Home / Berita / Nasional

Sabtu, 4 Juli 2020 - 16:27 WIB

Diincar Masyarakat Korsel, Kementan Ekspor Kaktus Hias

Mediatani – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Karantina Pertanian Surabaya melepas ekspor kaktus hias yang menjadi incaran masyarakat Korea Selatan (Kolsel) karna warnanya yang unik. Pohon kaktus hasil budidaya tersebut dilepas sebanyak 11 pohon yang nilainya mencapai Rp 5 juta.

Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi menjelaskan bahwa ekspor kaktus tersebut merupakan kedua kalinya. Sebelumnya, pada September 2019, pihaknya juga telah mengirimkan kaktus dengan jenis, jumlah dan nilai yang sama.

“Memang belum banyak frekuensi untuk ekspor kaktus ini, namun permintaan tetap ada,” kata Musyaffak di Surabaya, Sabtu (4/7/2020).

Musyaffak mengatakan kaktus yang diekspor jenis Gymnocalycium mihanovichii yang dibudidayakan di Kota Batu memang memikat para penikmat tanaman hias termasuk diminati di Korsel.

Baca Juga :   Terkait Program Padi Inpari Kementan, DPR RI Sarankan Petani diberi Subsidi

“Kami akan terus mendukung program Kementan yaitu Gratieks, di mana tidak hanya frekuensi dan jumlah saja yang ditingkatkan, namun keberagaman jenis komoditas yang diekspor pun perlu didukung,”ucapnya.

Menurut Musyaffak, sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa Kementan didorong untuk terus menggenjot ekspor komoditas strategis. Salah satunya, tanaman hias seperti kaktus jenis Gymnocalycium mihanovichii.

“Kementerian Pertanian selalu berkomitmen memberikan support kepada petani yang ingin maju dan turut bersama sama dengan pemerintah daerah untuk bahu membahu dalam meningkatkan ekspor,” ucapnya.

Baca Juga :   Tanaman Merambat Cantik, Air Mata Pengantin

Selain itu, Pejabat Karantina Pertanian Surabaya Wilayah Kerja Bandara Juanda, Retno Susan mengatakan telah melakukan pemeriksaan ekspor pada 11 pohon kaktus guna untuk menjamin mutu kaktus yang dikirim.

Tak hanya itu, kaktus ini juga sudah diberikan perlakuan berupa pencelupan menggunakan insectisida dan fungisida. Hal ini untuk menjamin kaktus terbebas dari hama dan penyakit.

“Pemeriksaan kali ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan negara tujuan akan kesesuaian dokumen dengan fisik komoditas, dan memastikan bebas dari kutu yang kadang ditemukan di kaktus, sebelum diterbitkan Phytosanitary Certificate,” tukas Susan.

Share :

Baca Juga

Berita

Jaga Kelestarian Lingkungan, Menteri Trenggono Prioritaskan Pengembangan Perikanan Budidaya

Nasional

Lakukan Penyegaran Organisasi, Mentan Lantik Nasrullah sebagai Ditjen PKH

Nasional

Pemerintah Kembangkan 48 Kawasan Sentra Agribisnis dan Agroindustri

Berita

Kebijakan Subsidi Pertanian Tidak Efektif Turunkan Harga Pangan

Nasional

Inspiratif, Petani Muda Lulusan SD Ini Dapat Penghargaan dari FAO

Berita

10 Provinsi Jadi Sentra Produksi Jagung Terbesar di Indonesia

Berita

Risiko Beternak Tinggi, Peternak di Mojokerto Diajak Asuransikan Hewan Ternak

Berita

Produksi dalam Negeri Belum Cukup, RI Butuh Impor 281.867 ton Daging Sapi & Kerbau