Home / Berita / Nasional

Selasa, 28 November 2017 - 10:11 WIB

Begini Kondisi Sawah Petani Batusesa Usai Erupsi Gunung Agung

Banjir lahar dingin menerjang areal pertanian warga sekitar Gunung Agung pada Senin (27/11/2017).(Kompas.com/Robinson Gamar)

Banjir lahar dingin menerjang areal pertanian warga sekitar Gunung Agung pada Senin (27/11/2017).(Kompas.com/Robinson Gamar)

Mediatani.co — Lahan persawahan milik petani desa Batusesa Kecamatan Rendang, Karangasem yang dekat dari Sungai Yeh Sah hancur lebur diterjang banjir lahar dingin. Banjir lahar dingin ini adalah imbas dari erupsi Gunung Agung yang masih terjadi hingga saat ini.

Berdasarkan pantauan di lapangan, air sungai yang biasanya jernih nampak terlihat sangat keruh. Dari sungai pun tercium bau belerang. Banjir juga ikut menghanyutkan material lain, seperti batang pohon, tanah, dan lumpur. Tak terhindarkan, tanaman pertanian milik para warga.

“Ini merupakan lahar kecil berisi material letusan yang terbawa air hujan dan menuju ke sungai,” ujar Kepala Bidang Mitigasi PVBMG, I Gede Suantika  pada Senin, 27 November kemarin

Baca Juga :   Petani Sukabumi Kembangkan Gac, Buah yang Katanya Dari Surga

Dia menyarankan kepada warga agar jangan dulu mendekati aliran sungai dan selalu waspada ketika beraktivitas disekitar sungai. Mengingat Pulau Bali saat ini tengah memasuki musim hujan. Oleh karena itu juga,  warga tetap dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah demi keamanan bersama.

Ia pun menambahkan, banjir lahar dingin tersebut berasal dari lereng sebelah selatan Gunung Agung. Pihaknya telah melakukan pengecekan dan menemukan ada bau belerang dan jatuhan abu.

Hal senada disampaikan oleh  Kepala Pos Pantau Gunung Agung Desa Rendang I Dewa Mertayasa mengatakan, banjir lahan dingin terjadi disebabkan karena ada kandungan belerang dalam lahar tersebut.

Baca Juga :   Produksi Padi Hingga 8 Ton Per Hektare, Abdya Lebihi Target Nasional

“Bisa dibilang banjir lahar dingin karena ada bau belerang,” ujar Mertayasa.

Untuk selanjutnya, dari pihak PVMBG akan terus berupaya untuk mencari tahu apa saja material vulkaniknya yang terkandung di dalam lahar dingin tersebut. Hal ini dilakukan karena sejak  dua hari terakhir semburan material vulkanik dalam bentuk asap dan abu menunjukan intensitas yang sangat tinggi.

“Kami ambil sampel dulu untuk dicek di laboratorium sehingga bisa diketahui tingkat kandungan material vulkaniknya,” ucapnya.

 

Share :

Baca Juga

Nasional

Belasan Petani Diserang Ribuan Lebah Odeng Saat Bekerja di Sawah, 2 Orang Meninggal
Aksi Serentak Peduli Sampah Nasional oleh Balai Taman Nasional Kayan Mentarang

Berita

Lebih dari Setengah Ton Sampah Terkumpul di Pusat Pemerintahan Kabupaten Malinau

Nasional

Petani Bandung Barat Banyak Yang Tak Punya Lahan

Berita

Pemkab Enrekang-Pemerintah Belanda Sepakati Kerjasama Digital Farmer Field School

Nasional

Kenapa Harus MENHAN Urus Lumbung Pangan Nasional?

Berita

Cepat Tanggap, Tim POPT Tangani Serangan Penyakit Tanaman Cabai di Magetan

Berita

Delusi Swasembada Pangan?

Nasional

Kolaborasi Aspphami dan Karantina diharap Mampu Kendalikan Hama Produk Ekspor Impor