Perhatikan Cara Pangkas Tanaman Jeruk dalam Pot Agar Berbuah Lebat

  • Bagikan

Mediatani – Cara menanam tanaman jeruk sebenarnya sama saja dengan penanaman tabulampot (tanaman buah dalam pot) guys. Pada umumnya seperti itu.

Untuk perawatannya, jeruk memerlukan pemangkasan. Sementara, pemangkasan biasanya dilakukan dalam pembentukan tajuk, di sisi lain pemangkasan belum diperlukan jika tanaman masih kecil.

Melansir dari situs Idea.grid.id, pemangkasan pada tanaman jeruk bisa memaksimalkan produksinya.

Perlu diketahui juga bahwa cabang yang menghasilkan buah pada jeruk hanya cabang-cabang tertier dan kuarter, sedangkan cabang primer dan sekunder merupakan penopang saja.

Maka dari itu, dengan semakin banyaknya cabang tersebut (yang muncul dari hasil pamangkasan) maka akan semangkin tinggi kemampuan produksi buahnya.

Kesehatan tanaman pun harus tetap dijaga dengan tak membiarkan lingkungan tajuk terlalu rimbun.

Pangkas pemeliharaan ini hanya dilakukan untuk cabang-cabang liar, cabang yang tumbuh ke atas, tunas air atau ranting-ranting yang sakit.

Begitu juga pada ranting-ranting yang tidak produktif, terlalu panjang dan kurus juga harus dipangkas habis agar tidak mengganggu pertumbuhan bagian lain.

Jeruk termasuk tanaman yang gampang berbunga, apalagi jika dirangsang dengan melakukan stress air. Sebaiknya stress air tidak dilakukan pada tanaman yang masih muda.

Stress air sendiri merupakan kondisi di mana tanaman dibiarkan tidak diairi dalam waktu tertentu yang mengakibatkan tanaman layu semi permanen. Kondisi daun layu tetapi tidak sampai jatuh berguguran.

Saat yang tepat untuk melakukan stress air ialah sehabis masa panen dan saat tanaman tidak sedang bertunas.

Selama mengalami stress air tanaman tak terjadi pertumbuhan (dorman), sehingga energi yang dihasilkan disimpan untuk menghasilkan primordia bunga.

Setelah selesai masa stressing (2-3 bulan dari panen tergantung varietas), maka segeralah lakukan pemupukan dan diikuti irigasi yang cukup agar bunga berdiferensiasi dan berkembang lebih lanjut.

Tanaman yang akan dibuahkan sebaiknya kondisinya sehat dan mempunyai cadangan karbohidrat yang tinggi.

Petani Jeruk Siam Didorong Mampu Produksi Buah di Luar Musim, Ini Strateginya

Di berita yang lain, Tim peneliti dari Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (Unwar) memberikan dorongan pada petani Jeruk siam “Dana Pertiwi” di Desa Belancan,  Kintamani, Bangli untuk mampu memproduksi buah di luar musim agar kontinyuitas produksinya dapat berkesinambungan.

Selain itu, petani juga didorong agar mampu memahami dan dapat mempraktekkan cara budidaya jeruk yang baik dan benar untuk meningkatkan kualitas hasil panennya.

Dilansir dari Tribun, Dorongan tersebut disampaikan oleh tim peneliti yang terdiri dari  Ir. Ni Komang Alit Astiari, M.Si., Dr. Ir. Ni Putu Anom Sulistiawati, M.Si dan Ir. I Nengah Suaria, M.Si saat melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kintamani, Bangli, Bali pada Hari Sabtu 8 Mei 2021.

Ketua Tim PKM, Ir. Ni Komang Alit Astiari, M.Si, menyampaikan bahwa masalah keberlanjutan suplai buah yang tidak berkesinambungan dapat diatasi dengan menerapkan metode induksi bunga.

Hal ini dilakukan agar tanaman jeruk Siam dapat berbuah di luar musim atau tanaman dapat diatur agar berbuah berjenjang sepanjang tahun.

Syarat utama agar metode tersebut dapat berhasil dilakukan adalah pada saat aplikasi induksi pembungaan tanaman harus dalam keadaan sehat, kemampuan tumbuh dan pertumbuhannya baik

Alit Astiari mengatakan bahwa hal tersebut diperoleh dari pemeliharaan yang baik pada periode panen raya.

“Hal ini melalui pemupukan berimbang dengan dosis yang tepat disertai dengan melakukan penjarangan buah dan melakukan panen buah pada   saat yang tepat atau saat masak.” Jelasnya.

Cara tersebut dilakukan agar setelah panen raya tanaman dalam kondisi sehat dan sewaktu-waktu siap diberikan perlakuan induksi bunga untuk memproduksi di luar musim…baca selengkapnya dengan klik di sini. (*)

  • Bagikan