah menyerap dana KUR ini,” tegas Suwandi. 

Baca Juga :   Kementan Genjot Penggunaan Varietas Produksi Tinggi di Kawasan Jagung

Di lain tempat, Direktur Perbenihan Takdir Mulyadi menambahkan dengan program  Pengembangan Benih Padi Berbasis Korporasi Petani ini, maka Provinsi Maluku Utara nantinya dapat memenuhi kebutuhan benih padi untuk wilayahnya secara insitu. Petaninya  menjadi pintar membuat benih dan meningkatkatn sejahteranya.

Selain itu, lanjutnya, benihnya langsung dimanfaatkan untuk memenuhi program dan swadaya petani di wilayahnya. Bahkan nantinya bisa memenuhi kebutuhan benih untuk Indonesia Bagian Timur. 

“Benih bermutu menjadi kebutuhan utama agar mampu menggenjot produksi, untuk menjamin penyediaan benih bermutu, salah satu program yang dijalankan Kementan, yakni melalui Ditjen Tanaman Pangan memfasilitasi bantuan untuk petani berupa sarana produksi benih, pupuk dan pestisida,” terang Takdir.

Share :

Baca Juga

Berita

Hemat Ongkir, Ambon Kini Bisa Langsung Ekspor Perikanan ke Jepang

Nasional

Bangkitkan Ekonomi Petani, HKTI Siap Bantu Petani di Tegal Stabilkan Harga

Nasional

Purwakarta Tanam Padi Gogo di Lahan Eks Tebangan

Nasional

SPF dan Bank Mayapada Ajak Pelajar SMP Jobi Melestarikan Penyu

Nasional

Embun Es Menyelimuti Dieng, Petani Kentang Tidak Khawatir

Nasional

Kolaborasi Aspphami dan Karantina diharap Mampu Kendalikan Hama Produk Ekspor Impor

Nasional

Harga Sapi Anjlok, Pengungsi Lereng Merapi Tetap Jual Hewan Ternaknya

Internasional

Kementerian Pertanian Rusia Batasi Hak WNA