Hasil penelitian penggunaan biochar pada tanaman cabai

Mediatani – Penggunaan pupuk yang tepat merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam bercocok tanam. fungsi pupuk sendiri menurut Litbang Pertanian adalah sebagai salah satu sumber zat hara buatan yang diperlukan untuk mengatasi kekurangan nutrisi terutama unsur-unsur nitrogen, fosfor, dan kalium.

Lain halnya dengan biochar, teknologi pertanian ini merupakan bahan padat kaya karbon hasil konversi dari limbah organik (biomas pertanian) yang juga menyuburkan tanah. Namun, pengaplikasian biochar ini tidak dapat menggantikan peran pupuk, jadi dengan menambah biochar tanpa penambahan sejumlah nitrogen dan unsur hara lain tidak akan meningkatkan hasil tanaman.

Pembuatan biochar sudah dikenal sejak 2000 tahun yang lalu di Amazon (Terra Preta). Kegiatan ini mengubah limbah pertanian menjadi membenah tanah yang dapat mengikat karbon, meningkatkan keamanan pangan dan mengurangi pembukaan hutan. Proses tersebut menghasilkan serat yang baik dan arang yang sangat porous yang membantu tanah menahan hara dan air.

Umumnya, bahan baku pembuatan biochar adalah limbah organik pertanian atau kehutanan, termasuk potongan kayu, tempurung kelapa, tandan kelapa sawit, tongkol jagung, sekam padi atau kulit buah kacang-kacangan, kulit-kulit kayu, sisa-sisa usaha perkayuan, serta bahan organik yang berasal dari sampah kertas, sampah kota dan kotoran hewan.

Biochar sebagai pupuk tanaman cabai

Dikutip dari Kompas, sebuah penelitian penggunaan biochar dilakukan untuk tanaman cabai. Penelitian tersebut dilakukan di desa Blahkiuh, Abiansemal, Badung. Penelitian ini merupakan penelitian yang kedua.

Baca Juga  Petani Garam Adalah Pahlawan Pangan Nasional

Pada penelitian pertama, peneliti menggunakan rumah kaca. Sedangkan pada penelitian kedua ini menggunakan lahan terbuka. Pada lahan di desa Blahkiuh ini, peneliti menggunakan limbah kotoran ayam yang diarang dan menggunakan penanaman bibit cabai merah pilar f1.

Penelitian kedua periode maret hingga agustus 2020 ini pun membuahkan hasil dan dapat meningkatkan kualitas pertanian cabe.Hasil dari penelitian kedua ini buah cabe merah unggul dengan buah lebih besar, merah segar dan berbuah lebih lebat.

Kelebihan penggunaan pupuk biochar ini dapat memperpanjang umur cabe yang bisa dipanen hingga 1 tahun dari biasanya hanya 4 bulan. Biochar juga baik untuk memperbaiki sifat fisik tanah sehingga tanah menjadi lebih subur.

Bibit Cabai Merah ini ditaman dengan jarak 50 x 50 cm dalam lahan 2 x 2 meter. Menanam 16 pohon dan dalam 4 bulan sudah bisa panen. Dalam satu pohon mampu berbuah hingga 100 biji cabai merah. Buah yang unggul membuat per kilogram cabai ini naik hingga 50 biji atau 15 gram per biji.

Lahan 10 are di desa Blahkiuh ini mampu menghasilkan hingga 1 ton cabai kualitas unggul. Perlakuan ini tak lepas dengan pepberian nutrisi biocar serta perawatan untuk menghilangkan hama.

Meski hasil dan kualitas unggul, akademisi terus berusaha melakukan pengembangan salah satunya adalah teknologi pembuatan biochar yang lebih efisien dengan biaya terjangkau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here