Alasan Kenapa Pupuk Organik disarankan untuk Bercocok Tanam

Ilustrasi: Pupuk organik

Mediatani – Pupuk merupakan komponen penting yang menunjang keberhasilan dalam bercocok tanam. Hal tersebut disebabkan karena pupuk adalah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara atau nutrisi bagi tanaman untuk menopang tumbuh dan berkembangnya tanaman.

Selain mempercepat pertumbuhan, pupuk juga berfungsi untuk menjaga tanaman dari serangan hama. Beberapa petani, juga menggunakan pupuk untuk menghasilkan buah atau hasil panen dengan kualitas yang lebih baik.

Salah satu jenis pupuk yang banyak dipakai saat ini adalah pupuk organik. Jika Anda ingin mencoba berkebun di rumah, sebaiknya ketahui dulu jenis-jenis pupuk organik terbaik agar hasil tanaman menjadi lebih berkualitas.

Perbedaan Pupuk Organik dan Pupuk Kimia

Semakin kesini masyarakat makin perduli akan lingkungan dan beralih ke penggunaan pupuk organik. Meskipun sebenarnya, masih ada beberapa diantara kita yang menggunakan pupuk kimia. Kandungan nutrisi yang lebih lengkap menjadikan pupuk organik unggul ketimbang pupuk kimia.

Tidak cuma itu saja, berikut sederet perbedaan antara pupuk organik dan pupuk kimia:

  • Tanaman butuh waktu lama untuk menyerap nutrisi dari pupuk organik. Sebaliknya, kandungan nutrisi pada pupuk kimia dapat langsung terserap oleh tanaman.
  • Pupuk organik membuat struktur tanah menjadi subur tidak seperti pupuk kimia yang justru merusak kesuburan tanah.
  • Pupuk organik memiliki efek reaksi yang lebih lamban pada tanaman, berbanding terbalik dari pupuk kimia yang mana efek reaksinya cepat pada tanaman.
  • Pupuk organik cocok digunakan untuk jangka panjang tidak seperti pupuk kimia.
  • Pupuk organik bisa membuat organisme tanah berkembang dengan baik, berbeda halnya dengan pupuk kimia yang justru mematikan organisme tanah.

Pendapat ahli tentang pupuk organik

Dikutip dari Mongabay, Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI Sarjiya Antonius menyebut, dalam menyediakan bahan pangan yang sehat dan aman dikonsumsi, itu berkaitan erat dengan ekonomi, lingkungan, dan sosial yang ada di sekitar petani. Selain itu, pola pikir dari petani tentang penilaian terhadap pupuk yang aman untuk dipakai, juga sangat penting untuk dimiliki. Jangan sampai, demi menekan biaya produksi, pupuk dipilih yang asal dan tidak aman untuk kesehatan.

Baca Juga  Cara Mudah Budidaya Jagung Manis dengan Polybag

Menurut Anton, pola pikir petani yang menilai bahwa pupuk organik hayati (POH) adalah mahal, selama ini berarti keliru. Mengingat, POH yang dikembangkan LIPI adalah pupuk yang aman dan terjangkau dari segi harga. Jadi, jika selama ini petani sangat bergantung pada pupuk jenis urea dan pupuk M51, tidak ada alasan untuk tetap bertahan dengan keduanya.

Mengingat saat ini petani semakin bergantung kepada pupuk kimia, Anton menghimbau kepada mereka untuk bisa memahami lebih jauh tentang dampak buruk yang ditimbulkan dari penggunaan pupuk tersebut. Jika masih terus bergantung, maka tanah yang diolah untuk ditanami akan dikendalikan sepenuhnya oleh bio katalis.

Anton menyebutkan, formula POH berbasis bahan atau substrat organik lokal mudah didapat oleh masyarakat dengan harga yang terjangkau. Adapun, bahan-bahan pembuatan pupuk tersebut, adalah tauge, gula merah, molase, air kelapa muda, agar-agar, tepung jagung, dan tepung ikan.

Kekurangan pupuk organik

Anton mengatakan, di balik kelebihan yang dimiliki POH, masih ada kekurangan yang tidak bisa dilupakan, yaitu efek perlakuan pada tanaman tidak secepat pupuk kimia. Fakta tersebut, membuat petani sulit diyakinkan bahwa POH memiliki manfaat lebih baik dan hemat biaya.

Baca Juga  Solusi Atasi Kelangkaan Pupuk, Praktisi Pertanian Imbau Petani Buat Pupuk NPK

Kemudian, jika menggunakan POH, diperlukan tenaga untuk mengolahnya karena memerlukan waktu antara 1 hingga 2 minggu untuk bisa terlihat hasilnya. Hal itu berbeda dengan pupuk kimia yang sudah bisa dilihat hasilnya setelah tiga hari pemakaian.

Sebelum menggunakan salah satu dari jenis pupuk organik terbaik, secara umum Anda mesti cari tahu dulu bagaimana cara memilih pupuk organik yang bagus agar nantinya hasil tanaman menjadi lebih berkualitas.

Tips memilih pupuk organik terbaik:

Pilih pupuk yang berkualitas tinggi

Apapun jenis pupuk organik yang bakal dipakai setidaknya pilih pupuk dengan kualitas yang baik. Cari tahu apa saja kandungan yang ada pada pupuk tersebut, karena nantinya penggunaan pupuk akan berpengaruh pada tumbuh kembang tanaman.

Cari tahu informasi mengenai pupuk

Kebanyakan orang yang membeli pupuk sangat jarang sekali bertanya kepada pemilik toko mengenai komposisi hingga manfaat dari penggunaan pupuk tersebut. Alhasil ketika digunakan, pertumbuhan dari tanaman pun menjadi berbeda tidak sesuai dengan ekspketasinya.

Memang sih hampir semua jenis pupuk organik terbaik itu aman. Tapi kalau asal-asalan memilihnya dan tidak sesuai dengan jenis tanaman yang ditanam, justru bakal memberikan hasil yang berbeda. Sebab, tiap jenis pupuk organik memiliki kandungan nutrisi dan komposisi yang berbeda-beda pula.

Pilih pupuk yang sudah mengantongi sertifikat

Cara terakhir dalam memilih jenis pupuk organik terbaik adalah dengan melihat sertifikasi dari pupuk tersebut. Artinya, jenis pupuk yang bagus adalah pupuk yang telah teruji dan mengantongi sertifikat dari Departemen Pertanian. Karena suatu pupuk organik bisa dikatakan berkualias jika sudah lolos uji kelayakan dari para ahlinya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Artikel Terbaru