Benarkah Merokok dalam Ruangan Bisa Membunuh Tanaman Indoor? Ini Penjelasannya

  • Bagikan

Mediatani РRupanya bukan hanya manusia yang tidak menyukai asap rokok, tanaman pun ada yang merasakan demikian. Ketika Kamu mendapati tanaman indoormu tidak tumbuh subur, mungkin salah satu penyebabnya adalah intensitas asap nikotin yang dihirup oleh tanaman cukup banyak.

Benarkah demikian? Tanaman bisa terpengaruh dengan udara yang ada di sekitarnya?

Faktanya adalah benar. Pada contoh kasus di kawasan yang sering dilanda kebakaran hutan, tanaman yang selamat dari lalapan si jago merah nantinya akan tumbuh dengan kualitas pertumbuhan yang sudah tidak maksimal.

Dikutip dari laman Gardening Know How, tanaman tersebut telah terkontaminasi dengan asap pembakaran pada level yang berat. Akibatnya, tanaman tersebut sudah tidak bisa lagi berfotosintesis dengan sempurna, sehingga membuat tanaman tidak lagi tumbuh sesubur seperti sebelum kebakaran terjadi.

Ada sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa asap rokok ternyata dapat memberi pengaruh terhadap tumbuh kembang suatu tanaman, khususnya pada tanaman indoor atau tanaman yang diletakkan di dalam rumah.

Dalam penelitian dijelaskan bahwa tanaman yang telah terkontaminasi dengan asap rokok minimal 30 menit perhari akan berdampak pada pertumbuhan daun yang menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan tanaman yang sama sekali belum pernah terkontaminasi dengan asap rokok.

Baca Juga :   Erupsi Gunung Sinabung, 3.045 Hektare Lahan Pertanian Rusak

Bahkan daun yang telah tumbuh pun lebih cepat menguning lalu berubah menjadi kecokelatan bahkan bisa menyebabkan daunnya berguguran. Adanya efek nikotin bagi tanaman ini kemungkinan berhubungan dengan kemampuan tanaman indoor dalam menyaring udara di suatu ruangan.

Jika Kamu meletakkan tanaman mint pada ruangan yang dipenuhi dengan asap rokok, hanya dalam waktu dua jam saja tanaman mint tersebut dipastikan telah mengandung banyak nikotin.

Kemudian nikotin yang ada di dalam ruangan tersebut diserap oleh tanaman melalui akar dan daun tanaman. Untuk mengeluarkan nikotin dari tubuhnya, tanaman membutuhkan waktu sekitar 8 hari itupun kandungan nikotinnya masih tetap ada dalam tanaman.

Ketika tanaman sudah terlalu banyak menghirup nikotin, maka tanaman tersebut akan menderita banyak kerugian. Yang pertama, tanaman akan sulit untuk melakukan fotosintetis. Proses fotosintetis memerlukan cahaya matahari. Sedangkan jika daun tanaman tersebut telah terlapisi dengan nikotin, maka fotosintetis tak lagi berjalan maksimal.

Baca Juga :   Potensi Lahan Besar, Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Udang di Sumbar

Dikutip dari laman Garden Guides, efek dari proses fotosintetis yang tidak maksimal maka akan menyebabkan tanaman kelaparan sebab tidak lagi memperoleh nutrisi.

Saat tidak lagi memperoleh nutrisi, tanaman akan berusaha mencari nutrisi ke tanah melalui akar-akarnya. Sayangnya, karbon monoksida yang berasal dari rokok juga telah merusak akar sehingga akar tak bisa bekerja maksimal dan tak bisa mencari nutrisi dari dalam tanah.

Hal ini yang kemudian membuat akar semakin lemas dan mengakibatkan tanaman menjadi semakin layu. Perubahan warna pada daun pun pelan-pelan akan terjadi akibat dari tanaman yang kurang makan dan kelaparan.

Efek nikotin ini tak datang dalam jangka waktu pendek. Ketika tanaman tiba-tiba layu dan menolak berbunga, bisa jadi ia sudah terkontaminasi nikotin dalam jumlah yang terlalu banyak dan dalam waktu yang cukup lama.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani