Begini Cara Menanam Parijoto, Buah yang Aesthetic dan Kaya Manfaat

Risfa Izzati - Mediatani.co
  • Bagikan
Buah Parijoto atau dikenal dengan nama Anggur Asia

Mediatani – Parijoto (Medinella speciosa L) adalah jenis tanaman semak yang sering ditanam oleh sebagian orang sebagai tanaman hias karena bentuk buahnya yang indah. Buah ini sering juga disebut sebagai anggur asia dan memiliki banyak manfaat, salah satunya baik dikonsumsi oleh ibu hamil.

Agar dapat tumbuh dengan baik, parijoto membutuhkan tanah yang lembab dan berhumus. Tanaman ini cocok ditanam di daerah dataran tinggi pada ketinggian 800 m -2.300 mdpl.

Cara menanam parijoto hampir sama seperti menanam tanaman pada umumnya. Berikut langka-langkah yang bisa kamu lakukan untuk menanam parijoto:

Penyemaian Parijoto

Menanam parijoto dapat dilakukan dengan mulai menyemai benihnya. Wadah persemaian dapat berupa polybag, kotak kayu atau kotak plastik. Benih disemai dalam tempat persemaian yang diberi media semai setebal ± 3 cm.

Media tanam yang digunakan adalah pupuk kandang atau kompos halus dengan tanah berbanding 1:1. Basahi media tanam secukupnya dengan rata, selanjutnya sebar benih secara merata dan tutup dengan tanah halus setebal ± 1 cm.

Isi setiap lubang tanam dengan 1-2 biji parijoto. Siram setiap hari dengan air secukupnya sampai bibit parijoto berkecambah. Jika daunnya sudah 4 atau lebih, kamu bisa pindahkan parijoto ke dalam pot.

Baca Juga :   Kolaborasi Kementan-Kemendikbud Cetak SDM Pertanian yang Berkualitas

Penanaman Parijoto

Siapkan media yang terdiri dari tanah, kompos, sekam dengan perbandingan (2:1:1). Sebelum menanam, siram media tanaman dengan air secukupnya lalu pindahkan parijoto dari media semai ke dalam pot bersama tanah di sekitar perakaran tanaman. Lakukan dengan hati-hati agar akar tanaman tidak rusak.

Pemeliharaan Tanaman Parijoto

Pemeliharaan yang teratur dapat meningkatkan produktivitas parijoto. Pemeliharaan yang dilakukan meliputi :

  1. Penyiraman rutin pada pagi dan sore hari.
  2. Penyiangan atau membersihkan rumput/gulma yang ada di sekitar tanaman parijoto, agar tidak terjadi persaingan nutrisi antara tanaman utama dengan gulma.
  3. Penanggulangan hama dan penyakit, memberikan insektisida secara teratur kepada tanaman parijoto sesuai dengan dosis yang dibutuhkan tanaman atau membasminya dengan cara manual.
  4. Pemangkasan untuk pertumbuhan pokok, mengurangi serangan hama dan memudahkan dalam proses pemeliharaan tanaman.
  5. Pemupukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman parijoto. Pemupukan dapat menggunakan pupuk organik padat, pupuk organik cair dan zat pengatur tumbuh organik.

Fungsi dan dosis pupuk pada tanaman parijoto yaitu:

Baca Juga :   Guna Meningkatkan Daya Saing, Kementan Resmikan Kebun Uji BUSS

Pupuk Organik Padat. Penggunaan pupuk organik padat menyesuaikan dengan umur dari tanaman. Untuk  aplikasi pada tanaman dapat dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air kemudian disiramkan atau digemborkan secara merata.

Pupuk Organik Cair. Penggunaan pupuk organik cair yaitu diberikan dua minggu sekali dan diberikan dengan cara disiramkan pada tanaman. Untuk dosis penggunaan yaitu 3 tutup botol pupuk organik cair dilarutkan dalam 10 liter air disiramkan pada tanaman.

Zat Pengatur Tumbuh Organik. Penggunaan zat pengatur tumbuh organik yaitu dengan cara disemprotkan larutan pada daun dan batang sampai merata setiap dua minggu sekali. Peningkatan dosis disesuaikan dengan umur tanaman, Untuk dosis penggunaan yaitu larutkan zat pengatur tumbuh organik dalam air sebanyak 1 cc setiap satu liter air.

Panen Parijoto

Panen tanaman parijoto dapat dilakukan saat parijoto berumur satu tahun. Parijoto dengan buah yang masih muda akan berwarna merah muda dan akan semakin tua atau merah keunguan jika sudah matang. Parijoto akan berbunga antara bulan November hingga Januari dan buah parijoto dapat dipanen antara bulan Maret – Mei.

  • Bagikan