Banner Iklan @a2tani.id

5 Momen Migrasi Hewan Laut Paling Mengagumkan, Ada yang Seperti Parade

  • Bagikan
Migrasi paus

Mediatani – Hewan laut merupakan fauna yang secara periodik melakukan migrasi dengan alasan tertentu. Mereka akan bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain untuk mencari sumber makanan, tempat berkembangbiak, atau kondisi suhu yang nyaman.

Umumnya, hewan bermigrasi menggunakan rute yang sama dari tahun ke tahun dan dari generasi ke generasi. Bagi sekelompok ikan yang bermigrasi, tidak ada lagi yang namanya batas-batas negara. Bahkan sebagian dari hewan-hewan ini bisa bermigrasi hingga melintasi benua atau samudra.

Banner Iklan @a2tani.id

Berdasarkan penelitian yang dilakukan LIPI, diketahui bahwa beberapa spesies laut akan berpindah lokasi seiring dengan suhu laut yang meningkat. Sekumpulan ikan akan pindah dari perairan hangat ke perairan yang lebih dingin secara bertahap.

Dalam beberapa dekade terakhir ini, para ilmuwan terus mengamati berbagai migrasi yang dilakukan hewan laut. Dikutip dari berbagai sumber, berikut sederet momen migrasi hewan laut yang paling mengesankan di dunia:

1. Paus Bungkuk

Paus bungkuk

Paus Bungkuk merupakan paus balin atau salah satu spesies rorqual terbesar. Paus Bungkuk yang telah dewasa akan memiliki panjang sekitar 12-16 meter dan berat 36 ribu kilogram. Paus Bungkuk termasuk hewan laut yang memiliki kemampuan akrobatik yang menakjubkan saat muncul di permukaan air.

Paus Bungkuk yang sedang bermigrasi adalah suatu pemandangan yang luar biasa. Salah satu tempat untuk melihat langsung fenomena itu adalah di kepulauan Polinesia Tonga.

Paus ini biasanya akan bermigrasi dari bulan Agustus hingga September. Mereka mulai bermigrasi dari Antartika yang dingin mencari daerah yang hangat untuk membuat nyaman bayi mereka yang baru lahir. Sehingga pengunjung yang datang pada bulan tersebut dapat melihat bayi-bayi Paus Bungkuk yang lucu.

2. Kepiting Laba-laba

Kepiting laba-laba Jepang

Kepiting Laba-laba adalah jenis kepiting laut yang berukuran paling besar. Panjang kaki kepiting ini bisa mencapai 3,8 meter dengan berat mencapai 19 kilogram. Kepiting Laba-laba termasuk spesies langka yang biasanya hanya ditemukan di perairan Jepang.

Baca Juga :   Pemkab Bantaeng Kolaborasi dengan BPBL Ambon Kembangkan Rumput Laut dan Ikan Hias

Beberapa peneliti menganggap kepiting ini sebagai salah satu spesies yang bermigrasi dengan cara yang paling aneh menuju perairan Melbourne, Australia. Kepiting yang bermigrasi massal ini berjalan berbaris melintasi dasar laut seperti melakukan parade. Setelah berjalan berbaris, kepiting-kepiting itu menumpuk membentuk formasi seperti piramida.

Kepiting Laba-laba akan bermigrasi mulai saat suhu air dingin, yakni antara bulan April dan Juni. Migrasi ini biasanya hanya berlangsung sekitar satu minggu.

3. Ikan Pari Manta

Ikan Pari Manta

Ikan Pari Manta (Manta birostris) merupakan salah satu jenis ikan pari terbesar yang ada di dunia. Ikan pari ini memiliki tubuh dengan lebar tubuhnya mencapai hampir 6 sampai 7 meter. Bobot terberat manta yang pernah ditemukan rata-rata 1.400 kg. Namun, ikan ini termasuk ikan yang tidak berbahaya bagi manusia.

Ikan Pari Manta biasa ditemukan pada perairan tropis yang hangat di Maladewa, Hawaii, dan Fiji. Saat bermigrasi, ikan pari ini akan akan menempuh jarak yang jauh demi mendapatkan makanan. Ahli biologi baru mulai mencoba memahami pola migrasinya dan masih banyak yang belum diketahui mengenai ikan pari ini.

Para ilmuwan mengatakan segerombolan Ikan Pari Manta yang bermigrasi ini bisa disaksikan di Maladewa, Hawaii, dan Fiji. Di sana akan terlihat lebih dekat saat Ikan Pari Manta melakukan manuver yang elegan dan berenang berkelompok menembus lautan.

4. Hiu Martil

Hiu martil bergigi

Hiu Martil merupakan jenis hiu yang besar dengan kepala yang berbentuk pipih dan melebar ke samping seperti martil. Lebar kepala hiu ini sebesar sepertiga panjang tubuhnya. Meskipun ikan ini suka menyendiri, namun pada waktu-waktu tertentu akan berkumpul untuk berkembang biak.

Hiu Martil yang bermigrasi bisa disaksikan di Malpelo, Kepulauan Cocos, dan Kepulauan Galapagos. Tempat tersebut bisa dikunjungi dari Juni hingga September. Sedangkan, Galapagos dari Juni hingga November dan Malpelo setiap saat sepanjang tahun.

Baca Juga :   Mengenal Jenis Cabai Populer di Indonesia

5. Penyu

Tukik bermigrasi

Penyu bisa bermigrasi menjelajah samudra hingga 3.000 kilometer hanya dalam waktu 58 sampai 73 hari saja. Migrasi itu dilakukan, di antara untuk mencari makan dan tempat bertelur, atau secara musiman mencari perairan yang lebih hangat.

Salah satu ahli yang aktif mengamati migrasi penyu adalah Donan Satria Yudha, Dosen pengampu matakuliah Herpetologi dari Laboratorium Sistematika Hewan Fakultas Biologi UGM. Menurutnya, sebagian penyu seperti jenis penyu hijau ketika bermigrasi akan hampir mengitari seluruh bumi ketika bermigrasi.

Namun, maksud mengitari bumi di sini bukan berarti dilakukan oleh satu individu jenis penyu hijau. Melainkan individu-individu dari jenis penyu hijau yang ada di dunia jika ditotal memiliki luasan migrasi hampir seluruh wilayah ekuator.

Ada 3 pola migrasi yang dilakukan penyu selama hidupnya, yakni migrasi tukik atau anak penyu, migrasi reproduktif, dan migrasi non-reproduktif. Tukik melakukan migrasi dari daratan ke lautan untuk tumbuh dan berkembang setelah mereka menetas.

Sementara itu, migrasi reproduktif dilakukan penyu dewasa dari samudera menuju lautan dangkal atau ke daratan untuk kawin dan bertelur. Dalam setahun, penyu dewasa mampu bermigrasi hingga sebanyak tiga kali dengan waktu yang berbeda setiap spesies.

Sementara itu, penyu dewasa melakukan migrasi non-reproduktif dari satu samudera ke samudera lainnya untuk mencari sumber pakan yang melimpah dan mengikuti arus samudera yang hangat. Misalnya dari samudera Atlantik ke Samudera Pasifik.

Perairan Indonesia merupakan salah satu destinasi yang tepat untuk menyaksikan migrasi kawanan Penyu Belimbing. Di Atlantik, penyu bermigrasi dari pantai Karibia, Pantai Timur Amerika Serikat, lalu Kanada. Sementara di Pasifik, sebagian besar penyu akan pergi dari Asia Tenggara (Indonesia dan Malaysia) ke California dan kemudian masuk ke perairan Alaska.

Banner Iklan Mediatani
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani