Petani di Pesisir Selatan Kembangkan Budidaya Tanaman Organik

  • Bagikan
Sumber foto: https://mediaindonesia.com

Mediatani – Petani di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) saat ini mulai mengembangkan pertanian organik. Hal ini mereka lakukan karena budidaya tanaman secara organik dinilai lebih aman dan higienis untuk dikonsumsi.

Dilansir dari Jawapos, Kamis (9/6/2022), Kepala Dinas Pertanian Pessel, Madrianto mengungkapkan bahwa para petani saat ini telah mengembangkan beberapa jenis tanaman yang berbasis penerapan pola organik.

Beberapa jenis tanaman itu, menurut Madrianto di antaranya, jeruk, semangka, padai dan cabai. Jenis jeruk yang dikembangkan yaitu varietas Gunung Omeh Payakumbuh dan untuk jenis cabai yaitu cabai antivirus. Untuk jenis padi yang dikembangkan di antaranya, jenis 42, bawaan, banang pulau, dan berbagai jenis lainnya.

Dia mengatakan, jenis yang dikembangkan tergantung pada penyedia bibit yang memiliki lisensi organik.

Madrianto menambahkan, budidaya tanaman organik yang dikembangkan oleh petani Pessel masih menjadi hal yang baru. Pasalnya, pengembangan budidayanya baru dilakukan dalam tiga tahun terakhir.

Dia menerangkan, pengembangan tanaman organik untuk jenis jeruk, semangka dan cabai antivirus, dilakukan oleh petani di kecamatan Lengayan dan Kecamatan Bayang. Sedangkan untuk jenis padi, dikembangkan oleh petani di Kecamatan Linggo Sari Baganti dan Kecamatan Bayang

Madrianto mengungkapkan, pengembangkan budidaya tanaman berbasis organik di Pessel akan terus digalakkan. Pihaknya juga siap memberikan bantuan bagi para petani yang akan mengembangkan budidaya tanaman yang berbasis organik.

Saat ini, tambah Madrianto, sudah banyak bermunculan para pelaku pertanian organik. Hal ini tidak lepas dari semakin terbukanya pangsa pasar tanaman organik.

Selain karena bernilai ekonomis, budidaya tanaman organik ini juga dinilai penting sebagai langkah dalam memperbaiki ekosistem pertanian yang semakin mengalami degradasi akibat pencemaran bahan sintetik atau kimiawi seperti pestisida dan lainnya.

Madrianto menyampaikan apresiasinya dan ucapan terima kasih karena petani yang sudah mulai berani untuk beralih mengembangkan budidaya tanaman organik.

Dia menerangkan, bagi masyarakat yang ingin memahami cara pengembangan pertanian organik, dapat mengunjungi Pusat Informasi dan Pertanian Organik (PIPO) yang berpusat di Nagari Lakitan, Kecamatan Lengayang, atau dapat juga belajar secara langsung kepada kelompok tani yang sudah melakukan pengembangannya.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Yeni Gusti, mengatakan penanaman perdana padi organik untuk musim tanaman 2022 akan dilakukan menjelang akhir Juni di Nagari Kapujan Koto Barapak. Benih padi organik yang digunakan diperoleh dari penyedia bibit yang telah mempunyai lisensi organik di Padang.

Yeni juga mengatakan, varietas yang akan ditanam tergantu dari pihak penyedia. Bisa saja jenis varietasnya adalah bawaan, 42, banang pulau, dan lainnya.

“Karena anggota Kaltan Padang Dama Dua tersebut juga sudah dibekali dengan pengetahuan cara pembuatan pupuk organik (trichokompos), sehingga mereka tidak lagi bergantung kepada pupuk organik produksi pabrik,” timpal Yeni.

Yeni juga mengatakan, bagi masyarakat petani yang ingin belajar lebih dalam terkait pertanian organik jenis padi dan penerapannya, bisa datang ke Kaltan Padang Dama Dua dan akan difasilitasi oleh Dinas Pertanian.

  • Bagikan