Pemprov Sumbar Setuju Pendirian SMK Peternakan di Sosel untuk Dukung Program 1 KK 1 Sapi

  • Bagikan
ILUSTRASI. Peternakan sapi/IST

Mediatani – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mendukung dan menyetujui rencana pendirian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khusus peternakan di Solok Selatan.

Program ini dinilai sejalan dan seuai dengan prioritas provinsi untuk lebih maju dalam mengembangkan sektor pertanian, khususnya peternakan dan sektor pendidikan kejuruan di Sumatera Barat.

Hal ini diungkapkan Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) Doni Rahmat Samulo usai mengikuti rapat koordinasi Perencanaan Pembangunan Sumatera Barat bersama Pemprov dan kabupaten/kota di auditorium gubernuran di Padang pada Senin (08/03/2021), lalu.

“Ya, setelah tadi kita paparkan ekspos pembangunan kita di sektor peternakan, Bapak Gubernur Sumbar Mahyeldi langsung memberikan dukungannya. Yang mana salah satu bentuk dukungan tersebut, Pemprov Sumbar akan segera memproses pendirian SMK peternakan ataupun pengembangan SMK pertanian yang telah ada di Solok Selatan,” ungkap Doni dikutip Rabu (10/3/2021) dari situs padek.jawapos.com.

Menyikapi dukungan dari Gubernur itu, OPD terkait di Solok Selatan akan segera berkoordinasi dengan dinas pendidikan provinsi, sehingga hal tersebut bisa direalisasikan segera sebagai bagian dari perencanaan tahun mendatang.

“Barusan langsung saya instruksikan Kadis Pendidikan Solsel untuk berkoordinasi dengan Pemprov, karena saat ini kebijakan untuk SMA/SMK merupakan urusan provinsi,” paparnya.

Menurut dia, dengan adanya SMK peternakan ini, nantinya tentu mampu menghasilkan sumber daya manusia yang mumpuni dan mempunyai keterampilan di bidang peternakan. Sehingga di samping bisa mendorong mereka untuk berwiraswasta menjadi pengusaha ternak yang andal.

Selain itu mereka pun dapat menguasai bidang itu untuk dimanfaatkan sebagai tenaga pendamping program 1 sapi satu kepala keluarga (KK) di Solok Selatan.

Program pendirian SMK peternakan ini juga dinilai sangat tepat diadakan di Solok Selatan karena diharapkan mampu mendukung program kepala daerah terpilih nantinya, satu ekor sapi untuk satu kepala keluarga (KK).

“Dengan adanya SMK peternakan ini diharapkan dapat mendukung kesuksesan salah satu program ekonomi kepala daerah terpilih nantinya, menjadikan Solsel sebagai daerah lumbung penghasil daging ternak,” harapnya.

Sementara itu, Pemkab Banyuasin juga berharap program 1 KK 1 sapi dapat terwujud dengan melakukan terobosan dengan mengubah limbah menjadi pakan ternak.

Di tengah peternak di Kabupaten Banyuasin mengalami kesulitan mencari pakan ternak di musim penghujan, pemkab Banyuasin pun melakukan terobosannya.

Dikutip Sabtu (27/2/2021) dari situs tribunsumsel.com, Wakil Bupati Banyuasin H Slamet Somosentono mengatakan bahwa Pemkab Banyuasin memberi terobosan mayarakat dalam mempermudah mencari pakan ternak, yakni dengan mengubah limbah menjadi pakan, salah satunya dari tepung ikan.

“Melihat tepung ikan di Kecamatan Sungsang, Kecamatan Muara Sugihan dan daerah lainnya banyak yang terbuang sia-sia. Jadi lebih baik kita ambil kita jemur kemudian kita giling untuk jadi campuran pakan ternak yang paling banyak,” ujarnya, Kamis (25/2/2021).

Pakan ini, lanjut dia, merupakan protein yang berikan pada ternak untuk menambah berat bobot ternak sapi dan kambing dan nantinya akan dicampur dengan bahan baku yang banyak tersedia di Banyuasin, yaitu solid limbah sawit yang banyak dibuang oleh perusahaan di Banyuasin.

“Alhamdulillah semua pihak memberikan support kepada Pemkab Banyuasin, dan boleh diambil,” kata Wabup yang meminta petani ternak lebih berjaya dan makmur.

Kemudian, sambung Slamet, jerami padi dan batang jagung juga tampaknya banyak dibuang oleh petani Banyuasin. Hali itu kata dia juga bisa dijadikan bahan campuran.

“Semuanya, nanti dicampur kita buat produk pakan ternak,” ungkapnya yang menyebutkan limbah bisa ada manfaatnya.

Perihal harga, lanjut dia, Pemkab Banyuasin menyediakan harga di bawah pasaran. “Jika biasanya Rp 10 ribu perkilogram nanti kita patok harga 6 atau 7 ribu perkilogram. Pasti peternak akan beli sama kita,” tutur Slamet.

Hal ini pun disebutnya sebagai bentuk subsidi kepada peternak supaya semangat memelihara ternak. “Jika program pakan ternak ini dapat berjalan dengan lancar, Insya Allah program Pemkab Banyuasin 1 KK satu sapi juga dapat terwujud,” tandasnya. (*)

  • Bagikan