Mediatani – Kementerian pertahanan terus berupaya menciptakan ketahanan pangan dalam negeri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan cadangan pangan nasional melalui komoditas strategis seperti singkong.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pemerintah menargetkan untuk memproduksi 40 juta ton singkong setiap tahunnya.

Menurut dia, berbagai sektor dalam kehidupan bisa terdampak jika target dari nilai produksi singkong dapat tercapai dan dikembangkan sebagai salah satu cadangan pangan strategis.

Misalnya, pada sektor pangan dan kesehatan lanjutnya terjadi penambahan waktu tenggat cadangan pangan strategis selama 120 hari atau setara dengan 10 juta ton PATI atau karbohidrat per tahun.

“Semua dampak positif itu bisa kita raih jika mampu memproduksi sekitar 40 juta ton singkong setiap tahun. Nilai produksi itu akan setara dengan 10 juta karbohidrat (pati) yang senilai Rp 62 triliun,” ujar Trenggono dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2020).

Ada juga dampak di bidang ekonomi dan sosial terjadi peningkatan cadangan devisa negara melalui pengurangan impor sebesar Rp26 triliun. Penyediaan lapangan kerja untuk 76.000 orang sebagai Komponen Cadangan.

Baca Juga  Kementan Tegaskan Importir Bawang Putih Wajib Tanam 5% Dari Pengajuan

Kemudian dampak bagi perkembangan ilmu dan teknologi. Adapun, persentase muatan lokal dari teknologi yang digunakan meningkat. Peningkatan produktivitas PATI dilakukan melalui bioteknologi tanaman singkong.

Penggunaan PATI singkong atau tapioka sebagai sumber bahan kimia dan mineral juga meningkat. Pengembangan konsep Biorefinery yang tepat untuk katanya dapat digunakan untuk setiap proses.

Terakhir, cadangan singkong terhadap lingkungan juga berdampak pada lingkungan fisik-kimia, biologi, sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, semua dampak positif itu bisa diraih jika mampu memproduksi sekitar 40 juta ton singkong setiap tahun. Nilai produksi itu akan setara dengan 10 juta karbohidrat yang senilai Rp62 triliun.

Trenggono juga mengatakan, jika Indonesia mengembangkan singkong sebagai cadangan pangan, hasilnya akan melahirkan efek gentar secara geostrategis bagi negara.

“Negara yang memiliki ketahanan pangan kuat akan disegani secara global karena mampu berdikari memenuhi konsumsi masyarakatnya,” kata dia.

Oleh karena itu, pemerintah berencana melakukan pengembangan food estate atau lumbung pangan nasional. Bahkan, Presiden Joko Widodo telah menunjuk Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk menjadi leading sector pengembangan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here