Home / Berita / Nasional

Rabu, 13 Desember 2017 - 09:41 WIB

Program Kemitraan Petani Dinilai Masih Lemah

anaksantai.com

anaksantai.com

Mediatani.co — Guna meningkatkan kesejahteraan petani, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian ( Kementan) telah menggalakkan sejumlah program kemitraan dengan petani.

Kendati demikian, menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia ( HKTI), Sadar Subagyo, kerja sama publik swasta (public private partnership) pada sektor pertanian masih perlu diperkuat.

Dia menyatakan, pemerintah perlu hadir untuk memberikan kesejahteraan dan juga mendorong daya saing petani agar meningkat.

“Ke depannya pemerintah harus membuat regulasi dan membuat pilot project, pemerintah punya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) salah satunya Bulog didorong untuk kerja sama dengan petani,” ujar Sadar Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Baca Juga :   Aneh, Petani Bulukumba Harus Beli Pupuk Non Subsidi untuk Dapat Pupuk Subsidi

Selain itu, lemahnya program kemitraan ini juga diiringi oleh ketimpangan kepemilikan lahan pertanian. Menurut Sadar, kepemilikan lahan  saat ini juga semakin terbatas terutama pada komoditas tanaman pangan seperti jagung, dan padi.

Baca juga: Wow, Tinggi Pohon Belum Ada 1 Meter Kok Sudah Berbuah Lebat? Ternyata Caranya Sesederhana Ini

“Kepemilikan lahan (petani) kecil-kecil terutama untuk pangan sehingga mau tidak mau solusinya cuma ada dua, kemitraan dengan perusahaan besar langsung dengan petani atau petani membentuk grup menjadi sebuah perusahaan korporasi petani,” papar Sadar.

Baca Juga :   Anda Pemakan Daging? Ikuti Tantangan Jadi Vegan dan Raih Rp 960 Juta

Menurutnya, jika program kemitraan tidak diperkuat, maka daya saing pertanian nasional akan semakin menjauh dari negara-negara pesaing.

Adapun komoditas yang harus menjadi fokus pemerintah adalah komoditas jagung dan padi. Hal ini mengingat tingkat kebutuhan masyarakat kepada dua komoditas tersebut masih sangat tinggi akan tetapi lahan semakin hari semakin terbatas.

Share :

Baca Juga

Berita

Kementan Alokasikan Anggaran Rp 1.8 Triliun untuk Tangani Pandemi Covid-19

Nasional

Tak Khawatir Lagi Perubahan Iklim, Petani Situbondo Maksimalkan Embung untuk Tanaman Organik dan Ikan Nila

Nasional

Sejumlah Kios Di Kota Bogor Kedapatan Jual Pupuk Bersubsidi

Berita

Lampu Pengusir Hama Jadi Pesona Wisata Baru di Enrekang

Nasional

Jaga Ketersedian Pangan, Kementan Optimasi Lahan Rawa di Kalimantan Selatan

Nasional

Mentan Harap Sulsel Berkontribusi Besar Bagi Kebutuhan Pangan Nasional Maupun Global

Berita

Padang Kekurangan Lahan Pangan Produktif
FGD Tingkat Nasional NTFP-EP

Nasional

Pengembangan Komoditi Sagu, NTFP-EP Gelar FGD Tingkat Nasional