Penanaman Perdana Pengembangan Komoditas Kedelai di Denfarm Fakultas Pertanian Unhas

  • Bagikan
Komunitas Mahasiswa Bertani Unhas melakukan penanaman perdana kedelai di Denfarm, Lahan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Minggu 17 Oktober 2021.
Komunitas Mahasiswa Bertani Unhas melakukan penanaman perdana kedelai di Denfarm, Lahan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Minggu 17 Oktober 2021.

Mediatani – Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Pertanian bersama Direktorat Aneka Kacang dan UMBI (AKABI), Kementerian Pertanian RI sepakat melakukan pendampingan percepatan produksi kedelai nasional.

Untuk mencapai target peningkatan produksi kedelai nasional tersebut, diperlukan upaya strategis dalam penyiapan tenaga terampil yang energik dan mandiri serta dapat membantu kinerja penyuluh dan pendampingan kepada petani.

Karena itu, Fakultas Pertanian Unhas menggandeng Komunitas Mahasiswa Bertani dalam mengelola Demonstrasi Farming (Denfarm) seluas 5 hektar untuk penanaman kedelai dengan varietas biosoy.

Sebagai langkah awal suksesnya program ini, Komunitas Mahasiswa Bertani Unhas telah melakukan penanaman perdana kedelai di Lahan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Minggu 17 Oktober 2021.

Penanaman perdana dilakukan oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Ir. Baharuddin, M.Sc dan turut hadir Ir. Mahsyur Saifuddin selaku pembimbing program pengembangan kedelai.

Adapun lokasi pengembangan kedelai ini berada di Desa Moncongloe, Kabupaten Maros yang jaraknya sekitar 8 km dari Kampus Unhas Tamalanrea atau sekitar 30 menit waktu tempuh.

Program ini telah berlangsung sekitar sebulan dan diikuti oleh sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Bertani.

Pada kesempatan tersebut, Profesor Baharuddin dengan antusias menjelaskan kepada mahasiswa mengenai cara penanaman kedelai, mulai dari tahap persiapan benih hingga memasukkan benih ke dalam ember yang telah diisi mikroba.

Penggunaan mikroba tersebut bertujuan untuk memisahkan benih yang berpotensi tumbuh dengan yang tidak. Selain itu, juga untuk meningkatkan daya tumbuh kedelai setelah ditanam.

Koordinator program Muh Arsyad Bur mengatakan, para mahasiswa yang hadir sangat antusias dan terik matahari tidak menyurutkan semangat mereka. Menurutnya, mereka dengan telaten menanam benih kedelai ke setiap lubang yang telah dibuatnya.

“Bertani itu keren. Melalui program ini kami senang bisa ikut andil dalam menjaga ketahanan pangan nasional seperti peningkatan produksi kedelai. Semoga Komunitas Mahasiswa Bertani bisa terus berkembang,” ujarnya.

Founder Komunitas Mahasiswa Bertani Arham menambahkan, rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian dapat dilihat dari jumlah petani muda yang sangat sedikit dibandingkan dengan petani yang telah lanjut usia.

Berdasarkan data Survei Antar Sensus Pertanian pada Tahun 2018, jumlah petani didominasi oleh petani berumur 50 tahun ke atas. Sementara untuk petani dengan rentan umur 20-an sangat sedikit, hanya sekitar 10 persen.

Oleh karena itu, perlu ditemukan solusi untuk meningkatkan minat generasi muda, yang salah satunya dengan membentuk Komunitas Mahasiswa Bertani. Dimana komunitas ini fokus membina mahasiswa yang punya minat terhadap pertanian.

“Komunitas Mahasiswa Bertani Unhas adalah wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat untuk bertani. Selain itu, menjadi ruang pembelajaran di luar ruang kelas yang memungkinkan mahasiswa bisa merasakan langsung bertani mulai dari pengolahan lahan sampai panen,” ujar Arham yang juga merupakan pendamping pengembangan komoditas kedelai di Denfarm Fakultas Pertanian.

Ia berharap, melalui komunitas ini, minat mahasiswa untuk bertani dapat meningkat, sekaligus memupuk skill dan mentalitas mereka dalam bertani sebelum mereka meninggalkan kampus.

Setelah mereka lulus, seyogyanya anggota komunitas bisa membawa ide-ide segar dan pengalaman yang didapatkan di komunitas ke masyarakat. Mereka juga diharapkan dapat menjadi agen katalis percepatan pembangunan pertanian di daerahnya masing-masing.

Ini menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap pertanian masih ada, hanya perlu dipupuk dan dibekali keterampilan-keterampilan terutama penggunaan teknologi yang lebih muktahir.

“Kami sangat senang karena pihak kampus sangat mendukung kegiatan kami, terutama Prof Baharuddin selaku Dekan Fakultas Pertanian, yang senatiasa memberikan masukan-masukan untuk pengembangan komunitas,”kata Arham kepada mediatani.co diakhir sesi wawancara.

Salah satu anggota Komunitas Mahasiswa Bertani Muh. Ilmi Ikhsan Sabur mengatakan, komunitas Mahasiswa Bertani Unhas bisa menjadi spirit baru bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa penerus pertanian masih ada dan akan terus berlipat ganda.

Mahasiswa hari ini bukan hanya harus turun ke jalan menyuarakan aspirasi rakyat, tapi juga harus turun ke lahan untuk berbaur langsung dengan rakyat khususnya petani.

“Ya, ini sangat menarik. Saya sangat senang dengan adanya komunitas dan ke depannya kami bisa bekerjasama dalam pengembangan komoditas-komoditas unggulan seperti kedelai maupun porang bersama teman-teman mahasiswa,” ujar Ilmi Ikhsan sekaligus CEO dari Vestanesia yang merupakan salah satu startup yang fokus terhadap pemberdayaan petani di Kawasan Timur Indonesia.

  • Bagikan