Home / Berita / Nasional

Selasa, 12 Desember 2017 - 08:09 WIB

Di Bekasi, Program Asuransi AUTP Sepi Peminat

korpri.id

korpri.id

Mediatani.co —  Pemerintah lewat Kementerian Pertanian telah mengeluarkan program untuk mensubsidi asuransi budidaya tanaman padi. Program tersebut bernama Program Asuransi Usaha Tani Padi atau biasanya disingkat AUTP.

Walaupun untuk membantu para petani, di Bekasi program asuransi yang bertujuan untuk menekan resiko usaha tani padi ini, justru tidak diminati oleh para petani.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Abdul Karim turut membenarkan hal ini. “Dari 33.000 hektare lahan pertanian, yang mengikutsertakan asuransi tersebut hanya 1.000 hektare saja,” kata , Senin (11/12).

Karim menilai rendahnya keanggotan asuransi tersebut disebabkan karena kurangnya sosialisasi atau mahalnya premi yang mesti dibayarkan oleh masyarakat petani. Berdasarkan data yang ada, hanya sekitar 1.000 hektare lahan pertanian yang terlindungi asuransi hingga akhir tahun 2017.

Baca Juga :   Tahun Ini Produksi Padi Kebumen Surplus

Baca : Duh ! Harga Cabai Di Anambas Naik Dua Kali Lipat

Baca : Petani Kelengkeng Sukses Ini Mendadak Jadi Jutawan

Menurut Karim persepsi masyarakat yang menggangap bahwa mendaftar asuransi sama artinya berharap datang bencana juga adalah salah satu faktor mengapa hanya sedikit petani yang mau ikut di dalam program asuransi.

Menurutnya, salah jika ada anggapan bahwa asuransi bukanlah sesuatu yang bermanfaat. Lebih lanjut ia menjelaskan, program AUTP justru adalah salah satu solusi bagi petani bila terjadi bencana di lahan pertaniannya sehingga risiko yang ditanggung tidak terlalu berat. “Dengan adanya asuransi, jadi petani diuntungkan dan bila harus melakukan tanam ulang maka bebannya tidak terlalu berat,” ujarnya.

Baca Juga :   KPK Sebut Kementan Telah Menyalurkan Pupuk Bersubsidi dengan Akurat dan Efektif

Program asuransi ini diakui oleh Karim sebagai wujud keberpihakan pemerintah kepada petani dan juga untuk memberi keuntungan kepada petani.  “Ini sudah ada subsidi dari pemerintah pusat sebesar Rp 115 ribu persatu hektare lahan pertanian atau garapan dalam satu kali musim tanam padi dari harga normalnya Rp 150 ribu,” katanya

Karim mengatakan, pihaknya akan terus memaksimalkan sosialisasi progam asuransi itu agar petani mau ikut serta dan mendapatkan keuntungan perlindungan bagi lahannya.

Share :

Baca Juga

Nasional

Harga Mencapai Rp1,6 miliar per Tahun, Pasar Ekspor Asparagus Terbuka
Kegiatan sosialisasi pangan lokal (Foto: dok)

Agribisnis

Praktisi kesehatan sosialisasikan pangan lokal di Pura Besakih Bali

Nasional

Petani dan Pedagang Keluhkan Penggunaan Kartu Tani yang Dibatasi

Inovasi

Jimmy Hantu: Tanah Indonesia Rusak Karena Genosida Ecology

Berita

Dengan Sistem Kemitraan, Peternak Milenial Ini Sukses Miliki Ribuan Ternak & Ratusan Mitra

Agribisnis

Pertanian Digital Perlu Didukung

Berita

Panen Perdana, Halmahera Timur Kini Mandiri Benih Padi

Berita

Dianggap Masalah di Danau Tempe, Ikan Sapu-sapu Akan Dijadikan Pakan Ternak