Di China, Kotoran Panda Didaur Ulang Jadi Tisu, Harganya 10 Kali Lipat

  • Bagikan
ilustrasi panda/ist

Mediatani – Apakah pernah terpikirkan jika sehelai tisu terbuat dari kotoran? Aneh! Tisu sendiri bahkan dibuat untuk melap kotoran bahkan dibasuh ke wajah.

Tapi tunggu dulu, karena memang tisu yang terbuat dari kotoran ada loh. Tisu dari kotoran Panda. Kotoran Panda itu didaur ulang dan diberi merek ‘Panda Poo’.

Memang awalnya jika anda mendengarnya pasti jijik, tapi juga unik kan?!

Tisu ini bisa anda temukan di China, ya di negeri Tirai Bambu itu.

Jika harga tisu biasa dan yang sering kita pakai tidak terlalu mahal dan di sana dihargai 30 sen, maka harga tisu dengan merek Panda Poo itu mencapai 10 kali lebih mahal harganya.

Di sana tisu yang diproduksi dari limbah atau kotoran panda itu dijual seharga 43 yuan (RP89.775) per kotak

Dilansir Minggu, (17/1/2021), dari Idea.grid.id, Jumat, (15/1/2021) mahalnya harga tisu ‘Panda Poo’ ini nyatanya bukan dikarenakan bahan bakunya yang sulit didapat, namun lebih karena proses pembuatannya yang diklaim sungguh rumit.

Tisu yang diproduksi dari kotoran panda itu juga memakai atau menggunakan jenis bambu yang telah dikumpulkan dari tiga pusat pemeliharaan panda di Sichuan, China.

Baca Juga :   Ingin Tingkatkan Produksi Susu, Pemkab Malang Akan Impor Sperma Sapi dari China

Mengutip Idea.grid.id, Sinar Harian sebagaimana dikutip dari laman mynweshub mengungkapkan, menurut SCMP, Pusat Penelitian dan Konservasi Panda Besar dan perusahaan tisu Sinchuan Jianwei Fengsheng sudah bekerja sama dalam memproduksi produk tisu yang berasal dari kotoran panda itu.

Karena proses produksinya yang diklaim cukup sulit maka perusahaan itu terpaksa menjual tisu dengan harga yang juga tinggi disesuaikan dengan modal produksinya. Harga yang tinggi itu, ternyata juga dikarenakan prosesnya yang membutuhkan suhu tinggi dalam produksi.

“Kami memastikan bahwa tisu ini berstandar internasional, Amerika Serikat dan Uni Eropa,” kata Sichuan Jianwei Fengsheng, Zhou Chuanping.

Seorang peneliti di sana bernama Huang Yan menuturkan jika seekor panda besar dan raksasa sendiri, mampu menghasilkan lebih dari 10 kilogram kotoran tinja setiap hari.

Setiap tempat pemeliharaa pandanya juga mampu menyimpan lebih dari 300 panda di Wolong, Bifengxia dan Dujiangyan.
Kotoran panda juga disebut kaya akan serat dan sudah digunakan sebagai pupuk di ladang teh dekat Sinchuan.

Dipakai dan dimanfaatkannya limbah kotoran panda ini sebagai pupuk kandang itu pula pihak perkebunan teh di sana bertanggung jawab untuk memproduksi ‘Teh Panda’, yang juga merupakan salah satu merek teh termahal di dunia.

Baca Juga :   Jenis Buah yang Harus Dihindari Oleh Penderita Diabetes, Apa Saja?

Jadi bagaimana? Minat membeli Panda Poo?

Dikutip dari Wikipedia, Panda sendiri ialah seekor mamalia yang biasanya diklasifikasikan ke dalam keluarga beruang. Ursidae ialah hewan asli Tiongkok Tengah. Panda Raksasa tinggal di wilayah pegunungan seperti di daerah Sichuan dan Tibet.

Pada setengah abad ke-20 terakhir ini panda menjadi semacam lambang negara Tiongkok, dan sekarang ditampilkan pada uang emas negara itu.

Panda Raksasa pertama kali dikenal di dunia Barat pada 1869 oleh misionaris Prancis Armand David (1826–1900). Panda Raksasa lama menjadi hewan favorit masyarakat, sebagian karena spesies ini lucu seperti bayi, mirip dengan boneka beruang hidup.

Panda pula sering digambarkan sedang berbaring santai sambil makan bambu, bukan berburu, sehingga meningkatlah citranya sebagai hewan manis dan cinta damai.

Panda Raksasa juga termasuk dalam spesies rentan yang diakibatkan oleh kehilangan habitat dengan tingkat kelahiran sangat rendah. Sekitar 1.600 diyakini masih hidup di alam. Panda Raksasa adalah lambang World Wildlife Fund (WWF), organisasi pelestarian alam. (*)

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani