Petani Sukabumi Kembangkan Gac, Buah yang Katanya Dari Surga

Mheela Nisty - Mediatani.co
  • Bagikan

Mediatani – Buah Gac alias Momordica cochinchinensis adalah buah yang berbentuk bulat agak lonjong yang diselimuti kulit yang agak bergerigi dan ketika matang berwarna orange kemerahan. Bagian dalamnya mirip markisa namun berwarna merah darah. 

Buah Gac ini mempunyai mempunyai sejuta manfaat untuk kesehatan karena mengandung anti oksidan yang tinggi, serta vitamin A yang dapat menangkal radikal bebas dan mencegah kanker. Buah Gac ini juga sangat cocok dikonsumsi oleh penederita diabetes karena mengandung vitamin C.

Buah Gac mungkin masih asing di telinga masyarakat, pasalnya buah ini biasanya memang hanya dikembangkan di Vietnam, Myanmar dan Thailand. Namun baru-baru ini, buah gac juga sudah mulai dibudidayakan di beberapa daerah di Indonesia.

Di Indonesia sendiri Gac sering ditemukan di Gunung Kidul, Yogyakarta. Namun ternyata di Jawa Barat juga terdapat perkebunan Gac yang berlokasi di Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga :   Inovasi Biogas Polsek Lingsar Dukung Program Kampung Sehat di NTB

Buah yang beberapa negara menyebutnya fruit from heaven (buah dari surga) ini memang merupakan buah yang langka. Namun, petani di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi ternyata bisa juga mengembangkan buah Gac.

Salah satu petani Gac, Iwan mengaku buah ini cukup mudah dibudidayakan dengan cara mengawikankan bunga jantan dan betina secara manual yang sebelumnya dari bibit yang ditanam dengan media tanam tanah dan pupuk.

Agar tunasnya cepat tumbuh, bibit terlebih dahulu direndam di air hangat hingga kulitnya sedikit terkupas. Dalam satu tahun ia dapat melakukan panen sebanyak dua kali.

“Saya mendapat bibitnya dari luar negeri dan kemudian dibudidayakan di sini”, jelas Iwan ketika dikunjungi pada Selasa (29/9).

Baca Juga :   Penghasilan Tidak Cukup, Guru Honorer di NTT Jualan Sayur dan Babi

Ia juga menjelaskan bahwa tanaman ini dapat bertahan cukup lama sehingga tidak perlu melakukan pembibitan secara sering. Ketika dewasa, wujud pohonnya mirip pohon anggur dan berbuah hingga puluhan butir.

Tanaman merambat ini bertahan cukup lama jika rutin disiram dengan air yang cukup. Selain dikonsumsi sendiri ia pun menjual Gac dengan harga Rp50 ribu/kg.

Untuk mengonsumsi buah ini, caranya yaitu dengan menyajikannya sebagai minuman. Pertama ambil biji merah yang terdapat di dalam buah kemudian masukan ke gelas dan tambahkan air secukupnya lalu diaduk hingga biji dan seratnya terpisah.

Rasa gac tidak manis, melainkan asam dan sedikit hambar. Teksturnya persis seperti buah markisa yang lembut.

  • Bagikan