Mediatani – Mungkin tidak banyak orang ketahui jika drone yang selama ini hanya digunakan untuk misi pengawasan atau pemotretan ternyata memiliki banyak fungsi khususnya untuk bidang pertanian dan peternakan.

Selama beberapa tahun terakhir, para peneliti telah mengembangkan cara penggunaan drone di peternakan. Sebuah studi oleh Jung dan Ariyur (2017) berhasil menggunakan empat drone quadcopter untuk menggiring ternak ke kandang dengan menggunakan perangkat pembuat kebisingan yang dipasang pada drone.

Dikutip Voaindonesia, seorang warga Australia hanya dengan mengangkat satu jarinya saja ia sudah dapat mengumpulkan hewan ternak. Yah, dengan jari itu ia mengontrol sebuah drone untuk menggembalakan seribu ekor hewan ternaknya.

Walhasil, pekerjaan peternak tersebut menjadi lebih efisien. Dari ratusan peternak yang menggunakan drone untuk menggembalakan sapi juga merasa pekerjaannya menjadi lebih aman.

Selama ini, belum pernah ada peternak di Calliope Station, Queensland yang mampu menggembalakan hewan ternak semudah ini. Sebelumnya, mereka membutuhkan tiga orang yang mengendarai quad bike atau ATV yaitu motor beroda empat untuk menggiring ternak. 

Menggembalakan ternak di Calliope Station, Queensland belum pernah semudah ini. Alih-alih menggunakan tiga orang yang mengendarai quad bike, motor beroda empat yang juga kerap disebut ATV untuk menggiring ternak.

“Jika kita memikirkan tentang metodologi, industri dan berusaha terus menjadi yang terdepan, kita harus melihat teknologi terkini lalu mencoba dan kemudian menggunakannya,” jelas Will Wilson, salah satu peternak yang menggembalakan ternak menggunakan drone.

Keberhasilannya memanfaatkan drone untuk mengumpulkan semua ternak miliknya membuat Wilson berpikir untuk mempraktikkannya secara permanen di lahan miliknya.

Terkait penggunaan tenaga kerja, Wilson menganggap teknologi tidak akan dapat menggantikan pekerjaan di lapangan. Sejumlah pekerja masih dibutuhkan untuk menggiring ternak merumput ke lapangan. Akan tetapi drone dapat membantu menjaga para penggembala dari marabahaya.

“Kami pernah cedera karena jatuh dari sepeda motor sebelumnya, juga tentunya dari kuda sebelumnya. Sejauh ini, saya telah beberapa kali menjatuhkan drone dan saya belum pernah cedera. Jadi, ada argumen yang menyatakan inilah cara lebih aman untuk menggembala,” lanjut Wilson.

Selain untuk menggiring ternak, drone juga dapat digunakan untuk menghitung jumlah hewan, memantau hewan yang sakit, memantau perilaku hewan yang tidak biasa, kelahiran anak sapi, dan sebagainya.

Menghitung ternak menggunakan drone adalah aplikasi populer lainnya untuk menghemat waktu dan memberikan manajemen peternakan yang lebih baik. Namun, kesalahan penghitungan dengan drone dapat terjadi karena pergerakan sapi dan tipe lanskap (padang rumput yang lebat, rumput kering, lahan kosong, dsb).

Grup industri Farmsafe mendorong para produsen agar mencari cara-cara baru untuk membuat pertanian sebagai tempat kerja yang lebih aman. Charles Armstrong, ketua Farmsafe memaparkan, “Apa pun yang dapat menggantikan kendaraan atau mesin berbahaya seperti quad bike dan membuat pekerjaan lebih efektif, jelas berharga.”

Selain untuk keperluan peternakan, drone juga sudah sering digunakan untuk pertanian. Para petani menggunakan drone untuk memeriksa kesehatan tanaman dan kadar air. Kedua bidang industri tersebut menjadi sangat terbantu dengan adanya perkembangan teknologi seperti drone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here