Banner Iklan @a2tani.id

Pemkot Palembang Jamin Sapi Kurban Bebas Penyakit

  • Bagikan

Mediatani – Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang menjamin bahwa sapi di wilayahnya dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit. Hal ini berdasarkan penuturan Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Dr drh Jafrizal.

Menurut dia, terjaminnya kesehatan Sapi di Palembang itu dibuktikan melalui program pemberian obat cacing kepada sapi yang selalu dilakukan dan digencarkan. “Di Palembang sendiri, bukan vaksin yang kita berikan kepada sapi melainkan obat cacing yang secara rutin diberikan 6 bulan sekali,” jelas Jafrizal, di sela-sela pantauannya di tempat peternakan sapi, Kamis (15/7), melansir, Minggu, 18 Juli dari laman sonora.id.

Banner Iklan @a2tani.id

Ia bilang, upaya itu dilakukan guna menjamin kesehatan sapi agar lebih layak diperjualbelikan jelang hari raya kurban. Di samping itu, diketahui harus memenuhi persyaratan umur. Terkecuali apabila sapi tersebut didatangkan dari luar daerah, ia tak dapat menjamin kesehatanmya. “Karena sapi yang kita pantau hanya di Palembang saja,” ucapnya.

Selain itu, ia menuturkan, dalam mengantisipasi ditemukannya hewan kurban yang menderita penyakit menular, pada hari raya kurban nanti pihaknya akan menurunkan tim ke beberapa masjid. Tim itu nantinya akan melaksanakan pemotongan hewan kurban dan akan memeriksa kesehatan hewan kurban yang hendak dipotong.

“Kita akan menurunkan tim yang bertugas memeriksa kesehatan hewan kurban yang akan dipotong pada hari raya kurban nanti, mungkin ke beberapa masjid saja karena tim kita tidak banyak,” tuturnya.

Baca Juga :   Menteri Pertanian Apresiasi Peternak Sapi Potong di Jawa Timur

Sementara itu, di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) perayaan Iduladha tahun ini berlangsung dalam situasi PPKM Darurat. Kondisi ini tentu memberi pengaruh terhadap jumlah hewan ternak yang dipotong.

Diprediksi, jumlahnya bakal berkurang dibanding momentum Iduladha pada tahun lalu. Terlebih, kondisi perekonomian masyarakat tengah lesu akibat pandemi Covid-19 sehingga daya beli menurun.

Plt Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, jumlah hewan kurban yang disembelih pada Iduladha 2020 mencapai 75.008 ekor.

Rinciannya, ternak sapi tercatat sebanyak 22.137 ekor, kambing 26.585 ekor, domba 26.284 ekor, dan kerbau dua ekor.

Tahun ini, lanjut dia, diperkirakan hanya sekitar 54.600 ekor ternak yang disembelih atau turun hampir 30 persen dari tahun sebelumnya.

“Secara suplai sebenarnya mencukupi. Tapi karena keadaan perekonomian sedang sulit maka diprediksi ternak yang dipotong untuk kurban akan berkurang,” kata Made, Rabu (14/7), mengutip, Minggu, 18 Juli.

Seiring dengan penurunan jumlah kurban, lokasi titik pemotongan juga diprediksi berkurang. Tahun lalu, penyembelihan hewan kurban digelar di 8.293 titik. Akan tetapi, saat ini kemungkinan hanya akan diadakan di 6.096 lokasi.

Beberapa daerah pun tercatat telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait aturan penyelenggaraan kurban di masa pandemi. Sebagai contoh Kabupaten Sleman, dan Kota Yogyakarta.

Baca Juga :   Mentan Pantau Stok Sapi Potong & Daging Beku Jelang HBKN, Siapkan Tiga Agenda Ini

Mengingat masih dalam kondisi PPKM Darurat maka penyembelihan kurban akan dilakukan di hari tasyrik yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau 21, 22, dan 23 Juli.

“Pemotongan di luar RPH (rumah pemotongan hewan) tetap akan dipantau oleh petugas. Masing-masing daerah sudah mengkondisikan,” ucapnya.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman Suparmono mengungkapkan, ketersediaan ternak tidak cukup jika hanya mengandalkan stok lokal.

Ketersediaan sapi tercatat 6.406 ekor, kambing 3.349 ekor, dan domba 7.723 ekor. Jika ditotal seluruhnya mencapai 17.500 ekor. Sementara, prediksi kebutuhan hewan kurban mencapai 18.900 ekor.

“Dalam mencukupi kebutuhan tersebut sudah ada suplai dari luar daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Dibanding hari biasa ada penambahan ternak yang masuk antara 10-20 persen, dari biasanya 250 ekor menjadi 300-350 ekor,” terangnya.

Sementara itu, harga terpantau ada kenaikan sekitar 10-15 persen dibanding hari biasa. Kenaikan harga komoditi ternak sapi potong berkisar Rp1,5 juta-Rp2 juta per ekor, sedangkan kambing dan domba antara Rp300 ribu-Rp500 ribu per ekor.

Meski harga melambung tapi permintaan menjelang Idul Adha cukup tinggi. Jumlah transaksi per pasaran pun tercatat mencapai 100-120 ekor. (*)

Banner Iklan Mediatani
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani