Bahan Organik: Terminologi dan Peranannya Bagi Kesuburan Tanah

  • Bagikan
Ilustrasi: Horizon tanah yang mengandung bahan organik.

Mediatani – Usaha budidaya tanaman di lahan tentu saja sangat bergantung pada kondisi lahan tersebut salah satunya berkaitan dengan kesuburan tanah. Kesuburan tanah menjadi salah satu indikator penting dalam menunjang keberhasilan budidaya tanaman yang berkelanjutan.

Kesuburan tanah berkaitan dengan tiga hal, yaitu sifat fisik, kimia dan biologi tanah (mungkin akan dibahas di kesempatan lain). Ketiga sifat tersebut saling mempengaruhi satu sama lain. Sehingga ketiganya menjadi hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan usaha budidaya tanaman.

Pengolahan lahan yang intensif secara perlahan akan membuat tiga sifat tanah tersebut menurun, sehingga juga akan menurunkan kesuburan tanah itu sendiri dan berdampak pada penurunan produktivitas tanaman.

Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan ketiga sifat tersebut untuk mengembalikan kesuburan tanah. Salah satu cara untuk mengatasi dampak penurunan ketiga sifat tersebut adalah dengan memberikan input bahan organik.

Menurut Akhmad Rizalli Saidy, dalam buku “Bahan Organik Tanah: Klasifikasi, Fungsi dan Metode Studi”, bahan organik diartikan sebagai semua bahan yang berasal dari jaringan tanaman dan hewan baik 2 yang masih hidup maupun yang telah mati.

Kendati demikian, beberapa terminologi ini perlu dibedakan, di antaranya komponen organik tanah, bahan organik tanah (BOT) dan humus.

Terminologi Penting

Saiful Anwar dan Untung Sudadi dalam Buku “Kimia Tanah” mendefinisikan ketiga terminologi tersebut sebagai berikut:

  • Komponen organik tanah, yaitu mencangkup baik bahan organik hidup dan residu tanaman serta hewan yang telah mati dan dibedakan berdasarkan fraksi bahan organik kasar (masih memperlihatkan bentuk anatomi tumbuhan) dan bahan organik halus (struktur tanaman sudah tidak dapat dikenali).
  • Bahan organik tanah (BOT), yaitu komponen organik tanah yang telah mengalami degradasi/dekomposisi baik sebagian ataupun keseluruhan, resintesi secara kimia dan biologi dalam tanah serta bahan humi dan biomassa mikroorganisme dalam tanah (diluar tisu tumbuhan dan hewan yang belum/tidak terlapuk).
  • Sementara humus diartikan sebagai produk akhir dari dekomposisi bahan organik yang relatif stabil (tidak mengalami dekomposisi lanjut) dan merupakan hasil dekomposisi dan resintesi mikroorganisme tanah.
Baca Juga :   Ingin Budidaya Semangka Secara Hidroponik? Simak Langkah-Langkahnya

Peran Bahan Organik Bagi Tanah

Keberadaan bahan organik secara alami dalam tanah akan memberikan dampak positif berupa perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang nantinya dapat meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Secara ringkas manfaat bahan organik tanah yaitu :

  • Fungsi hara: keberadaan bahan organik akan meningkatkan sumber hara dalam tanah terutama hara nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K) dan sulfur (S) yang akan meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
  • Fungsi biologi: keberadaan bahan organik akan mempengaruhi aktivitas mikroorganisme dalam tanah. Sebagai contoh bahan organik dibutuhkan sebagai sumber energi oleh bakteri tanah penambat N2 yang juga akan menunjang fungsi hara bahan organik.
  • Fungsi fisik: keberadaan bahan organik akan memperbaiki struktur tanah yang akan menunjang ketersedian air dalam tanah menjadi lebih baik.
  • Fungsi kimia: keberadaan bahan organik dalam tanah akan menjadi penyumbang sifat aktif koloid organik tanah yang nantinya akan menunjang sifat fisik tanah.
Baca Juga :   Pemerintah Fokus Terhadap Penanganan Pasca Panen dan Pemasaran Hasil Pertanian

Keberadaan bahan organik dalam tanah sangat bervariasi, tergantung dari kondisi tanah itu sendiri. Tanah-tanah andosol (tanah yang terbentuk dari proses vulkanisme gunung api (sumber: kompsas.com)) alami di daerah pegunungan mengandung bahan organik lebih dari 5%.

Tanah-tanah dengan drainase buruk di daratan banjir dapat mengandung bahan organik lebih dari 10%. Bahkan pada lahan gambut keberadaan bahan organik dapat mendekati 100%.

Sementara itu, pada tanah-tanah yang bertekstur kasar dan tanah-tanah pertanian yang digunakan secara intensif hanya mengandung bahan organik kurang dari 1%. Oleh karena itu perlu, adanya upaya pengembalian bahan organik tanah.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu menambahkan input bahan organik dari luar, sehingga dapat mengembalikan kadar bahan organik dalam tanah. Selain itu, pemberian bahan organik juga dapat dilakukan dengan menumpuk atau membenamkan sisa-sisa tanamn yang tidak dipanen ke dalam lahan.

***

Meskipun secara umum keberadaan bahan organik dalam tanah berada dalam jumlah yang sedikit, akan tetapi peranannya bagi tanah begitu besar sehingga keberadaannya dalam tanah menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan untuk menunjang kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.

  • Bagikan