Home / Berita

Rabu, 25 November 2020 - 19:47 WIB

Edhy Prabowo ditangkap KPK, Hati Nelayan Kecil Tersakiti

Menteri KKP Edhy Prabowo di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.

Menteri KKP Edhy Prabowo di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.

Mediatani – Pada Rabu (25/22/2020) dini hari tadi, sebuah kejadian yang menggemparkan publik Tanah Air terjadi di Bandara Soekarno-Hatta. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang saat itu baru saja tiba dari Negeri Paman Sam, ditangkap oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dipimpin oleh penyidik senior KPK Novel Baswedan itu menangkap Edhy Prabowo diduga karena melakukan korupsi ekspor benih lobster atau benur. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron yang dikonfirmasi oleh wartawan membenarkan hal tersebut. Namun, Gufron tidak menyebutnya secara rinci.

Edhy yang baru saja pulang dari kunjungannya ke Hawaii, Amerika Serikat (AS) itu ditangkap bersama sejumlah rombongannya, termasuk istrinya yang merupakan anggota Komisi V DPR. Sejauh ini rombongan yang ditangkap masih dalam pemeriksaan di Gedung KPK.

Edhy Prabowo sendiri diketahui kembali membuka izin atas ekspor benur, setelah sebelumnya dihentikan oleh menteri KKP sebelumnya Susi Pudjiastuti. Selain itu, beberapa pengamat juga menganggap kebijakan Edhy Prabowo yang lainnya, seperti legalisasi alat tangkap adalah hal yang keliru.

Baca Juga :   Paus Jenis Brydei Terdampar Lagi, Kali Ini di Pantai Batu Bali

Ketua Harian DPP Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dani Setiawan yang menanggapi kejadian tersebut mengatakan, penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo dan sejumlah pejabat KKP lainnya oleh KPK jadi pukulan keras bagi sektor kelautan dan perikanan.

“Indikasi kasus korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat teras KKP menyakitkan hati nelayan kecil yang masih terus berjuang di tengah segala keterbatasan,” ujar Dani dilansir dari Liputan6, Rabu (25/11/2020).

Selain itu, ia menganggap jika penangkapan ini merupakan hasil dari pengembangan kasus izin ekspor benih lobster, langkah KPK patut diapresiasi. Menurutnya, sudah saatnya dilakukan evaluasi dan mendeteksi dengan jelas setiap aturan dan kebijakan yang menghasilkan para pemburu rente di sektor kelautan dan perikanan.

Baca Juga :   Kembali lepas eksport benih pertanian, Mentan: Peluang di tengah perang dagang dunia

Kunjungan Edhy Prabowo ke Amerika Serikat

Edhy Prabowo sendiri diketahui bertolak ke Amerika Serikat dalam rangka memperkuat kerjasama bidang kelautan dan perikanan dengan lembaga riset Oceanic Institute (OI). Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan budidaya udang secara berkelanjutan di Indonesia.

OI yang dimaksud merupakan sebuah organisasi penelitian dan pengembangan nirlaba yang fokus pada produksi induk udang unggul, bioteknologi, dan pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan. Lembaga tersebut merupakan afiliasi dari Hawaii Pacific University (HPU) yang berlokasi di Honolulu, ibu kota negara bagian Hawaii.

Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar menjelaskan, pihak kementerian memutuskan menjalin kerjasama dengan OI lantaran lembaga ini memiliki teknologi dan para ahli yang mumpuni di sektor budidaya berkelanjutan, khususnya spesies udang. Sehingga targetnya nanti, akan ada transfer teknologi serta pendampingan teknis di bidang genetika udang dari Oceanic Insistute.

Share :

Baca Juga

Nasional

Rampok Nelayan, Komplotan Bajak Laut Ini Berhasil dibekuk Polisi di Teluk Jakarta

Nasional

Harga Terlalu Murah, Petani Magelang Bagikan Sayuran Gratis
Menteri Pertanian Indonesia, Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Presiden Argentina Gabriela Michetti di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta pada Rabu (8/12)

Berita

Indonesia Buka Akses Pasar Buah Tropis dan Rempah ke Argentina

Berita

Sederet Jenis Ikan Laut yang Bernilai Ekonomis Penting di Indonesia

Nasional

Petani dan Pemerintah Gelar Gerakan Panen Kedelai Di Bantimurung, Maros

Berita

Pemda dan Kodim Loteng Kerjasama Galakkan Budidaya Ikan Air Tawar

Nasional

Waspada La Nina, Petani diimbau Tidak Gegabah
Diskusi Colloquy, Kopi Warung Pemula, Bogor, 11 Januari 2019

Berita

Kopi Warung Pemula Gelar Diskusi Pertanian Bagi Pemuda