Antara Teh dan Kopi, Manakah yang Berkafein Tinggi?

  • Bagikan
Sumber foto: okezone.com

Mediatani РKopi dan teh merupakan jenis minuman berasa yang paling sering dikonsumsi masyarakat dalam kesehariannya. Sebagai penikmat kedua minuman tersebut, ada baiknya jika mengetahui apa yang terkandung pada minuman tersebut. Pengetahuan ini membantu kita untuk mengetahui apakah minuman tersebut aman atau tidak mengganggu kesehatan.

Salah satu kandungan yang terdapat pada kedua minuman tersebut adalah kafein. Kafein adalah salah satu senyawa stimulasi yang bisa berperan baik, namun ada kalanya juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak ulasan berikut ini.

Kandungan kafein bagi tubuh manusia

Dikutip dari laman Healthline, efek stimulasi kafein bermanfaat untuk kesehatan. Fungsinya adalah untuk meningkatkan kewaspadaan, meningkatkan suasana hati, meningkatkan metabolisme dan meningkatkan kinerja atletik.

Meski banyak manfaat, konsumsi berlebih terhadap kafein bagi tubuh manusia bisa memberi efek yang buruk. Department of Agriculture Amerika Serikat (USDA) dan European Food Safety Authority (EFSA) mengungkapkan bahwa asupan kafein yang aman untuk tubuh adalah 4 ratus miligram per harinya.

Apa yang dirasakan oleh tubuh manusia ketika mengonsumsi kafein secara berlebih?

Efek yang sering dirasakan oleh seseorang ketika mengonsumsi kafein melewati batas normal adalah terjadinya kegelisahan, cemas, susah tidur, bahkan sakit kepala kronis dan migrain.

Kafein yang terkandung pada teh dan kopi ini beragam, tergantung pada jenis minumannya serta pengolahannya. Lantas, antara teh dan kopi, manakah yang memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi?

Kadar kafein pada teh dan kopi

Berdasarkan penelitian yang terdapat pada Journal of Food Sciences dengan judul “Determination of Caffeine Content in Tea and Mate by Using Different Methods” oleh Drazenka Komes dkk pada 2009, ditemukan fakta bahwa daun teh memiliki kandungan sebanyak 3,5 persen kafein.

Sementara kopi memiliki kandungan kopi yang berbeda-beda tergantung jenisnya. Jenis kopi Robusta memiliki kafein tertinggi yaitu 2,15 persen. Disusul urutan kedua yaitu kopi Arabica dengan 1,77 persen kafein. Jika diliat dari persentasenya, teh memiliki kandungan kafein yang banyak dibanding kopi.

Kendati demikian, ketika diproses dan sudah diseduh, kopi hanya menggunakan sedikit air dibanding teh. Sehingga, diketahui bahwa jumlah kafein yang dihasilkan oleh seduhan kopi lebih besar jika dibandingkan dengan kafein pada seduhan teh.

“Teh punya kafein lebih tinggi dibanding kopi kalau diseduh menggunakan cara kopi,” kata Juri National Tea Competition 2022 sekaligus founder Teh Nusantara Muhammad Ashfiya saat ditemui oleh Kompas.com saat acara Jakarta Tea Passport pada Minggu (31/7/2022).

Ashfiya juga menjelaskan bahwa rasio air yang diperlukan untuk menyeduh satu gram bubuk kopi adalah sekitar 15 mililiter air. Sementara untuk rasio air per satu gram teh adalah sebanyak seratus mililiter.

“Kafein itu terekstraksi kalau suhunya tinggi, waktu rendamannya lama, serta rasio airnya pekat, dan itu tidak kita lakukan saat menyeduh teh.

**

Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menjadi referensi bagi Soba Mediatani yang rutin mengonsumsi teh dan kopi.

  • Bagikan