Ampuh! 5 Tips Usir Tikus dari Pakar Tikus IPB

  • Bagikan
ILUSTRASI. Tikus/IST

Mediatani – Ahli tikus dari IPB University Dr Swastiko Priyambodo mengemukakan bahwa tikus adalah salah satu hewan yang “menguasai” permukaan bumi karena jumlahnya yang sangat banyak.

Dia bilang, tikus (Rodentia) adalah ordo terbesar (40 persen) dari kelas mamalia dengan jumlah spesies terbanyak.

Tak heran, bila tikus menjadi salah satu hewan hama yang paling sering bersarang di rumah atau gorong-gorong dan mengganggu kenyamanan.

Yup! Apalagi si tikus juga meninggalkan bau kotoran hingga merusak perabotan.

Namun demikian hanya sembilan spesies tikus saja yang menjadi hama. Dari sembilan spesies tersebut, hanya Rattus norvegicus (tikus riul), Rattus rattus diardii (tikus rumah) dan Mus musculus (mencit rumah) yang bersifat kosmopolit (dapat hidup dan berkembang di seluruh dunia).

“Tiga tikus inilah yang sering kita jumpai di rumah dan sering mengganggu aktivitas kita di rumah,” papar Swastiko dirangkum dari laman IPB, melansir, Selasa (1/6/2021) dari laman Kompas.com.

Cara mengendalikan tikus

Sebagai langkah awal pengendaliannya, dosen IPB University dari Departemen Proteksi Tanaman itu menyarankan untuk melakukan inspeksi tanda kehadiran tikus di rumah.

Inspeksi tersebut, kata dia, dapat dilakukan mulai dari melihat feses atau kotoran, kerusakan yang ditimbulkan, sarang tikus, suara tikus, jejak kaki dan ekor tikus, tanda atau noda olesan, jalan tikus, serta urin dan ekskresi bau baik yang hidup maupun yang sudah mati.

Baca Juga :   Petani Rumput Laut di Nusa Penida Dihantui Hama dan Fluktuasi Harga

Di samping itu, pengendalian tikus, lanjut dia, dapat dilakukan dengan berbagai metode.

Di area rumah atau permukiman, Swastiko mengandalkan teknik sanitasi, fisik-mekanis dan kimiawi untuk mengendalikan tikus.

  1. Tidak menumpuk sampah makanan

Kegiatan sanitasi, katanya, dapat dilakukan dengan membersihkan berbagai macam pemicu munculnya tikus terutama sumber daya tikus.

Sumber daya tikus itu ialah makanan dan sarang yang menjadi komponen utama, karena tikus akan menghuni suatu habitat jika tersedia makanan dan sarang.

“Kalau pengendalian mekanis, yang efektif kita terapkan adalah mencegah tikus supaya tidak masuk ke dalam bangunan. Dengan cara menutup rapat celah-celah yang ada di bangunan dengan bahan yang kuat yang tidak dapat digerogoti tikus terutama bahan logam,” jelas Swastiko.

  1. Gelombang elektromagnetik

Cara lainnya ialah dengan mengusir tikus menggunakan gelombang elektromagnetik atau suara ultrasonik. Metode pengusiran menggunakan suara ultrasonik, kata Swastiko dapat memanfaatkan suara jangkrik.

“Kalau menggunakan suara, tikus akan berusaha mencari sumber suara dan berusaha supaya suara tersebut tidak berbunyi lagi, sementara kalau menggunakan bahan rempah, tingkat efektivitasnya belum sampai 100 persen dan baru bisa mengusir tikus untuk sementara waktu saja,” terangnya.

  1. Gunakan rempah
Baca Juga :   Paus Jenis Brydei Terdampar Lagi, Kali Ini di Pantai Batu Bali

Sementara bahan rempah yang dapat digunakan untuk mengusir tikus di antaranya bawang putih, merica, cabai rawit, dan bintaro.

  1. Kimiawi

Adapun untuk pengendalian kimiawi, penggunaan rodentisida (bahan yang mengandung senyawa kimia beracun yang digunakan untuk mematikan berbagai jenis binatang pengerat) dinilai lebih efektif.

  1. Perangkap

Penggunaan perangkap. Cara ini cukup efektif digunakan untuk mengendalikan tikus, mulai dari perangkap hidup (life trap) maupun perangkap mati (dead trap).

Saat akan digunakan ulang, perangkap dapat dicuci menggunakan sabun, air panas maupun air cucian beras untuk menghilangkan bekas feromon sehingga tidak dicurigai oleh tikus lain.

Perangkap perlu menggunakan umpan yang menarik bagi tikus seperti kelapa bakar, selai kacang maupun makanan yang tinggi protein seperti daging.

Perangkap diletakkan pada tempat yang bervariasi dan tidak hanya berfokus pada satu tempat saja. Bisa diletakkan jalur tikus maupun tempat yang menarik bagi tikus. (*)

  • Bagikan