Home / Panduan Budidaya / Pertanian

Senin, 18 Januari 2021 - 08:35 WIB

Pemprov DKI Jakarta Resmi Luncurkan Agro Eduwisata Ragunan

Sumber foto: antaranews.com

Sumber foto: antaranews.com

Mediatani – Memajukan sektor pertanian bisa dengan berbagai cara. Salah satunya yaitu dengan membuat banyak inovasi dan terobosan baru yang dikembangkan oleh sektor pertanian demi mensejahterakan para pelaku yang bergerak di sektor tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yaitu membuat Agro Eduwisata Ragunan (AER).

Agro Eduwisata Ragunan (AER) berfungsi sebagai wadah atau tempat untuk mempelajari segala hal tentang pertanian yang dikolaborasikan dengan wisata di Jalan Poncol Ragunan, Jakarta Selatan. Dilansir dari lama Antaranews, Pada hari Jumat (16 Januari 2021), Syahrul Yasin Limpo, selaku Menteri Pertanian (Mentan) turut hadir untuk meresmikan tempat edukasi dan wisata tersebut.

Agro Eduwisata Ragunan (AER) menerapkan konsep pertanian permakultur pertama di Indonesia. Permakultur itu sendiri berasal dari bahasa inggris permaculture (permanent culture) yang berarti, pertanian dengan tatanan kehidupan yang lestari, terus menerus, dan permanen. Keseimbangan dan berkelanjutan adalah prinsip yang dipegang erat permakultur.

Syahrul Yasin Limpo, selaku Menteri Pertanian (Mentan) mengatakan bahwa Agro Eduwisata Ragunan (AER) merupakan bagian dari kegiatan pertanian yang mengembangkan kawasan pertanian yang mengambil peran sebagai daerah industri, inovasi teknologi, edukasi, inkubasi bisnis, kawasan wisata, dan juga konservasi lingkungan.

Baca Juga :   Hasilkan 1.400 Sapi dari Inseminasi Buatan, Bupati Bantaeng Apresiasi Petani-Peternak di Desa Kaloling

Syahrul Yasin Limpo juga mengatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta telah meyakinkannya tentang lahan-lahan yang mereka miliki cukup bagus. Ini harus ditangani bersama untuk mengubah lahan tersebut menjadi lahan yang produktif.

Menurut Syahrul, saat ini perlu adanya inovasi, produktifitas dan kreativitas agar kebutuhan akan pangan selalu stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Kegiatan produktif menurutnya mampu berkontribusi terhadap perekonomian nasional, meliputi kegiatan pertanian yang modern dan maju.

Kementerian Pertanian melalui Syahrul Yasin Limpo mendukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan juga instansi terkait untuk bisa mengakses dan memanfaatkan lahan yang tersedia guna menjadikan tempat tersebut sebagai tempat edukasi sekaligus wisata pertanian sejak hadirnya AER.

Kontribusi Kementerian Pertanian dalam mendukung program ini adalah dengan menyalurkan bibit tanaman yang bisa dimanfaatkan dan dipergunakan sebaik mungkin untuk masyarakat. Bibit tersebut diharapkan bisa di tanam pada pekarangan rumah masing-masing. Sehingga, dari hasil pertanian tersebut, dinilai mampu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Syahrul Yasin Limpo merencanakan akses dan sosialisasi ke masyarakat luas tentang pengembangan agro eduwisata pada bulan Maret nanti. Selain itu, pada kesempatan yang sama, akan dilakukan penandatanganan MOU kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Kementerian Pertanian.

Baca Juga :   Benarkah Gulma Merugikan? Ini Penjelasannya

Dadang Solihin, selaku Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta sebagai perwakilan Gubernur DKI Jakarta menyebutkan, salah satu komitmen Pemprov DKI dalam memberikan edukasi pertanian kepada masyarakat yaitu dengan pengembangan agro eduwisata.

Menuru Dadang, Ada 12 lokasi yang menjadi target agro eduwisata di Provinsi DKI. Oleh karena itu, perlunya sinergi yang berkelanjutan terutama dengan Kementan. Dengan adanya kolaborasi antara teknologi yang mumpuni dan lahan kosong yang dimanfaatkan, dinilai mampu berfungsi sebagai sumber penghasilan pangan.

Beberapa kegiatan di AER adalah tanaman ‘superfood’ endemik lokal untuk ketahanan pangan keluarga, teknologi budi daya pertanian perkotaan seperti teknologi hidroponik, ‘microgreen’, tanaman ‘adible flower’ yang terintegrasi dengan sektor perikanan yaitu kolam bioflok dan lobster air tawar.

Selain itu, AER juga terdapat peternakan sapi perah dan taman kelinci. Serta budidaya pakan alternatif, yaitu budidaya maggot. Tempat itu juga menawarkan sarana edukasi bagi masyarakat umum, komunitas dan juga siswa sekolah, dengan harapan teknologi yang dikembangkan bisa diadopsi oleh masyarakat secara luas.

Share :

Baca Juga:

Berita

Pengembangan Sistem Pangan dalam Menurunkan Food Loss dan Food Waste

Berita

Presiden Jokowi: Jadikan Pangan Sebagai Dimensi Pertahanan

Panduan Budidaya

Menentukan Kualitas Tanah yang Baik Berdasarkan Daya Konduktivitas

Panduan Budidaya

Ikuti Langkah Ini saat Menggunakan Kompos, Bagus untuk Kesuburan Tanaman

Panduan Budidaya

Mengenal Jenis Teh Berdasarkan Proses Pengolahan

Berita

Petani di Sinjai Ramai Tanam Porang, Aktivis Tani Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Harga

Berita

Identifikasi Lahan Pertanian Pasca Bencana, Kementan: Langkah Awal Pemulihan

Panduan Budidaya

Kiat Sukses Budidaya Tanaman Semangka