Tambah Menarik, di Wisata Air Umbul Manten Kini Ada Terapi Ikan

  • Bagikan
Terapi ikan di Umbul Manten, Klaten

Mediatani – Keindahan alam Indonesia sejak dulu sudah sangat terkenal, hal itu menjadi potensi wisata terutama wisata budaya dan sejarah yang hampir ada di setiap penjuru Tanah Air.

Baca Juga :   Di Balik Harga Cabai yang Melambung, Petani di Mojokerto Disebut Beli Puluhan Kendaraan

Beberapa daerah terpencil pun tak disangka juga menyimpan keindahan alam dan sejarah, seperti di Kabupaten Klaten, daerah kecil yang berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta itu juga memiliki potensi wisata yang tak kalah menakjubkannya seperti di kota-kota lain.

Destinasi wisata yang sebagian besar orang ketahui saat berlibur ke Klaten hanya Candi Plaosan, yang lokasinya tak jauh dari Candi Prambanan dan Candi Sewu. Padahal, daerah tersebut juga terkenal dengan sumber mata air alami atau dalam bahasa jawa disebut dengan umbul.

Ada beberapa Umbul yang populer sebagai destinasi wisata di Klaten, diantaranya adalah Umbul ponggok dan umbul manten, jarak lokasi kedua umbul ini juga cukup berdekatan. Di tempat wisata tersebut pengunjung dapat menikmati kesegaran air Umbul.

Umbul Manten merupakan salah satu umbul yang saat ini lagi populer karena memiliki karakteristik yang lebih alami dan menyatu dengan alam serta masih memiliki air yang segar dan sangat jernih. Saking jernihnya, bebatuan yang terdapat pada dasar kolam terlihat sangat jelas dan membuat pengunjung yang datang ingin langsung menceburkan diri ke dalamnya.

Awalnya di objek wisata ini masih jarang ditemukan ikan yang berenang, namun sekarang umbul yang terdapat di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo ini telah disediakan kolam khusus untuk terapi ikan bagi para pengunjung.

Dilansir dari Solopos. com, jumlah wisatawan yang datang di Umbul Manten membeludak saat, Sabtu (15/5/2021). Pada siang hari, jumlah pengunjung sudah mencapai 300 – 400 orang hingga menjelang siang hari, pada pukul 12.00 WIB.

Karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, baik pengelola maupun pengunjung diwajibkan untuk menaati protokol kesehatan. Hal itu seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun secara rutin, dan berbagai protokol kesehatan lainnya.

“Di sini, kami ada kolam dewasa dan kolam anak. Di luar itu, ada kolam khusus untuk terapi. Begitu masuk ke objek wisata, pengunjung langsung bisa melakukan terapi ikan. Itu sudah include dengan tiket masuk senilai Rp10.000 per pengunjung,” kata Kepala Desa (Kades) Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Mujahid Jaryanto, di kompleks Umbul Manten Sidowayah, Sabtu (15/5/2021).

Sementera itu, Kepala Unit Umbul Manten Sidowayah, Gandi Prasetyo juga menyampaikan bahwa di lokasi objek wisata yang dikelolanya itu sudah menyediakan kolam terapi ikan, yang letaknya terdapat di sebelah kolam anak.

“Kolam terapi ini sudah ada sejak beberapa tahun terakhir. Ikan yang kami sebar di sini namanya ikan nilem. Jumlah ikan di sini mencapai 3.000 ikan nilem alias ikan terapi,” sebutnya.

Tugi (30), salah satu pengunjung Umbul Manten mengaku bahwa dirinya sempat menikmati terapi ikan tersebut selama kurang lebih 15 menit. Pengunjung yang berasal dari Palur, Kabupaten Karanganyar itu memilih berwisata di Umbul Manten karena suasana yang disajikan masih alami dan airnya dinilai sangat jernih.

“Saat kaki saya cemplung-kan di kolam terapi itu, kaki saya langsung dikerubungi banyak ikan kecil itu. Rasanya krikit-krikit dan sedikit geli. Seperti dipijat. Rasa keju [pegal] bisa hilang,” ungkapnya.

Terpisah, Koordinator Objek Wisata Mata Air Cokro (OMAC) Kecamatan Tulung, Sugiyanto, menyampaikan bahwa jumlah pengunjung di OMAC Tulung juga masih membeludak sejak dibuka pada Jumat (14/5/2021).

“Jumlah pengunjung di hari kedua pembukaan ini mencapai 600 orang [selama satu hari]. Ini hampir sama dengan hari kemarin saat pembukaan hari perdana. Di sini, pengelola dan pengunjung juga diwajibkan menaati protokol kesehatan mulai masuk hingga keluar objek wisata,” kata Sugiyanto.

  • Bagikan