Raup Cuan dari Bisnis Peternakan Ayam Hias Impor

  • Bagikan
Salah satu contoh ayam pheasant milik Hawa Nurdin. Karena keindahan bulu dan bentuknya yang unik membuat harga jual ayam hias tersebut menyentuh 20 juta rupiah per pasang.
Salah satu contoh ayam pheasant milik Hawa Nurdin. Karena keindahan bulu dan bentuknya yang unik membuat harga jual ayam hias tersebut menyentuh 20 juta rupiah per pasang.

Mediatani – Daya tarik ayam hias terletak pada keindahan bulu hingga suara khasnya. Kelebihan itu membuat ayam hias dipercaya mampu menjadi obat pelepas lelah usai bekerja.

Tidak hanya itu, ayam hias dengan tingkah yang unik menjadi alasan masyarakat menjadikannya sebagai hewan peliharaan. Tingginya minat tersebut, membuat ayam hias memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Berbagai kelebihan ini cukup menjadi alasan mengapa ayam hias sangat potensial untuk dibudidayakan. Seperti yang dilakukan oleh pria dari Kabupaten Blitar Jawa Timur bernama Hawa Nurdin yang sukses membudidayakan puluhan ayam hias yang berasal dari berbagai negara.

Dilansir dari kompas.tv, setiap pagi, Hawa Nurdin selalu disibukkan dengan puluhan ekor ayam hias yang dirawat di rumahnya di Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Ayam hias miliknya itu bukan hanya sekedar koleksi, namun juga menjadi usaha yang menguntungan.

Awalnya, Hawa hanya membeli sepasang ayam brahma pada tahun 2017. Ayam hias ini dipilihnya karena memiliki beberapa keunikan, diantaranya bentuk tubuh yang bulat dan bulu lebat laksana gaun cantik yang menjulur hingga menutupi keseluruhan kaki.

Baca Juga :   Petani Butuh Dukungan Dan Penanganan Yang Serius Bukan Perdebatan

Ia kemudian mengembangkan usaha ternak hiasnya itu dengan membeli sejumlah ayam hias dari berbagai negara, mulai dari jenis golden hingga silver pheasant yang berasal dari negeri Tiongkok dan Vietnam.

Ayam pheasant yang unik dan langka ini berasal dari pegunungan China dan kemudian diperdagangkan ke seluruh negara termasuk Indonesia. Meski belum banyak, beberapa peternak di Indonesia juga telah mencoba membudidayakannya.

Tidak seperti ayam lainnya, ayam pheasant hanya bertelur setahun sekali, tepatnya di musim penghujan di bulan September hingga Desember. Di setiap musim kawin, satu indukan ayam pheasant akan menghasilkan 12-15 telur.

Berkat ketekunan dan keuletannya, Hawa Nurdin kini berhasil mengembangkan budidaya ayam hiasnya hingga menjadi 100 ekor. Dari usaha ayam hias tersebut, Hawa mampu meraup pendapatan belasan hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Baca Juga :   Raup Cuan dari Bisnis Budidaya Maggot, Begini Analisis Usahanya

Salah satu ayam pheasant yan diternakkannya itu bahkan menyentuh harga fantastis, yakni 20 juta rupiah per pasang. Tingginya harga ayam ini disebabkan karena keindahan bulu dan bentuknya yang unik dibanding ayam hias lainnya.

“Harga perpasang jenis silver pheasant itu sekitar 20 juta dan untuk golden pheasant yang dewasa harganya 15 juta. Sekarang pupulasi ayam brahma yang saya miliki sebanyak 50 pasang. Selain itu, disini juga terdapat burung merak,” ujarnya dikutip dari kompas.tv, Minggu (7/11).

Meski memiliki bentuk dan warna yang indah, tambah Hawa, namun perawatan ayam hias ini terbilang mudah. Ayam hias hanya perlu diberi makan biji-bijian dan sayur, serta rutin membersihkan kandangnya setiap hari.

Hawa juga memberikan vaksin pada ayam hiasnya untuk mencegah adanya penyakit. Selain itu, ayam hias tersebut juga tetap rutin diberikan vitamin dan sesekali diberikan herbal agar sehat dan staminanya tetap terjaga.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani