Begini Tahapan Budidaya Lele di Kolam Terpal, Tidak Butuh Modal Besar

  • Bagikan
Perangkat Desa Tanon memberi pakan ikan lele di kolam.

Mediatani – Budidaya ikan lele sampai saat ini masih menjadi salah satu usaha alternatif yang banyak digeluti masyarakat. Karena, selain dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, hasil penjualannya juga lumayan untuk menambah pemasukan.

Usaha budidaya lele ini juga populer karena masyarakat mudah menjalankannya tanpa perlu membangun atau memiliki kolam yang membutuhkan dana besar. Saat ini yang paling banyak dipilih adalah budidaya lele dengan menggunakan kolam terpal.

Pembuatan kolam terpal bisa dilakukan di pekarangan ataupun di halaman rumah. Kelebihan lain dari kolam terpal yaitu dapat terhindar dari hewan pemangsa ikan.

Selain itu, volume air dalam kolam terpal mudah diatur, sehingga saat memanen dan ketinggian air bisa disesuaikan dengan usia ikan. Dengan kolam terpal, ikan lele yang dihasilkan akan lebih berkualitas, tampak bersih dan ukurannya menjadi relatif seragam.

Dilansir dari portaljogja.com, berikut tahapan dalam membudidayakan ikan lele dalam kolam terpal.

1. Membuat Konstruksi Kolam

Untuk budidaya lele di kolam terpal, pertama-tama bagian dalam kolam terpal harus dicuci dengan sabun untuk menghilangkan bau lem atau bahan kimia lain yang dapat membunuh benih ikan.

Setelah itu, bilas bagian dalam terpal kemudian keringkan selama satu hari. Setelah bersih, isi kolam dengan air hingga mencapai 20 cm. Setelah terisi air, diamkan selama satu minggu untuk proses pembentukan lumut dan menumbuhkan fito-plankton.

2. Penebaran Benih Ikan

Untuk kolam ukuran 2m x 1m x 1m, bisa ditebar sebanyak 1.000 benih lele dumbo atau sangkurian ukuran 1,5 – 2 inci.

Ingat, jangan buru-buru memasukkan benih ikan ke dalam kolam. Terlebih dahulu lakukan langkah perendaman agar benih dapat menyesuaikan dengan kondisi air kolam.

Caranya yaitu dengan mengambil secukupnya air kolam yang menjadi tempat budidaya lalu tuang ke dalam ember. Setelah itu, masukkan benih ikan ke dalam ember tersebut.

Diamkan selama 30 menit untuk proses penyesuaian dengan air kolam dan juga menghilangkan stress ikan akibat dipindahkan dari habitat penangkaran ke habitat baru di kolam. Setelah 30 menit, benih ikan lele sudah dapat ditebar dalam kolam.

Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau malam hari, dimana kondisi air masih relatif stabil.

3. Perhatikan Volume Air Kolam

Pada bulan pertama, cukup isi kolam dengan air setinggi 20 cm, sementara pada bulan kedua, air perlu ditambah hingga setinggi 40 cm dan pada bulan ketiga air setinggi 80 cm.

Perlu diperhatikan, air kolam akan berkurang karena proses penguapan. Maka dari itu, perlu dilakukan penambahan air sampai tingkat air kembali ke posisi normal sesuai umur ikan.

lkan lele pada dasarnya tidak begitu menyukai air jernih. Warna air yang cocok untuk ikan lele adalah warna hijau.  Namun, air akan berubah menjadi merah ketika ikan telah mencapai umur dewasa dan siap panen.

Untuk membuat air menjadi hijau, tambahkan daun hijau seperti daun talas, kangkong atau enceng gondok pada kolam. Selain menjadi tanaman peneduh, daun-daun atau tanaman itu berguna untuk menyerap racun yang ada dalam air kolam.

4. Pakan

Untuk pakannya, beri tiga kali sehari yaitu pukul 07:00 pagi, 17:00 sore dan 22:00 malam. Pakan tidak selalu diberikan 3 kali sehari, bahkan bisa juga 4 kali dalam sehari, tergantung pada kebutuhan ikan.

Pemberian pakan tidak boleh terlalu berlebihan, sebab akan memicu berbagai macam jenis penyakit akibat pakan yang mengendap karena tidak termakan oleh ikan dan menyebabkan munculnya amonia beracun.

5. Panen

Pemanenan dilakukan setelah ikan berumur 90 hari. Biasanya lele yang dipanen berukuran 4 sampai 7 ekor per kg atau sesuai dengan keinginan pembeli. Jika ukurannya terlalu kecil kecil, maka akan dimasukkan kembali dalam kolam untuk dipelihara kembali.

Pemanenan dilakukan dengan cara menyortir atau memilih ikan yang layak untuk dikonsumsi maupun dijual.

  • Bagikan