Cara Mudah Ternak Jangkrik bagi Pemula dengan Modal Murah

  • Bagikan
Jangkrik yang diternak

Mediatani – Ternak jangkrik bisa jadi alternatif usaha sampingan prospektif lho Sobat Mediatani! Jenis usaha ini digadang-gadang mampu meraup untung melimpah dengan proses ternak yang mudah baik untuk skala kecil, menengah, sampai berskala besar.

Permintaan akan jenis serangga satu ini tidak akan pernah sepi oleh pembeli. Hal ini karena jangkrik masih sering dijadikan sebagai pakan favorit untuk hewan ternak maupun peliharaan seperti ikan, reptil, dan burung.

Cara Ternak Jangkrik untuk Pemula

Siap meraup untung melimpah dari budidaya jangkrik? Yuk langsung simak langkah-langkah jitunya berikut ini.

1. Mengenal Karakteristik Jangkrik

Berhubung masih pemula, Sobat Mediatani perlu mengenal karakteristik jangkrik secara umum agar proses budidayanya nanti bisa berjalan lebih mulus. Adapun sifat umum yang dimiliki oleh jangkrik yakni:

  • Herbivora, pemakan rerumputan dan daun-daunan
  • Hidup di alam bebas dan suka menyantap daun-daun muda.
  • Menyukai tempat gelap atau teduh

2. Mencari Lokasi Budidaya yang Tepat

Jangkrik cenderung menyukai karakteristik lokasi yang teduh, sunyi, tenang, bersuhu normal (suhu ruangan), dan bersirkulasi udara baik. Agar jangkrik dapat hidup dengan nyaman, maka usahakan untuk tidak memilih lokasi yang bertolak belakang dengan karakteristik di atas.

Baca Juga :   Terdampak Pendemi, Agen Asuransi Ini Pilih Nyambi Beternak Jangkrik

Hindari memilih lokasi yang bising, terang, dan penuh suara seperti dekat jalan raya, pasar, dan lokasi terbuka. Pilihlah ruangan yang teduh serta jauh dari aktivitas manusia dan terpaan sinar matahari langsung.

3. Persiapan Kandang

Kandang jangkrik bisa dibuat dengan desain peti kotak dengan bahan papan triplek dan tulang kayu reng. Kandang tersebut bisa disusun dengan ukuran 100 x 60 x 30-40 cm dan pemasangan kaki setinggi 10 cm di empat sudut peti.

Usahakan bagian permukaan atas petinya bisa dibuka  tutup dengan sistem pintu engsel. Selain itu, bagian sisi muka dan belakang peti juga perlu diberi lubang ventilasi ukuran 50 x 7 cm dengan posisi 10 cm dari atas sisi peti.

Jangan lupa untuk menutup ventilasi dengan kawat kasa agar jangkrik tidak kabur. Pastikan kondisi kandang jangkrik jauh dari serangan hama, predator, dan hewan pengganggu.

Baca Juga :   Begini Cara Penggemukan Kambing dengan Hasil Panen Maksimal

4. Pembibitan dan Pemeliharaan Jangkrik

Budidaya jangkrik bisa dimulai dengan tahap pembibitan. Untuk bibitnya, Sobat Mediatani bisa membelinya di toko pakan hidup atau melakukan pengawinan mandiri dari induk jangkrik yang berasal dari alam bebas.

Cara mengawinkannya adalah, masukkan induk jangkrik jantan dan betina dalam kandang khusus menggunakan perbandingan 10:2. Siapkan juga bak pasir atau tanah sebagai wadah untuk meletakkan telur jangkrik.

Setelah itu, pindahkan telur-telur jangkrik ke kandang penetasan telur. Telur-telur tersebut nantinya akan menetas selama 4-6 hari setelah masa perkawinan.

5. Panen

Dalam ternak jangkrik, ada dua jenis pemanenan yakni panen telur dan panen jangkrik dewasa. Jika Sobat Mediatani ingin memanen telurnya, telur hasil perkawinan tadi sudah bisa langsung dijual.

Namun jika ingin memanen jangkrik dewasa, pembudidaya bisa memanen jangkrik yang berusia 30 hari setelah masa penetasan.

**

Mudah bukan! Sebelum membudidayakan jangkrik, kenali dulu karakteristik umum spesies jangkrik lalu mulai deh lanjut ke step-step berikutnya.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani