Home / Nasional

Selasa, 5 September 2017 - 12:54 WIB

Badan Pemeriksa Keuangan Bakal Awasi Proyek Cetak Sawah

ilustrasi: Salah satu pelaksanaan proyek cetak sawah. [foto: metrosulawesi.com]

ilustrasi: Salah satu pelaksanaan proyek cetak sawah. [foto: metrosulawesi.com]

Mediatani.co – Badan Pengawas Keuangan (BPK) akan terlibat dalam pengawasan program pencetakan sawah yang diprogramkan oleh kementerian pertanian pada tahun ini. Hal tersebut diwujudkan sebagai langkah untuk terwujudnya transparansi program serta keakurasian data perkembangan program.

Anggota IV BPK Rizal Djalil dalam kunjungannya ke Kementerian Pertanian, Senin (4/9) pagi mengatakan, pentingnya sebuah data pertanian terutama luas lahan, jumlah kelompok pertanian dan jumlah rumah tangga.

“Dengan data yang akurat kita bisa memprediksi produksi yang akurat dan tidak perlu impor lagi karena produksi kita cukup,” ujarnya.

Rizal menceritakan, tahun lalu ia menghadiri sidang WHO di Roma yang khusus membahas masalah data luas lahan dan lahan panen. Saat itu dilakukan pembahasan bagaimana setiap negara meningkatkan kualitas datanya.

“Saya sudah sampaikan pada pak Menteri bahwa bagaimana negara seperti Kenya sudah menggunakan satelit,” ujar dia.

Menurutnya, saat ini Kementerian Pertanian sudah bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menggunakan teknologi canggih untuk memastikan luas lahan.

Baca Juga :   HUT RI ke75, Mentan Ajak Semua Pihak Gotong Royong Bangkitkan Pertanian Bangsa

“Kalau kita sudah bisa memastikan luas lahan dengan akurat tentu kita bisa memastikan luas panennya juga,” terangnya.

Sementara itu, Menteri pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya telah menggunakan citra satelit selain melakukan pendataan langsung ke lapangan. Dengan begitu akan didapat data yang presisi dan akurat.

“Dari sini kita bisa lihat berapa usia tanamnya, berapa tingkat genangannya, jadi ada yang 0-15 hari dan 15-30 hari, ini lengkap,” ujar dia.

Melalui satelit tersebut pihaknya bisa melihat dengan jelas mana lahan yang belum diolah, lahan yang bisa ditanami dan lahan yang siap panen. Kementan juga tetap menggunakan mantri-mantri atau ahli pertanian di tingkat desa untum dilaporkan ke pusat karena menginginkan data yang berkualitas.

“Jangan ada yang lengah dengan kegiatan ini dan kita awasi dengan ketat kalau ada main main bisa kita tindak tegas,” katanya.

Mentan mengakui, belum lama ini salah satu staf di Kementan melakukan tindakan tidak menyenangkan terkait program cetak sawah. Ia mengelabui pihak swasta untuk mendapatkan keuntungan pribadi, namun yang bersangkutan telah dipecat.

Baca Juga :   40 Hari Berjalan Kaki dari Sumut, Kini Rombongan Petani Tiba di Istana

“Sekarang kami sudah pecat orangnya, tidak boleh berkantor di Kementerian Pertanian,” tegasnya.

Program cetak sawah dalam Nawacita telah dicanangkan dengan target satu juta hektare sawah yang dibangun guna mengimbangi konversi lahan sawah dan memperluas areal sawah baru. Hal ini penting dalam mendukung peningkatan produksi pangan.

Tahun ini Amran menargetkan 40 ribu hektare cetak sawah baru. Realisasi pada 2015 adalah 20.070 hektare atau 87,26 persen. Angka realisasi cetak sawah tersebut dimulai pada September 2015. Realisasi tahun 2016 sejak Januari 2016 adalah 129.076 hektare atau 97,67 persen.

Sebelumnya, kisruh terkait program pencetakan sawah menjadi wacana publik. Hal tersebut dimulai dengan terbitnya Cover Majalah Tempo dengan salah satu headlinenya tertuliskan “Bau Amis Proyek Cetak Sawah”. Terhembus kabar bahwa terdapat oknum kementerian pertanian yang disebut-sebut bermain proyek cetak sawah dengan menjanjikan sesuatu kepada sejumlah pengusaha.

Share :

Baca Juga

Nasional

KKP: Omnibus Law Permudah Izin Usaha Perikanan
Peserta pelatihan petugas Penilai Usaha Perkebunan (PUP), 21 - 27 April 2019 di LPP Jogjakarta (Foto: Dokumen Kementan)

Berita

Kementan Dorong Pengawalan Kejayaan Usaha Perkebunan Nasional

Nasional

Ini Dia Perbedaan Beras Premium dan Beras Medium

Nasional

Kebutuhan Pangan Tercukupi, Kementan: Kerja Keras Pahlawan Pangan

Berita

DPR Dukung Program Optimalisasi Lahan Dan Modernisasi Pertanian

Nasional

Telah Menempuh 650 KM, Massa Aksi Kini Sampai di Pekanbaru

Nasional

Sulawesi Utara Siap Kembangkan Pertanian Berbasis Korporasi

Inspiratif

Sacha Inchi, Tanaman Asli Hutan Amazon yang Sukses dibudidayakan Petani Cianjur