Home / Agribisnis / Berita / Inspiratif / Perkebunan / Pertanian

Sabtu, 13 Februari 2021 - 16:14 WIB

Rekomendasi Weekend! Wisataedu Pemandian Aek Buru dengan Hamparan Alam di Tengah Perkebunan Labura

Lokasi wisata Aek Buru/via @kevinhuang30/IST

Lokasi wisata Aek Buru/via @kevinhuang30/IST

Mediatani – ‘Yes, besok weekend’ mungkin sebagian dari kamu pernah berkata seperti itu. Ketika hari libur tiba, sebaiknya anda manfaatkan berkumpul bareng keluarga dan sanak saudara.

Apalagi di tengah kesibukan dan suntuk yag biasanya membawa kita bermalas-malasan. Anda pasti bukan seorang seperti itu bukan? Liburan yang pas bukan hanya soal berkumpul dengan keluarga.

Di sisi lain kamu bisa manfaatkan untuk tetap menjalin silaturahmi dan selalu bawa sisi edukasi. Berwisata dengan latar alam sekalgius memiliki eduwisata menjadi pilihan tepat.

Bukan hanya kamu bersenang, santai, nongkring bareng tapi ada sisi edukasi di sana. So, tunggu apalagi? Wisata edukasi adalah pilihannya.

Berlokasi di tengah kawasan perkebunan, wisata pemandian alam Aek Buru yang berada di Jalan Aek Buru tepatnya di Desa Batu Tunggal, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, tampaknya begitu elok dengan menawarkan keindahan alam.

Destinasi wisata yang satu ini selalu menjadi tujuan utama warga sekitar untuk menghabiskan waktu liburan di akhir pekan.

Disadur Sabtu (13/2/2021) dari situs berita tribun-medan.com, di wisata Pemandian Aek Buru, dikenal  dengan keindahan alamnya. Hal itu pun yang selalu menjadi tujuan utama setiap pengunjungnya.

Baca Juga :   PBHMI Dukung Program Revolusioner Mentan Amran Ciptakan Petani Milenial

Perpaduan apik di antara sungai yang memiliki warna kehijau-hijauan, tebing bebatuan yang terhampar di sekitaran kawasan menambah panorama keindahan pemandian alam ini semakin mempesona tentunya.

“Bisa dibilang pemandian alam Aek Buru ini merupakan tempat yang asri dengan tetumbuhan yang hijau. Banyak warga sekitar ataupun dari luar daerah Labura yang singgah ke wisata ini,” ujar Efendi seorang pengunjung asal Labura, Minggu (7/2/2021) yang dikutip Sabtu (13/2/2021).

Disebutkan Efendi, bahwa selain pada waktu weekend, hari libur besar seperti Nataru dan Idul Fitri, tempat wisata itu pun sangat ramai di kunjungi wisatawan.

“Cuma ini karena di masa pendemi Covid-19, ada semacam peraturan pemerintah dilarang membuat keramaain, jadi tempat wisata ini tidak sebegitu ramainya di banding beberapa tahun sebelum Covid,” kata Efendi.

Beragam aktivitas pun dapat dilakukan para pengunjung saat tiba di lokasi wisata pemandian alam Aek buru.

Hampir setiap pengunjung yang datang pun kebanyakan bersama sanak keluarga, membawa bekal untuk melakukan kegiatan manggang-memanggang.

Di sepanjang aliran Aek buru, beberapa pemandian pula bisa ditemukan pengunjung.

Berbagai macam fasilitas wisata ditawarkan di setiap titik lokasi yang berbeda-beda. Ya, terserah dari pengunjung yang pilih.

Baca Juga :   6 Agrowisata di Bali yang Direkomendasikan, Wisata Keluarga Asik sambil Belajar

“Ada tempat pemandian juga yang namanya Rindu Alam. Banyak juga pengunjung yang memilih mandi di lokasi itu. Cuma, ya tetap sama satu aliran juga, cuma mungkin fasilitasnya aja yang agak sedikit berbeda,” ujar Efendi.

Dari informasi yang dihimpun, pada awal mula terbentuknya tempat wisata pemandian alam itu merupakan usaha dari warga setempat dalam pemulihan dan pelestarian lingkungan setempat.

Maka dengan demikian, ekosistem sungai pun terjaga dengan baik atau terpelihara dan bermanfaat untuk warga setempat.

Bagi pengunjung yang tertarik mengunjungi lokasi wisata ini, berdasarkan informasi tribun-medan.com, bila anda berangkat dari pusat Kota Medan mungkin dapat memakan waktu perjalanan darat selama tujuh jam dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 288 kilometer.

Pengunjung yang merasa kesulitan menemukan arah ke  Pemandian Alam Aek Buru tak usah khawatir, karena arahnya pula telah tersedia di Google Map.

Mengenai biaya retribusi yang biasa dibilang dengan uang tiket masuk, pengunjung juga tidak perlu merogoh kantong dalam-dalam. Hal itu dikarenakan tidak ada tiket masuk alias gratis.

Pengunjung hanya akan dikenakan biaya parkir untuk sepeda motor Rp 3 ribu dan mobil Rp 5 ribu.

Share :

Baca Juga:

Berita

Ikan Asal Hawaii Ini Bisa Memanjat Tebing Air Terjun Loh

Berita

Laboratorium Karantina Pertanian Kembali Raih Pengakuan Internasional

Nasional

Musim Tanam Tiba, Petani di Jember Terpaksa Pakai Pupuk Tidak Bermutu

Internasional

Petani Karanganyar Dapat Bantuan Mini Combine Harvester

Berita

Perjanjian Perdagangan Bebas Rugikan Petani Indonesia

Berita

Usai Rintis Sekolah Peternakan Rakyat, Pemkab MUBA Target 60.000 Populasi Sapi di 2023

Inspiratif

Pemberdayaan Masyarakat Petani Kabupaten Buru, Kurangi Kemiskinan

Inspiratif

Sektor Pertanian Jadi Andalan Indonesia Di Perundingan Doha