Petani NTT Terancam Gagal Panen Akibat Serangan Ratusan Hama Belalang

  • Bagikan
Sumber foto: antara.com

MediataniĀ – Para petani yang berada di sejumlah desa yang ada di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur sepertinya harus bersabar. Pasalnya, hingga pada hari Minggu (1/8/20210, Hama belalang kumbara terus menyerang lahan pertanian para petani setempat.

Dilansir dari laman kompas.com, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya pun merespon masalah tersebut dang hingga saat inimasih terus berupaya untuk memberantas hama yang menyerang lahan pertanian setempat.

Terkait hal ini, Marthen Christian Taka selaku Wakil Bupati Lembata menyampaikan bahwa serangan hama belalang kumbara ini masih ada hingga hari Minggu (2/8/2021).

“Kemarin saya menyempatkan diri untuk meninjau langsung menuju lokasi yang sudah di serbu hama belalang kumbara itu,” ungkap wakil bupati Lembata pada hari Senin (2/8/2021), yang dikutip dari laman antara.com.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Christian yang juga berkaitan terhadpa perkembangan dari serangan belalang kumbara yang ada di Kabupaten Sumba Barat Daya. Rupanya, hama belalang kumbara ini ternyata sudah menyerang sejak Selasa (27/7/2021) yang lalu.

Diketahui bahwa, hama belalang kumbara ini menyerang di dua desa yang ada di Kecamatan Wewewa Timur. Desa tersebut adalah Desa pada dan Desa Tema.

Baca Juga :   Dorong Pengembangan UMKM dan Bina Lingkungan, Pupuk Indonesia salurkan Rp34,4 miliar

Sementara itu, dari hasil pantauan langsung di lokasi, serangan dari hama belalang kumbara itu diketahui terjadi pada daerah yang memang medannya cukup berat.

Menurut Wakil Bupati Christian yang menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah setempat telah berupaya untuk memberantas sejumlah hama belalang kumbara yang menyerang dengan cara menyemprotkan pestisida.

Namun, pada proses penyemprotan pestisida itu bukan hanya dilakukan oleh para petugas yang berasal dari dinas pertanian saja, tetapi juga akan melibatkan masyarakat setempat khususnya yang desanya telah diserang oleh hama belalang kumbara itu.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Christian menyampaikan bahwa pihaknya akan lebih berusaha keras untuk memberantas hama belalang kumbara tersebut sehingga bisa memutus penyebarannya ke sejumlah desa lain yang berada di kabupaten yang sama.

“Kami telah bertekad bahwa akan menyatakan perang pada hama belalang ini. Kita juga tidak ingin nantinya sebaran hama belalang kumbara ini sampai ke desa lainnya di kabupaten ini,” ujar Wakil Bupati Christian.

Terlebih lagi, menurut Wakil Bupati Christian bahwa dikhawatirkan serangan dari hama belalang kumbara itu juga akan menyerang tanaman milik para petani. Sehingga hal tersebut akan berujung pada kerugian terhadap gagal panen.

Baca Juga :   Kawal Program Ketahanan Pangan, Pemkab Banyuasin Rekrut Penyuluh Honorer Hingga Ratusan Orang

Merespon hal tersebut, Rofinus Kaleka selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya menyampaikan bahwa berkat dari kerja sama yang dilakukan antara pihak dari pemerintah dan juga masyarakat rupanya berbuah hasil.

Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka memberantas hama belalang kumbara itu diketahui mampu membawa perubahan yang menggembirakan, sebab informasi terakhir bahwa sejumlah hama belalang kumbara itu mulai meninggalkan dua desa tersebut.

“Tetapi ternyata dilihat lagi kemarin masih ada di dua desa itu. Kita akan berusaha keras agar bisa memberantas hama-hama ini,” pungkas Rofinus Kaleka.

Sekadar informasi tambahan bahwa saat ini Kementerian Pertanian RI membuat program AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi). Tujuan dari dibuatnya program ini adalah sebagai perlindungan bagi para petani yang mengalami kerugian baik itu disebabkan oleh bencana alam ataupun serangan hama penyakit.

Sehingga dalam meminimalisir kerugian akibat gagal panen, program AUTP menjadi solusi yang paling tepat. Untuk bisa memperoleh jaminan dari program AUTP ini, para petani harus memenuhi syarat dan ketentuan.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani